Penderita TBC Lebih Rentan Kena Kanker Paru-paru
Taichung, Taiwan, Tantangan bagi penderita tuberculosis (TBC) bukan hanya mengatasi batuk-batuk dan sesak napas. Penelitian terbaru membuktikan, infeksi bakteri penyebab
TBC meningkatkan risiko kematian akibat kanker pau-paru.
Dugaan adanya hubungan antara TBC dengan kanker paru-paru sudah lama menjadi bahan perbincangan di kalangan para ahli. Namun selama ini belum ada satupun penelitian yang membuktikan bagaimana keduanya saling berhubungan.
Baru-baru ini tim ahli dari China Medical University berhasil membuktikannya setelah melakukan pengamatan terhadap 700.000 warga China, 4.480 di antaranya didiagnosis TBC antara tahun 1998-2000. Seluruh partisipan diamati perkembangannya hingga rentang waktu antara tahun 2001-2007.
Hasilnya menunjukkan infeksi TBC meningkatkan risiko kanker paru hingga 10,9 kali lipat dibandingkan pada partisipan yang sehat. Risikonya pada penderita TBC terukur 0,263 persen, sementara pada orang sehat hanya 0,0241 persen.
"Risiko kanker paru-paru bahkan bisa lebih tinggi lagi, menjadi 16 kali lipat jika TBC disertai penyakit pulmonari obstuktif kronis (PPOK)," ungkap salah satu peneliti, Dr Chih-Yi Chen seperti dikutip dari AFP, Kamis (6/1/2011).
Risiko kematian akibat kanker paru-paru juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan dengan adanya infeksi TBC. Pada penderita TBC, risikonya sebesar 0,511 persen, sementara pada orang sehat risikonya jauh lebih kecil yakni 0,082 persen.
Penelitian ini belum berhasil memastikan faktor apa yang menyebabkan keduanya saling berhubungan. Namun setidaknya, temuan ini menguatkan dugaan para ahli selama ini bahwa memang ada hubungan antara TBC dengan kanker paru-paru.
Hasil penelitian tersebut dipublikasikan dalam Journal of Thoracic Oncology edisi bulan Januari 2011.
sumber: http://www.detikhealth.com/read/2011/01/06/093159/1540287/763/penderita-tbc-lebih-rentan-kena-kanker-paru-paru?ld991106763
Tampilkan postingan dengan label psikologi kelompok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label psikologi kelompok. Tampilkan semua postingan
Kamis, 06 Januari 2011
Takaran Konsumsi Gula dan Garam yang Pas Buat Tubuh
Takaran Konsumsi Gula dan Garam yang Pas Buat Tubuh
Jakarta, Gula dan garam banyak menjadi musuh bagi berbagai penyakit
serius, terutama tekanan darah tinggi dan diabetes. Tapi gula dan garam tetap dibutuhkan oleh tubuh. Berapa batas maksimal asupan gula dan garam yang sehat setiap hari?
Asupan gula dan garam yang sehat dan tidak melebihi batas asupan harian tetap dibutuhkan tubuh untuk menjalankan fungsinya dengan baik.
Gula atau glukosa berfungsi untuk memberi energi sel-sel tubuh, sedangkan garam atau natrium berfungsi untuk mengatur keseimbangan cairan serta mengatur saraf dan otot agar berfungsi dengan baik.
Asupan gula harian
Dilansir Guardian, Kamis (6/1/2011), berdasarkan rekomendasi British Nutrition Foundation, batas maksimal asupan gula harian untuk orang dewasa normal adalah 90 gram atau tidak lebih dari setengah cangkir.
Jumlah 90 gram gula tersebut sudah termasuk semua jenis gula, baik gula murni maupun gula buatan, juga yang berasal dari makanan atau minuman yang mengandung gula.
Bila orang mengonsumsi gula melebihi asupan harian yang direkomendasikan, tubuh akan meningkatkan keluarnya kalsium melalui urine, menyebabkan karies gigi dan beberapa penyakit berat seperti diabetes dan komplikasinya seperti jantung.
Jika seseorang mengonsumsi gula lebih dari 100 gram, maka bisa menurunkan kemampuan sel darah putih untuk membunuh bakteri atau virus jahat dalam tubuh sebesar 40 persen. Sistem kekebalan tubuh akan mulai berkurang 30 menit setelah makanan dikonsumsi dan akan terus berkurang hingga selama 5 jam.
Asupan garam harian
Dr Susan Jebb, Kepala Gizi dan Penelitian Kesehatan MRC di kantornya Cambridge seperti dikutip Timesonline, mengatakan konsumsi garam yang direkomendasikan untuk orang dewasa sebesar 6 gram atau setara dengan satu sendok teh.
Dengan konsumsi garam 6 gram per hari, bisa mengurangi risiko stroke 13 persen dan risiko penyakit jantung 10 persen.
Asupan garam memang perlu dibatasi agar terhindar dari penyakit tekanan darah seperti stroke dan jantung. Namun, terlalu sedikit garam dapat menyebabkan gangguan mental, ketidakmampuan berkonsentrasi dan dalam kasus yang ekstrem bisa berakibat fatal mengalami hiponatremia.
Pakar kesehatan sepakat untuk memberikan rekomendasi penggunaan garam berdasarkan usia, yaitu sebagai berikut:
0-6 bulan 1 gram
7-12 bulan 1 gram
1-3 tahun 2 gram
4-6 tahun 3 gram (setengah sendok teh)
7-10 tahun 5 gram
11-14 tahun 6 gram
Dewasa 6 gram (satu sendok teh).
sumber: http://www.detikhealth.com/read/2011/01/06/082904/1540244/766/takaran-konsumsi-gula-dan-garam-yang-pas-buat-tubuh?ld991106763
Jakarta, Gula dan garam banyak menjadi musuh bagi berbagai penyakit
serius, terutama tekanan darah tinggi dan diabetes. Tapi gula dan garam tetap dibutuhkan oleh tubuh. Berapa batas maksimal asupan gula dan garam yang sehat setiap hari?
Asupan gula dan garam yang sehat dan tidak melebihi batas asupan harian tetap dibutuhkan tubuh untuk menjalankan fungsinya dengan baik.
Gula atau glukosa berfungsi untuk memberi energi sel-sel tubuh, sedangkan garam atau natrium berfungsi untuk mengatur keseimbangan cairan serta mengatur saraf dan otot agar berfungsi dengan baik.
Asupan gula harian
Dilansir Guardian, Kamis (6/1/2011), berdasarkan rekomendasi British Nutrition Foundation, batas maksimal asupan gula harian untuk orang dewasa normal adalah 90 gram atau tidak lebih dari setengah cangkir.
Jumlah 90 gram gula tersebut sudah termasuk semua jenis gula, baik gula murni maupun gula buatan, juga yang berasal dari makanan atau minuman yang mengandung gula.
Bila orang mengonsumsi gula melebihi asupan harian yang direkomendasikan, tubuh akan meningkatkan keluarnya kalsium melalui urine, menyebabkan karies gigi dan beberapa penyakit berat seperti diabetes dan komplikasinya seperti jantung.
Jika seseorang mengonsumsi gula lebih dari 100 gram, maka bisa menurunkan kemampuan sel darah putih untuk membunuh bakteri atau virus jahat dalam tubuh sebesar 40 persen. Sistem kekebalan tubuh akan mulai berkurang 30 menit setelah makanan dikonsumsi dan akan terus berkurang hingga selama 5 jam.
Asupan garam harian
Dr Susan Jebb, Kepala Gizi dan Penelitian Kesehatan MRC di kantornya Cambridge seperti dikutip Timesonline, mengatakan konsumsi garam yang direkomendasikan untuk orang dewasa sebesar 6 gram atau setara dengan satu sendok teh.
Dengan konsumsi garam 6 gram per hari, bisa mengurangi risiko stroke 13 persen dan risiko penyakit jantung 10 persen.
Asupan garam memang perlu dibatasi agar terhindar dari penyakit tekanan darah seperti stroke dan jantung. Namun, terlalu sedikit garam dapat menyebabkan gangguan mental, ketidakmampuan berkonsentrasi dan dalam kasus yang ekstrem bisa berakibat fatal mengalami hiponatremia.
Pakar kesehatan sepakat untuk memberikan rekomendasi penggunaan garam berdasarkan usia, yaitu sebagai berikut:
0-6 bulan 1 gram
7-12 bulan 1 gram
1-3 tahun 2 gram
4-6 tahun 3 gram (setengah sendok teh)
7-10 tahun 5 gram
11-14 tahun 6 gram
Dewasa 6 gram (satu sendok teh).
sumber: http://www.detikhealth.com/read/2011/01/06/082904/1540244/766/takaran-konsumsi-gula-dan-garam-yang-pas-buat-tubuh?ld991106763
Plus Minus Minum Susu Kedelai
Plus Minus Minum Susu Kedelai
Jakarta, Banyak orang yang beralih ke susu kedelai karena alergi terhadap laktosa, yang merupakan karbohidrat utama dalam susu sapi. Tapi susu kedelai tak semuanya bermanfaat bagi tubuh. Apa saja plus dan minus minum susu kedelai untuk kesehatan?
Susu kedelai adalah pengganti bagi orang-orang yang alergi terhadap susu sapi. Secara teknis, susu kedelai bukanlah susu seperti pada susu sapi, melainkan minuman yang terbuat dari sari kacang kedelai. Susu kedelai juga populer di kalangan vegetarian, karena bahan dasarnya yang berasal dari tumbuhan.
Susu kedelai bermanfaat bagi kesehatan, tetapi juga dapat meningkatkan risiko tertentu. Dilansir Livestrong, Kamis (6/1/2011), berikut plus minus dari kebiasaan minum susu kedelai:
Manfaat minum susu kedelai
1. Pengganti susu sapi yang sehat
Susu kedelai merupakan alternatif yang sehat sebagai pengganti susu sapi dan susu kambing. Susu kedelai adalah sumber protein yang baik, mengandung semua asam amino esensial, ditambah lagi memiliki asam lemak esensial, kolin, vitamin, mineral dan fitonutrien.
Susu kedelai juga mengandung 42 kali jumlah mangan seperti halnya susu sapi. Mangan diperlukan untuk pembentukan tulang. Orang dengan anemia memerlukan mangan untuk penyimpanan besi.
Susu kedelai mengandung empat kali lebih banyak jumlah thiamin (vitamin B1) dan hampir dua kali jumlah niasin (vitamin B3) dibandingkan dengan susu sapi. Susu kedelai juga berisi lebih banyak magnesium, tembaga dan mangan dari susu sapi.
2. Menurunkan kolesterol jahat
Susu kedelai tidak bebas lemak. Susu kedelai memiliki 2 persen lemak lebih sedikit dari susu sapi, tapi tidak mengandung kolesterol jahat.
Karena susu kedelai terbuat dari kacang, susu ini berisi sekitar 9 kali lebih sedikit lemak jenuh dibandingkan susu sapi. Selain itu, susu kedelai memiliki 10 kali lebih banyak asam lemak ketimbang susu sapi, yang merupakan lemak sehat.
Susu kedelai bebas kolesterol. Selain itu, susu kedelai dapat mengurangi kolesterol jahat LDL dan mengurangi risiko penyakit jantung koroner. Susu kedelai juga menyediakan perlindungan tambahan untuk hati dengan phytochemical, yang berlimpah dalam susu kedelai.
Bahaya minum susu kedelai
1. Mengurangi kesuburan pria
Susu kedelai mengandung fitoestrogen isoflavon, yakni zat dalam kedelai yang mirip dengan hormon estrogen dan dapat mempengaruhi keseimbangan hormon seks pada pria maupun wanita dan dapat mengurangi kesuburan pada pria.
Menurut penelitian Jorge Chavarro, MD, Sc.D yang telah diterbitkan pada Human Reproduction tahun 2008 mengungkapkan bahwa asupan makanan tinggi kedelai, termasuk susu kedelai, dapat mengurangi konsentrasi sperma.
Selain isoflavon, kedelai juga mengandung genistein dan daidzein, yang keduanya juga bertindak mirip estrogen dan dikenal sebagai fitoestrogen (estrogen yang diproduksi tanaman).
Kelebihan hormon estrogen pada pria secara nyata dapat menyebabkan pembesaran payudara (ginekomastia), melambat pertumbuhan rambut jenggot dan menghilangnya rambut di tangan dan kaki. Yang paling buruk, kelebihan estrogen dapat menyebakan gangguan ereksi.
Efek ini akan terasa lebih besar untuk pria yang kelebihan berat badan dan obesitas dibandingkan dengan pria kurus.
2. Efek samping dari kacang kedelai hasil rekayasa genetika
Menurut Departemen Pertanian US, sekitar 93 persen dari seluruh tanaman kedelai yang ditanam di Amerika Serikat berasal dari tanaman rekayasa genetika.
Susu kedelai yang berasal dari kacang kedelai hasil rekayasa genetika dapat meningkatkan risiko penyakit atau efek samping, seperti kesulitan pencernaan, masalah jantung, disfungsi tiroid, memodifikasi struktur uterus dan ovarium, bahkan dapat mempengaruhi kesehatan reproduksi.
sumber: http://www.detikhealth.com/read/2011/01/06/073223/1540214/766/plus-minus-minum-susu-kedelai?ld991106763
Jakarta, Banyak orang yang beralih ke susu kedelai karena alergi terhadap laktosa, yang merupakan karbohidrat utama dalam susu sapi. Tapi susu kedelai tak semuanya bermanfaat bagi tubuh. Apa saja plus dan minus minum susu kedelai untuk kesehatan?
Susu kedelai adalah pengganti bagi orang-orang yang alergi terhadap susu sapi. Secara teknis, susu kedelai bukanlah susu seperti pada susu sapi, melainkan minuman yang terbuat dari sari kacang kedelai. Susu kedelai juga populer di kalangan vegetarian, karena bahan dasarnya yang berasal dari tumbuhan.
Susu kedelai bermanfaat bagi kesehatan, tetapi juga dapat meningkatkan risiko tertentu. Dilansir Livestrong, Kamis (6/1/2011), berikut plus minus dari kebiasaan minum susu kedelai:
Manfaat minum susu kedelai
1. Pengganti susu sapi yang sehat
Susu kedelai merupakan alternatif yang sehat sebagai pengganti susu sapi dan susu kambing. Susu kedelai adalah sumber protein yang baik, mengandung semua asam amino esensial, ditambah lagi memiliki asam lemak esensial, kolin, vitamin, mineral dan fitonutrien.
Susu kedelai juga mengandung 42 kali jumlah mangan seperti halnya susu sapi. Mangan diperlukan untuk pembentukan tulang. Orang dengan anemia memerlukan mangan untuk penyimpanan besi.
Susu kedelai mengandung empat kali lebih banyak jumlah thiamin (vitamin B1) dan hampir dua kali jumlah niasin (vitamin B3) dibandingkan dengan susu sapi. Susu kedelai juga berisi lebih banyak magnesium, tembaga dan mangan dari susu sapi.
2. Menurunkan kolesterol jahat
Susu kedelai tidak bebas lemak. Susu kedelai memiliki 2 persen lemak lebih sedikit dari susu sapi, tapi tidak mengandung kolesterol jahat.
Karena susu kedelai terbuat dari kacang, susu ini berisi sekitar 9 kali lebih sedikit lemak jenuh dibandingkan susu sapi. Selain itu, susu kedelai memiliki 10 kali lebih banyak asam lemak ketimbang susu sapi, yang merupakan lemak sehat.
Susu kedelai bebas kolesterol. Selain itu, susu kedelai dapat mengurangi kolesterol jahat LDL dan mengurangi risiko penyakit jantung koroner. Susu kedelai juga menyediakan perlindungan tambahan untuk hati dengan phytochemical, yang berlimpah dalam susu kedelai.
Bahaya minum susu kedelai
1. Mengurangi kesuburan pria
Susu kedelai mengandung fitoestrogen isoflavon, yakni zat dalam kedelai yang mirip dengan hormon estrogen dan dapat mempengaruhi keseimbangan hormon seks pada pria maupun wanita dan dapat mengurangi kesuburan pada pria.
Menurut penelitian Jorge Chavarro, MD, Sc.D yang telah diterbitkan pada Human Reproduction tahun 2008 mengungkapkan bahwa asupan makanan tinggi kedelai, termasuk susu kedelai, dapat mengurangi konsentrasi sperma.
Selain isoflavon, kedelai juga mengandung genistein dan daidzein, yang keduanya juga bertindak mirip estrogen dan dikenal sebagai fitoestrogen (estrogen yang diproduksi tanaman).
Kelebihan hormon estrogen pada pria secara nyata dapat menyebabkan pembesaran payudara (ginekomastia), melambat pertumbuhan rambut jenggot dan menghilangnya rambut di tangan dan kaki. Yang paling buruk, kelebihan estrogen dapat menyebakan gangguan ereksi.
Efek ini akan terasa lebih besar untuk pria yang kelebihan berat badan dan obesitas dibandingkan dengan pria kurus.
2. Efek samping dari kacang kedelai hasil rekayasa genetika
Menurut Departemen Pertanian US, sekitar 93 persen dari seluruh tanaman kedelai yang ditanam di Amerika Serikat berasal dari tanaman rekayasa genetika.
Susu kedelai yang berasal dari kacang kedelai hasil rekayasa genetika dapat meningkatkan risiko penyakit atau efek samping, seperti kesulitan pencernaan, masalah jantung, disfungsi tiroid, memodifikasi struktur uterus dan ovarium, bahkan dapat mempengaruhi kesehatan reproduksi.
sumber: http://www.detikhealth.com/read/2011/01/06/073223/1540214/766/plus-minus-minum-susu-kedelai?ld991106763
Kinect Xbox Lampaui Ekspektasi Microsoft
Kinect Xbox Lampaui Ekspektasi Microsoft
Jakarta - Kinect, sensor gerak untuk kendali game di konsol Xbox 360 ternyata laku keras. Hanya dalam waktu 60 hari sejak dipasarkan secara global, kontroler game besutan Microsoft itu laku sebanyak 8 juta unit.
Seperti dikutip dari engadget, Kamis (6/1/2011), Microsoft mungkin tak menyangka kontroler game anyarnya itu begitu diminati gamer. Sebab, angka penjualan yang berhasil dicapai ternyata 3 juta unit lebih banyak dari ekspektasi semula.
Selain mengumumkan pencapaian Kinect yang menakjubkan, Microsoft juga menyatakan bahwa selama enam bulan terakhir di Amerika Serikat, konsol Xbox 360 telah berhasil dipasarkan sebanyak 50 juta unit.
Perusahaan yang berbasis di Redmond itu juga mengungkapkan, ada 30 juta gamer yang terdaftar sebagai member yang terhubung online dalam Xbox Live
sumber: http://www.detikinet.com/read/2011/01/06/145945/1540594/654/kinect-xbox-lampaui-ekspektasi-microsoft
Jakarta - Kinect, sensor gerak untuk kendali game di konsol Xbox 360 ternyata laku keras. Hanya dalam waktu 60 hari sejak dipasarkan secara global, kontroler game besutan Microsoft itu laku sebanyak 8 juta unit.
Seperti dikutip dari engadget, Kamis (6/1/2011), Microsoft mungkin tak menyangka kontroler game anyarnya itu begitu diminati gamer. Sebab, angka penjualan yang berhasil dicapai ternyata 3 juta unit lebih banyak dari ekspektasi semula.
Selain mengumumkan pencapaian Kinect yang menakjubkan, Microsoft juga menyatakan bahwa selama enam bulan terakhir di Amerika Serikat, konsol Xbox 360 telah berhasil dipasarkan sebanyak 50 juta unit.
Perusahaan yang berbasis di Redmond itu juga mengungkapkan, ada 30 juta gamer yang terdaftar sebagai member yang terhubung online dalam Xbox Live
sumber: http://www.detikinet.com/read/2011/01/06/145945/1540594/654/kinect-xbox-lampaui-ekspektasi-microsoft
Menteri Malaysia Akui Adanya Ideologi Militan di Kampus-kampus
Menteri Malaysia Akui Adanya Ideologi Militan di Kampus-kampus
Kuala Lumpur - Menteri Dalam Negeri Malaysia Datuk Seri Hishammuddin Tun Hussein mengakui keberadaan ideologi militan di universitas-universitas negeri itu berdasarkan laporan yang diterima badan-badan intelijen asing dan lokal.
Namun dikatakan petinggi negeri jiran itu, situasi saat ini masih terkendali dan tidak mempengaruhi keamanan nasional.
"Itu masih terkendali karena tidak berdampak pada keamanan negara ataupun mendatangkan ancaman segera, meski kita tak bisa acuh tak acuh soal itu," ujar Hishammuddin seperti dikutip harian Malaysia, New Straits Times, Kamis (6/1/2011).
"Jika ideologi-ideologi tertentu menimbulkan ketakutan akan militansi ataupun kekerasan, maka kita akan mengambil tindakan tanpa ragu-ragu," tegasnya.
Menurut Hishammuddin, ideologi radikal di kalangan mahasiswa Malaysia itu termasuk ekstremisme Islam dan separatisme Tamil.
Dikatakan Hishammuddin, kementeriannya juga bekerja sama dengan badan-badan asing termasuk Biro Investigasi Federal Amerika Serikat atau FBI, intelijen Inggris, intelijen Australia dan intelijen Arab Saudi untuk mengatasi masalah ini.
Otoritas Malaysia menangkap lebih dari selusin orang tahun lalu atas dugaan mereka terlibat dalam aktivitas teroris. Mereka yang ditangkap termasuk seorang dosen asal Suriah dan seorang warga Malaysia yang diduga mencoba merekrut para mahasiswa untuk bergabung dalam jaringan teroris Jemaah Islamiyah.
sumber: http://www.detiknews.com/read/2011/01/06/143250/1540574/10/menteri-malaysia-akui-adanya-ideologi-militan-di-kampus-kampus
Kuala Lumpur - Menteri Dalam Negeri Malaysia Datuk Seri Hishammuddin Tun Hussein mengakui keberadaan ideologi militan di universitas-universitas negeri itu berdasarkan laporan yang diterima badan-badan intelijen asing dan lokal.
Namun dikatakan petinggi negeri jiran itu, situasi saat ini masih terkendali dan tidak mempengaruhi keamanan nasional.
"Itu masih terkendali karena tidak berdampak pada keamanan negara ataupun mendatangkan ancaman segera, meski kita tak bisa acuh tak acuh soal itu," ujar Hishammuddin seperti dikutip harian Malaysia, New Straits Times, Kamis (6/1/2011).
"Jika ideologi-ideologi tertentu menimbulkan ketakutan akan militansi ataupun kekerasan, maka kita akan mengambil tindakan tanpa ragu-ragu," tegasnya.
Menurut Hishammuddin, ideologi radikal di kalangan mahasiswa Malaysia itu termasuk ekstremisme Islam dan separatisme Tamil.
Dikatakan Hishammuddin, kementeriannya juga bekerja sama dengan badan-badan asing termasuk Biro Investigasi Federal Amerika Serikat atau FBI, intelijen Inggris, intelijen Australia dan intelijen Arab Saudi untuk mengatasi masalah ini.
Otoritas Malaysia menangkap lebih dari selusin orang tahun lalu atas dugaan mereka terlibat dalam aktivitas teroris. Mereka yang ditangkap termasuk seorang dosen asal Suriah dan seorang warga Malaysia yang diduga mencoba merekrut para mahasiswa untuk bergabung dalam jaringan teroris Jemaah Islamiyah.
sumber: http://www.detiknews.com/read/2011/01/06/143250/1540574/10/menteri-malaysia-akui-adanya-ideologi-militan-di-kampus-kampus
Air Kelapa dan Pepaya Bisa Hilangkan Bekas Jerawat
Air Kelapa dan Pepaya Bisa Hilangkan Bekas Jerawat
Jakarta, Hal yang paling menjengkelkan dari jerawat adalah bekasnya yang sukar dihilangkan. Membasuh muka dengan air kelapa muda atau menggunakan masker pepaya dapat membantu menghilangkan bekas jerawat.
Air kelapa dikenal sebagai minuman penghilang dahaga yang menyegarkan. Selain itu, jika diolah dengan benar air kelapa juga dapat mengobati berbagai penyakit kulit seperti jerawat, eksim, luka bakar dan mencegah keriput.
Air kelapa mengandung berbagai unsur makro dan mikro. Elemen makro adalah karbon dan nitrogen. Unsur karbon dalam air kelapa berupa karbohidrat sederhana seperti glukosa, sukrosa, fruktosa, sorbitol, inositol. Unsur nitrogen berupa protein, tersusun dari asam amino, seperti alin, arginin, alanin, sistin dan serin.
Selain karbohidrat dan protein, air kelapa juga mengandung unsur mineral mikro yang dibutuhkan oleh tubuh, seperti kalium (K), natrium (Na), kalsium (Ca), magnesium (Mg), ion besi (Fe), tembaga (Cu), fosfor (P) dan sulfur (S).
Bila diperiksa lagi, dalam air kelapa juga mengandung berbagai vitamin, antara lain vitamin C, asam nikotinat, asam pantotenat, asam folat, biotin, riboflavin, dan sebagainya.
Berkat kandungan gizi yang tinggi, beberapa penyakit yang berhubungan dengan kulit seperti jerawat, eksim, luka bakar dan mencegah keriput dapat dibantu dengan air kelapa.
Dilansir eczematreatmentremedies, Kamis (6/1/2011), untuk menghilangkan jerawat dan bekasnya, air kelapa dicampur dengan parutan kunyit kemudian rendam selama 3 malam.
Setelah direndam, saring rendaman tersebut untuk mendapatkan airnya. Campuran air tersebut bisa dibasuhkan ke wajah dan digunakan untuk membantu menghilangkan jerawat dan juga bekas jerawat yang membandel.
Selain air kelapa, buah pepaya juga bisa membantu menghilangkan bekas jerawat.
Pepaya (Carica papaya) yang mengandung papain, yakni enzim yang dapat mengurangi peradangan, dapat digunakan sebagai masker atau dikonsumsi untuk dapat membantu mengurangi jerawat dan menghilangkan bekasnya.
Jika pepaya digunakan sebagai masker, pepaya yang sudah dihaluskan bisa dioleskan pada wajah. Biarkan masker mengering selama 15 sampai 20 menit, kemudian dicuci dengan air bersih.
Masker pepaya ini bisa membuka pori-pori kulit yang menyumbat dan menghilangkan minyak, serta sel-sel kulit mati dari kulit. Pepaya juga bisa dikonsumsi langsung sebagai jus atau buah untuk mendapatkan hasil kulit yang sehat.
sumber: http://www.detikhealth.com/read/2011/01/06/144754/1540583/766/air-kelapa-dan-pepaya-bisa-hilangkan-bekas-jerawat
Jakarta, Hal yang paling menjengkelkan dari jerawat adalah bekasnya yang sukar dihilangkan. Membasuh muka dengan air kelapa muda atau menggunakan masker pepaya dapat membantu menghilangkan bekas jerawat.
Air kelapa dikenal sebagai minuman penghilang dahaga yang menyegarkan. Selain itu, jika diolah dengan benar air kelapa juga dapat mengobati berbagai penyakit kulit seperti jerawat, eksim, luka bakar dan mencegah keriput.
Air kelapa mengandung berbagai unsur makro dan mikro. Elemen makro adalah karbon dan nitrogen. Unsur karbon dalam air kelapa berupa karbohidrat sederhana seperti glukosa, sukrosa, fruktosa, sorbitol, inositol. Unsur nitrogen berupa protein, tersusun dari asam amino, seperti alin, arginin, alanin, sistin dan serin.
Selain karbohidrat dan protein, air kelapa juga mengandung unsur mineral mikro yang dibutuhkan oleh tubuh, seperti kalium (K), natrium (Na), kalsium (Ca), magnesium (Mg), ion besi (Fe), tembaga (Cu), fosfor (P) dan sulfur (S).
Bila diperiksa lagi, dalam air kelapa juga mengandung berbagai vitamin, antara lain vitamin C, asam nikotinat, asam pantotenat, asam folat, biotin, riboflavin, dan sebagainya.
Berkat kandungan gizi yang tinggi, beberapa penyakit yang berhubungan dengan kulit seperti jerawat, eksim, luka bakar dan mencegah keriput dapat dibantu dengan air kelapa.
Dilansir eczematreatmentremedies, Kamis (6/1/2011), untuk menghilangkan jerawat dan bekasnya, air kelapa dicampur dengan parutan kunyit kemudian rendam selama 3 malam.
Setelah direndam, saring rendaman tersebut untuk mendapatkan airnya. Campuran air tersebut bisa dibasuhkan ke wajah dan digunakan untuk membantu menghilangkan jerawat dan juga bekas jerawat yang membandel.
Selain air kelapa, buah pepaya juga bisa membantu menghilangkan bekas jerawat.
Pepaya (Carica papaya) yang mengandung papain, yakni enzim yang dapat mengurangi peradangan, dapat digunakan sebagai masker atau dikonsumsi untuk dapat membantu mengurangi jerawat dan menghilangkan bekasnya.
Jika pepaya digunakan sebagai masker, pepaya yang sudah dihaluskan bisa dioleskan pada wajah. Biarkan masker mengering selama 15 sampai 20 menit, kemudian dicuci dengan air bersih.
Masker pepaya ini bisa membuka pori-pori kulit yang menyumbat dan menghilangkan minyak, serta sel-sel kulit mati dari kulit. Pepaya juga bisa dikonsumsi langsung sebagai jus atau buah untuk mendapatkan hasil kulit yang sehat.
sumber: http://www.detikhealth.com/read/2011/01/06/144754/1540583/766/air-kelapa-dan-pepaya-bisa-hilangkan-bekas-jerawat
Kamis, 06/01/2011 15:02 WIB Percobaan Bunuh Diri Oleh Perempuan Banyak Tidak Berhasil
Kamis, 06/01/2011 15:02 WIB
Percobaan Bunuh Diri Oleh Perempuan Banyak Tidak Berhasil
Jakarta, Percobaan bunuh diri lebih banyak dilakukan oleh perempuan, tapi keberhasilan bunuh diri justru lebih tinggi pada laki-laki. Perempuan yang bunuh diri kebanyakan gagal.
"Percobaan bunuh diri pada perempuan 4 kali lebih tinggi dibandingkan laki-laki, tapi keberhasilan bunuh diri lebih tinggi terjadi pada laki-laki," ujar Dr.Suryo Dharmono, SpKJ (K) staff pengajar Bagian Psikiatri FKUI/RSCM, dalam acara Media Edukasi dengan tema 'Kalangan Profesional Rentan Depresi?' di Hotel Akmani, Jakarta, Kamis (6/1/2010).
Dr Suryo menuturkan hal ini karena laki-laki cenderung memilih metode bunuh diri yang agresif seperti loncat dari gedung, menusuk diri atau menembakkan kepala dengan pistol.
Sedangkan perempuan cenderung memilih cara bunuh diri yang lebih lembut atau soft, seperti minum pil tidur atau memutus urat nadi yang tingkat keberhasilannya lebih rendah.
Tingginya percobaan bunuh diri pada perempuan disebabkan oleh tingkat depresi yang 2 kali lipat lebih tinggi. Secara biologis perempuan rentan mengalami perubahan hormonal yang terjadi setiap siklus bulanannya, serta secara konstitusi sosialnya perempuan memiliki beban yang lebih banyak atau berada dalam kondisi yang penuh tekanan.
Saat ini bunuh diri terkesan menjadi tren. Hal ini karena banyaknya pemberitaan mengenai peristiwa seseorang yang bunuh diri, sehingga orang melihat bunuh diri itu sesuatu yang mudah. Padahal bunuh diri ini tidak gampang dan banyak faktor yang berpengaruh.
"Sebaiknya media tidak mengekspos peristiwa bunuh dirinya, tapi cari tahu kisah di balik kejadian bunuh diri ini. Dan sekarang tren bunuh diri sudah berubah, kalau dulu orang bunuh diri dengan Baygon, tapi sekarang dengan cara loncat dari gedung," ungkapnya.
Dr Suryo menambahkan kalau seseorang sudah mengungkapkan keinginan atau pikiran untuk bunuh diri, maka segeralah hubungi teman atau keluarganya untuk mengajaknya berbicara. Karena dorongan untuk bunuh diri akan berkurang jika seseorang mengungkapkannya atau dorongan bunuh diri dikenali.
Porsi yang paling besar dari pemicu bunuh diri adalah depresi dan kalangan yang rentan terkena depresi adalah remaja dan usia lanjut karena adanya konflik mengenai peran atau identitas diri.
Gejala yang menunjukkan seseorang mungkin mengalami depresi adalah jika suasananya murung, sering merasa sedih tanpa alasan yang jelas, mengeluh atau menghindar bertemu orang lain tanpa alasan yang jelas.
Jika depresinya ringan, maka hanya dibutuhkan konseling, tapi jika depresinya sedang atau berat biasanya memerlukan bantuan obat minimal selama 6 bulan.
"Dalam seumur hidup seseorang, ia memiliki kemungkinan mengalami depresi sebesar 10 persen. Tapi kesempatan ini bisa dielakkan dengan cara memiliki rutinitas yang jelas dalam hidupnya," ujarnya.
Jika depresi ringan yang dialami seseorang didiamkan, maka nantinya bisa mengganggu aktivitas seperti gangguan tidur, makan atau gangguan fisik berat. Dan pada orang yang memang memiliki riwayat depresi bisa memiliki kecenderungan menjadi depresi berat.
sumber: http://www.detikhealth.com/read/2011/01/06/150204/1540595/763/percobaan-bunuh-diri-oleh-perempuan-banyak-tidak-berhasil
Percobaan Bunuh Diri Oleh Perempuan Banyak Tidak Berhasil
Jakarta, Percobaan bunuh diri lebih banyak dilakukan oleh perempuan, tapi keberhasilan bunuh diri justru lebih tinggi pada laki-laki. Perempuan yang bunuh diri kebanyakan gagal.
"Percobaan bunuh diri pada perempuan 4 kali lebih tinggi dibandingkan laki-laki, tapi keberhasilan bunuh diri lebih tinggi terjadi pada laki-laki," ujar Dr.Suryo Dharmono, SpKJ (K) staff pengajar Bagian Psikiatri FKUI/RSCM, dalam acara Media Edukasi dengan tema 'Kalangan Profesional Rentan Depresi?' di Hotel Akmani, Jakarta, Kamis (6/1/2010).
Dr Suryo menuturkan hal ini karena laki-laki cenderung memilih metode bunuh diri yang agresif seperti loncat dari gedung, menusuk diri atau menembakkan kepala dengan pistol.
Sedangkan perempuan cenderung memilih cara bunuh diri yang lebih lembut atau soft, seperti minum pil tidur atau memutus urat nadi yang tingkat keberhasilannya lebih rendah.
Tingginya percobaan bunuh diri pada perempuan disebabkan oleh tingkat depresi yang 2 kali lipat lebih tinggi. Secara biologis perempuan rentan mengalami perubahan hormonal yang terjadi setiap siklus bulanannya, serta secara konstitusi sosialnya perempuan memiliki beban yang lebih banyak atau berada dalam kondisi yang penuh tekanan.
Saat ini bunuh diri terkesan menjadi tren. Hal ini karena banyaknya pemberitaan mengenai peristiwa seseorang yang bunuh diri, sehingga orang melihat bunuh diri itu sesuatu yang mudah. Padahal bunuh diri ini tidak gampang dan banyak faktor yang berpengaruh.
"Sebaiknya media tidak mengekspos peristiwa bunuh dirinya, tapi cari tahu kisah di balik kejadian bunuh diri ini. Dan sekarang tren bunuh diri sudah berubah, kalau dulu orang bunuh diri dengan Baygon, tapi sekarang dengan cara loncat dari gedung," ungkapnya.
Dr Suryo menambahkan kalau seseorang sudah mengungkapkan keinginan atau pikiran untuk bunuh diri, maka segeralah hubungi teman atau keluarganya untuk mengajaknya berbicara. Karena dorongan untuk bunuh diri akan berkurang jika seseorang mengungkapkannya atau dorongan bunuh diri dikenali.
Porsi yang paling besar dari pemicu bunuh diri adalah depresi dan kalangan yang rentan terkena depresi adalah remaja dan usia lanjut karena adanya konflik mengenai peran atau identitas diri.
Gejala yang menunjukkan seseorang mungkin mengalami depresi adalah jika suasananya murung, sering merasa sedih tanpa alasan yang jelas, mengeluh atau menghindar bertemu orang lain tanpa alasan yang jelas.
Jika depresinya ringan, maka hanya dibutuhkan konseling, tapi jika depresinya sedang atau berat biasanya memerlukan bantuan obat minimal selama 6 bulan.
"Dalam seumur hidup seseorang, ia memiliki kemungkinan mengalami depresi sebesar 10 persen. Tapi kesempatan ini bisa dielakkan dengan cara memiliki rutinitas yang jelas dalam hidupnya," ujarnya.
Jika depresi ringan yang dialami seseorang didiamkan, maka nantinya bisa mengganggu aktivitas seperti gangguan tidur, makan atau gangguan fisik berat. Dan pada orang yang memang memiliki riwayat depresi bisa memiliki kecenderungan menjadi depresi berat.
sumber: http://www.detikhealth.com/read/2011/01/06/150204/1540595/763/percobaan-bunuh-diri-oleh-perempuan-banyak-tidak-berhasil
Susah Buang Air Besar (BAB)
Susah Buang Air Besar (BAB)
Susah buang air besar atau sembelit atau konstipasi dapat diartikan sebagai gangguan pada pergerakan saluran cerna bawah sehingga menimbulkan kesulitan dalam buang air besar atau frekuensi buang air besar yang berkurang.
Seringkali sembelit dapat sembuh dengan sendirinya atau hanya karena perubahan jenis makanan yang dimakan, tetapi sembelit juga dapat merupakan bagian dari penyakit atau kelainan yang timbul pada saluran cerna bawah.
Penyakit atau kelainan pada saluran cerna bagian bawah antara lain :
1. Sumbatan pada usus akibat fungsi saraf yang terganggu
2. Deverticulitis yang terjadi akibat lemahnya dinding usus
3. Iskemia arteri mesenteric yang memperdarahi usus
4. Syndrome usus iritabel
5. Colitis ulceratif atau radang disertai ulkus pada usus
6. Hemorrhoids atau ambein
7. Fissure anal atau luka pada lubang dubur
8. Penyakit hirschprung (ukuran usus yang sangat besar)
9. Awal kanker usus besar (pada usia > 45 tahun)
10. Idiopatik/tidak diketahui
Penyakit sistemik yang dapat mempengaruhi pergerakan saluran cerna bawah :
1. Diabetes mellitus
2. Multiple sclerosis
3. Hypothyroidism
Kebiasaan yang salah atau stress antara lain :
1. Kebiasaan menahan keinginan buang air besar
2. makanan yang kurang sehat
3. asupan cairan yang kurang (normalnya min. 1,5 liter per hari)
4. cemas yang kronik
5. Stress yang tiba-tiba dan hebat
6. Kurang olah raga
7. Sering mengkonsumsi obat seperti :
- obat mag yang mengandung aluminium atau kalsium
- Antikolinergik
- Obat anti nyeri (analgesic)
8. Penggunaan berlebihan dari obat pencahar
9. Penggunaan narkoba terutama jenis morfin dan turunannya
10. Efek samping dari terapi radiasi atau operasi pada daerah rectum-anus yang mengeni saraf.
Diantara semua penyebab yang ada maka kebiasaan hidup yan salah atau stresslah yang paling sering menimbulkan sembelit tanpa mengurangi kemungkian akibat penyakit pada saluran cerna bawah dan penyakit sistemik.
Bila penyebab sembelit adalah pada saluran cerna atau penyakit sistemik maka pengobatan disesuaikan dengan penyakit yang mendasarinya.
Diterbitkan di: Juni 11, 2010 Updated: Oktober 04, 2010
sumber: http://id.shvoong.com/medicine-and-health/epidemiology-public-health/2012574-susah-buang-air-besar-bab/
Susah buang air besar atau sembelit atau konstipasi dapat diartikan sebagai gangguan pada pergerakan saluran cerna bawah sehingga menimbulkan kesulitan dalam buang air besar atau frekuensi buang air besar yang berkurang.
Seringkali sembelit dapat sembuh dengan sendirinya atau hanya karena perubahan jenis makanan yang dimakan, tetapi sembelit juga dapat merupakan bagian dari penyakit atau kelainan yang timbul pada saluran cerna bawah.
Penyakit atau kelainan pada saluran cerna bagian bawah antara lain :
1. Sumbatan pada usus akibat fungsi saraf yang terganggu
2. Deverticulitis yang terjadi akibat lemahnya dinding usus
3. Iskemia arteri mesenteric yang memperdarahi usus
4. Syndrome usus iritabel
5. Colitis ulceratif atau radang disertai ulkus pada usus
6. Hemorrhoids atau ambein
7. Fissure anal atau luka pada lubang dubur
8. Penyakit hirschprung (ukuran usus yang sangat besar)
9. Awal kanker usus besar (pada usia > 45 tahun)
10. Idiopatik/tidak diketahui
Penyakit sistemik yang dapat mempengaruhi pergerakan saluran cerna bawah :
1. Diabetes mellitus
2. Multiple sclerosis
3. Hypothyroidism
Kebiasaan yang salah atau stress antara lain :
1. Kebiasaan menahan keinginan buang air besar
2. makanan yang kurang sehat
3. asupan cairan yang kurang (normalnya min. 1,5 liter per hari)
4. cemas yang kronik
5. Stress yang tiba-tiba dan hebat
6. Kurang olah raga
7. Sering mengkonsumsi obat seperti :
- obat mag yang mengandung aluminium atau kalsium
- Antikolinergik
- Obat anti nyeri (analgesic)
8. Penggunaan berlebihan dari obat pencahar
9. Penggunaan narkoba terutama jenis morfin dan turunannya
10. Efek samping dari terapi radiasi atau operasi pada daerah rectum-anus yang mengeni saraf.
Diantara semua penyebab yang ada maka kebiasaan hidup yan salah atau stresslah yang paling sering menimbulkan sembelit tanpa mengurangi kemungkian akibat penyakit pada saluran cerna bawah dan penyakit sistemik.
Bila penyebab sembelit adalah pada saluran cerna atau penyakit sistemik maka pengobatan disesuaikan dengan penyakit yang mendasarinya.
Diterbitkan di: Juni 11, 2010 Updated: Oktober 04, 2010
sumber: http://id.shvoong.com/medicine-and-health/epidemiology-public-health/2012574-susah-buang-air-besar-bab/
Rabu, 05 Januari 2011
Desain Terbaru Sepatu Dr. Martens Dengan Kulit Metalik
Desain Terbaru Sepatu Dr. Martens Dengan Kulit Metalik
Posted on 10 Sep 2009 at 6:19pm
Siapa yang tidak kenal dengan merk yang satu ini. Bahkan di era 90an sepatu ini begitu digandrungi oleh anak-anak muda di Indonesia. Hingga saat ini pun masih banyak penggemar fanatik untuk merk yang satu ini. Bagi anda yang tidak terlalu suka dengan model sepatu Dr. Martens, tunggu dulu, sampai anda melihat seperti apa bentuknya. Saya yakin banyak dari anda yang jatuh cinta dengan produk yang satu ini.
Produk ini diberi nama Raf Simons x Dr. Martens, karena berkolaborasi dengan desainer ternama asal belgia Raf Simons. Sepatu ini memiliki 2 tipe, yaitu 3 hole untuk yang jenis pendek dan 8 hole untuk yang jenis panjang. Yang membuat berbeda dengan model-model sebelumnya adalah selain memiliki warna seperti biasanya, jenis ini juga menggunakan kulit-kulit dengan warna metalik yang unik, sehingga tampil lebih elegan, namun tidak kehilangan sentuhan jiwa muda.
sumber: http://divadivo.net/desain-terbaru-sepatu-dr-martens-dengan-kulit-metalik/
Posted on 10 Sep 2009 at 6:19pm
Siapa yang tidak kenal dengan merk yang satu ini. Bahkan di era 90an sepatu ini begitu digandrungi oleh anak-anak muda di Indonesia. Hingga saat ini pun masih banyak penggemar fanatik untuk merk yang satu ini. Bagi anda yang tidak terlalu suka dengan model sepatu Dr. Martens, tunggu dulu, sampai anda melihat seperti apa bentuknya. Saya yakin banyak dari anda yang jatuh cinta dengan produk yang satu ini.
Produk ini diberi nama Raf Simons x Dr. Martens, karena berkolaborasi dengan desainer ternama asal belgia Raf Simons. Sepatu ini memiliki 2 tipe, yaitu 3 hole untuk yang jenis pendek dan 8 hole untuk yang jenis panjang. Yang membuat berbeda dengan model-model sebelumnya adalah selain memiliki warna seperti biasanya, jenis ini juga menggunakan kulit-kulit dengan warna metalik yang unik, sehingga tampil lebih elegan, namun tidak kehilangan sentuhan jiwa muda.
sumber: http://divadivo.net/desain-terbaru-sepatu-dr-martens-dengan-kulit-metalik/
Wanita dengan Payudara terbesar di Dunia
Wanita dengan Payudara terbesar di Dunia
Houston, Sheyla Hershey, model asal Brazil yang diklaim sebagai pemilik payudara terbesar di dunia. Tapi saat ini ia harus berjuang agar bisa mempertahankan hidupnya akibat komplikasi yang diderita.
Hershey telah 30 kali menjalani operasi plastik untuk pembesaran payudara. Namun setelah ditemukan adanya infeksi Staph yang berat di kedua payudaranya, dokter terpaksa harus melakukan operasi untuk mengeluarkan implan di payudaranya.
Dengan mengeluarkan implan yang di payudaranya, dan ada kemungkinan payudara perempuan berusia 30 tahun ini juga akan diangkat. Hal ini dikarenakan dokter khawatir infeksi yang ada akan masuk ke dalam aliran darahnya sehingga dapat mengancam hidup Hershey.
“Saya mengalami demam yang tinggi dan menyakitkan ditambah dengan saya tidak bisa bernapas dengan benar. Hal itu sungguh mengerikan, saya harus berada di atas tempat tidur sepanjang hari dan tidak bisa bangun,” ujar Hershey, seperti dikutip dari Foxnews, Kamis (15/7/2010).
Pada tahun 2009, Hershey dilaporkan memiliki ukuran payudara 38 KKK dan diberikan penghargaan serta masuk ke dalam Guinness Book of World Records sebagai perempuan dengan payudara terbesar di dunia.
Tapi semakin banyak benda asing yang dimasukan ke dalam tubuh, maka akan semakin banyak masalah yang bisa menghampirinya. Masalah yang umumnya terjadi pada perempuan dengan payudara besar akibat operasi adalah mengalami infeksi, rasa sakit dan juga kontraksi.
Namun keluhan yang paling umum setelah memperbesar payudara adalah mengalami sakit punggung dan leher. Sakit tersebut disebabkan karena tubuh harus menahan gaya gravitasi yang terlalu besar akibat ukuran payudara yang terlalu berat.
Karena itu memiliki ukuran payudara yang terlalu besar bukan akan membuat seseorang terlihat lebih seksi, tapi akan mendatangkan masalah bagi perempuan tersebut.
sumber: http://akhatam.com/wanita-dengan-payudara-terbesar-di-dunia/
Houston, Sheyla Hershey, model asal Brazil yang diklaim sebagai pemilik payudara terbesar di dunia. Tapi saat ini ia harus berjuang agar bisa mempertahankan hidupnya akibat komplikasi yang diderita.
Hershey telah 30 kali menjalani operasi plastik untuk pembesaran payudara. Namun setelah ditemukan adanya infeksi Staph yang berat di kedua payudaranya, dokter terpaksa harus melakukan operasi untuk mengeluarkan implan di payudaranya.
Dengan mengeluarkan implan yang di payudaranya, dan ada kemungkinan payudara perempuan berusia 30 tahun ini juga akan diangkat. Hal ini dikarenakan dokter khawatir infeksi yang ada akan masuk ke dalam aliran darahnya sehingga dapat mengancam hidup Hershey.
“Saya mengalami demam yang tinggi dan menyakitkan ditambah dengan saya tidak bisa bernapas dengan benar. Hal itu sungguh mengerikan, saya harus berada di atas tempat tidur sepanjang hari dan tidak bisa bangun,” ujar Hershey, seperti dikutip dari Foxnews, Kamis (15/7/2010).
Pada tahun 2009, Hershey dilaporkan memiliki ukuran payudara 38 KKK dan diberikan penghargaan serta masuk ke dalam Guinness Book of World Records sebagai perempuan dengan payudara terbesar di dunia.
Tapi semakin banyak benda asing yang dimasukan ke dalam tubuh, maka akan semakin banyak masalah yang bisa menghampirinya. Masalah yang umumnya terjadi pada perempuan dengan payudara besar akibat operasi adalah mengalami infeksi, rasa sakit dan juga kontraksi.
Namun keluhan yang paling umum setelah memperbesar payudara adalah mengalami sakit punggung dan leher. Sakit tersebut disebabkan karena tubuh harus menahan gaya gravitasi yang terlalu besar akibat ukuran payudara yang terlalu berat.
Karena itu memiliki ukuran payudara yang terlalu besar bukan akan membuat seseorang terlihat lebih seksi, tapi akan mendatangkan masalah bagi perempuan tersebut.
sumber: http://akhatam.com/wanita-dengan-payudara-terbesar-di-dunia/
Blackberry Ponsel Radiasi Tertinggi !
Blackberry Ponsel Radiasi Tertinggi !
Blackberry Bold 9700 Onyx adalah Ponsel dengan Radiasi Tertinggi!
Radiasi ponsel sering anggap sebagai penyebab berbagai masalah kesehatan, salah satunya kanker otak. Sebuah riset oleh Environmental Working Group (EWG) menampilkan daftar ponsel dengan tingkat radiasi paling tinggi. dan rendah.
Riset yang dilakukan EWG berfokus hanya pada sejumlah ponsel yang lagi naik daun di pasar USA. Menurut daftar rating radiasi ponsel 2010 tersebut, beberapa ponsel yang menyajikan fitur canggih ternyata memiliki emisi radiasi yang tinggi.
Wirelessandmobilenews terbitkan studi dari EWG yang menobatkan Blackberry Bold 9700 Onyx dan Motorola Droid sebagai ponsel yang memiliki tingkat radiasi paling tinggi. Berikut daftar ponsel beradiasi tinggi yang dilansir EWG .
Daftar Ponsel dengan Radiasi Tinggi
1. Blackberry Bold 9700, AT&T, T-Mobile,1.55 W/kg
2. Motorola Droid, Verizon Wireless, 1.50 W/kg
3. LG Chocolate Touch (VX8575), Verizon Wireless,1.46 W/kg
4. HTC Nexus One by Google, T-Mobile, 1.39 W/kg
5. Apple iPhone 3G S, AT&T, 1.19 W/kg
6. Samsung Instinct HD (SPH-M850), Sprint,1.16 W/kg
7. Motorola CLIQ with MOTOBLUR, T-Mobile,1.10 W/kg
8. Samsung Mythic (SGH-A897), AT&T,1.08 W/kg
9. Pantech Impact, AT&T, 0.92 W/kg
10. Motorola Brute i680, Sprint, 0.86 W/kg
Selama ini kami memang merasa kenapa Blackberry Bold 9700 Onyx kami sering membuat speaker compuetr kami mengeluarkan suara gelombang pada saat dekat dengan computer, padahal Javelin 8900 dan Bold 9000 kami tidak pernah melakukan hal itu. Sekarang terbukti oleh riset Environmental Working Group (EWG)
Daftar Ponsel dengan Radiasi Rendah :
1. Sanyo Katana II [Kajeet]
2. Samsung Rugby (SGH-a837) [AT&T]
3. Blackberry Storm 9530 [Verizon Wireless]
4. Samsung I8000 Omnia II [Verizon Wireless]
5. Samsung Propel Pro (SGH-i627) [AT&T]
6. Samsung SGH-t229 [T-Mobile]
7. Helio Pantech Ocean [Virgin Mobile]
8. Sony Ericsson W518a Walkman [AT&T]
9. Samsung SGH-a137 [AT&T, AT&T GoPhone]
10. LG Shine II [AT&T]
Jadi buat pengguna Blackberry Bold 9700 Onyx (termasuk BerryIndo.com) harus berhati hati menggunakan Blackberry tersebut. Buat user Blackberry Storm 9530 lebih aman :-)
Untuk yang mempertanyakan apakah jumlah radiasi ada pengaruh dengan operator yang disebutkan di daftar yang ada sebutkan AT&T, Verizon Wireless dll… jawaban nya tidak.
Radiasi Blackberry Lainnya
Tentunya, jika jenis Blackberry anda tidak disebut diatas, bukan berarti Blackberry anda aman tanpa radiasi. Karena Blackberry anda belum dicoba! Maka selalu berhati hati dan Baca Tips untuk kurangi bahaya radiasi ponsel Blackberry anda! Baca Radiation Level Blackberry Bold Onyx Tour Curve Storm
Tips Untuk Kurangi Bahaya Radiasi Ponsel Blackberry Anda!
Disini beberapa cara untuk mengurangi bahaya radiasi Ponsel anda:
1. Usahakan jangan letakan ponsel terlalu dekat telingga /otak
2. Gunakan Speaker phone pada saat menggunakan ponsel
3. Gunakan headset / earpiece pada saat berkomikasi
4. Jangan letak ponsel dalam satu ranjang pada saat tidur (ini yang agak susah buat user Blackberry :-) )
5. Usahakan jangan masukan ponsel di kantong, tapi ditas (hanya bisa buat wanita) buat pria mungkin di pasang dekat pinggang daripada kantong
6. Jika akan berbicara lama, gunakan telephone umum daripada ponsel.
Juga baca di Guide to Reduce Mobile Phone Radiation Exposure atau Tips Mengurangi Radiasi Ponsel
Sebenarnya, blackberry user tidak usah panik, karena radiasi tertinggi Blackberry Bold 9700 Onyx = 1.55 W/kg seperti yang di laporkan di Blackberry dengan radiasi tinggi. Walaupun sangat tinggi, angka tersebut masih dibawah limit radiofrequency radiation safety limits (1.6 W/kg) yang di set oleh Federal Communications Commission (FCC).
Anyway, biasanya kami juga menggunakan blackberry untuk Blackberry Messenger, dan Push Email dan jarang gunakan sebagai ponsel voice call bukan? :-) jadi tidak akan dekat dengan telingga kami :-) Ikutilah panduan dan tips tersebut diatas…
Anda punya tips lainnya? Silakan posting di kotak komentar dibawah.
Indahnya Berbagi…
Blackberry News lainnya silakan browse category Blacberry News atau portal Blackberry News
NB: EWG is a nonprofit research organization headquartered in Washington, DC, with offices in Oakland, Ca. and Aimes, IA, that uses the power of information to protect human health and the environment.
Source: Blackberry Ponsel Radiasi Tertinggi ! | BerryIndo.com http://www.berryindo.com/blackberry-ponsel-radiasi-tertinggi/#ixzz1AEt9rK9G
Copyright: www.BerryIndo.com
sumber: http://www.berryindo.com/blackberry-ponsel-radiasi-tertinggi/
Blackberry Bold 9700 Onyx adalah Ponsel dengan Radiasi Tertinggi!
Radiasi ponsel sering anggap sebagai penyebab berbagai masalah kesehatan, salah satunya kanker otak. Sebuah riset oleh Environmental Working Group (EWG) menampilkan daftar ponsel dengan tingkat radiasi paling tinggi. dan rendah.
Riset yang dilakukan EWG berfokus hanya pada sejumlah ponsel yang lagi naik daun di pasar USA. Menurut daftar rating radiasi ponsel 2010 tersebut, beberapa ponsel yang menyajikan fitur canggih ternyata memiliki emisi radiasi yang tinggi.
Wirelessandmobilenews terbitkan studi dari EWG yang menobatkan Blackberry Bold 9700 Onyx dan Motorola Droid sebagai ponsel yang memiliki tingkat radiasi paling tinggi. Berikut daftar ponsel beradiasi tinggi yang dilansir EWG .
Daftar Ponsel dengan Radiasi Tinggi
1. Blackberry Bold 9700, AT&T, T-Mobile,1.55 W/kg
2. Motorola Droid, Verizon Wireless, 1.50 W/kg
3. LG Chocolate Touch (VX8575), Verizon Wireless,1.46 W/kg
4. HTC Nexus One by Google, T-Mobile, 1.39 W/kg
5. Apple iPhone 3G S, AT&T, 1.19 W/kg
6. Samsung Instinct HD (SPH-M850), Sprint,1.16 W/kg
7. Motorola CLIQ with MOTOBLUR, T-Mobile,1.10 W/kg
8. Samsung Mythic (SGH-A897), AT&T,1.08 W/kg
9. Pantech Impact, AT&T, 0.92 W/kg
10. Motorola Brute i680, Sprint, 0.86 W/kg
Selama ini kami memang merasa kenapa Blackberry Bold 9700 Onyx kami sering membuat speaker compuetr kami mengeluarkan suara gelombang pada saat dekat dengan computer, padahal Javelin 8900 dan Bold 9000 kami tidak pernah melakukan hal itu. Sekarang terbukti oleh riset Environmental Working Group (EWG)
Daftar Ponsel dengan Radiasi Rendah :
1. Sanyo Katana II [Kajeet]
2. Samsung Rugby (SGH-a837) [AT&T]
3. Blackberry Storm 9530 [Verizon Wireless]
4. Samsung I8000 Omnia II [Verizon Wireless]
5. Samsung Propel Pro (SGH-i627) [AT&T]
6. Samsung SGH-t229 [T-Mobile]
7. Helio Pantech Ocean [Virgin Mobile]
8. Sony Ericsson W518a Walkman [AT&T]
9. Samsung SGH-a137 [AT&T, AT&T GoPhone]
10. LG Shine II [AT&T]
Jadi buat pengguna Blackberry Bold 9700 Onyx (termasuk BerryIndo.com) harus berhati hati menggunakan Blackberry tersebut. Buat user Blackberry Storm 9530 lebih aman :-)
Untuk yang mempertanyakan apakah jumlah radiasi ada pengaruh dengan operator yang disebutkan di daftar yang ada sebutkan AT&T, Verizon Wireless dll… jawaban nya tidak.
Radiasi Blackberry Lainnya
Tentunya, jika jenis Blackberry anda tidak disebut diatas, bukan berarti Blackberry anda aman tanpa radiasi. Karena Blackberry anda belum dicoba! Maka selalu berhati hati dan Baca Tips untuk kurangi bahaya radiasi ponsel Blackberry anda! Baca Radiation Level Blackberry Bold Onyx Tour Curve Storm
Tips Untuk Kurangi Bahaya Radiasi Ponsel Blackberry Anda!
Disini beberapa cara untuk mengurangi bahaya radiasi Ponsel anda:
1. Usahakan jangan letakan ponsel terlalu dekat telingga /otak
2. Gunakan Speaker phone pada saat menggunakan ponsel
3. Gunakan headset / earpiece pada saat berkomikasi
4. Jangan letak ponsel dalam satu ranjang pada saat tidur (ini yang agak susah buat user Blackberry :-) )
5. Usahakan jangan masukan ponsel di kantong, tapi ditas (hanya bisa buat wanita) buat pria mungkin di pasang dekat pinggang daripada kantong
6. Jika akan berbicara lama, gunakan telephone umum daripada ponsel.
Juga baca di Guide to Reduce Mobile Phone Radiation Exposure atau Tips Mengurangi Radiasi Ponsel
Sebenarnya, blackberry user tidak usah panik, karena radiasi tertinggi Blackberry Bold 9700 Onyx = 1.55 W/kg seperti yang di laporkan di Blackberry dengan radiasi tinggi. Walaupun sangat tinggi, angka tersebut masih dibawah limit radiofrequency radiation safety limits (1.6 W/kg) yang di set oleh Federal Communications Commission (FCC).
Anyway, biasanya kami juga menggunakan blackberry untuk Blackberry Messenger, dan Push Email dan jarang gunakan sebagai ponsel voice call bukan? :-) jadi tidak akan dekat dengan telingga kami :-) Ikutilah panduan dan tips tersebut diatas…
Anda punya tips lainnya? Silakan posting di kotak komentar dibawah.
Indahnya Berbagi…
Blackberry News lainnya silakan browse category Blacberry News atau portal Blackberry News
NB: EWG is a nonprofit research organization headquartered in Washington, DC, with offices in Oakland, Ca. and Aimes, IA, that uses the power of information to protect human health and the environment.
Source: Blackberry Ponsel Radiasi Tertinggi ! | BerryIndo.com http://www.berryindo.com/blackberry-ponsel-radiasi-tertinggi/#ixzz1AEt9rK9G
Copyright: www.BerryIndo.com
sumber: http://www.berryindo.com/blackberry-ponsel-radiasi-tertinggi/
Mengatasi Keputihan dan Gangguan Menstruasi Secara Alami Label: keputihan, menstruasi, alami.
Mengatasi Keputihan dan Gangguan Menstruasi Secara Alami
Label: keputihan, menstruasi, alami.
Ada banyak gangguan kesehatan yang khas dialami oleh perempuan, antara lain adalah keputihan dan gangguan menstruasi. Untuk mengatasinya juga sudah banyak obat - obatan yang disediakan oleh berbagai produsen obat. Tapi jika anda tertarik mencoba dengan cara alami, mungkin alternatif berikut ini bisa anda coba.
Keputihan. Pada kondisi yang normal, vagina dapat mengeluarkan cairan yang berasal dari rahim. Umumnya cairan yang keluar sedikit, jernih, dan tidak berbau. Jika cairan (bukan darah) yang keluar dari vagina berlebihan, keadaan tersebut disebut keputihan.
Selama kehamilan, menjelang menstruasi, pada saat ovulasi, dan akibat rangsangan seksual, vagina cenderung lebih banyak mengeluarkan cairan, gejala tersebut masih termasuk normal. Namun apabila cairan yang keluar berlebihan, terkadang menimbulkan rasa gatal, dan bau tidak sedap maka perlu diwaspadai.
Penyebab keputihan antara lain: infeksi oleh mikroorganisme (jamur Candida albicans, bakteri Neisseria gonorrhoea, parasit Trichomonas vaginalis), gangguan keseimbangan hormon, stres dan kelelahan kronis, peradangan alat kelamin, benda asing dalam vagina, atau merupakan gejala adanya penyakit dalam organ kandungan seperti kanker rahim, dan sebagainya.
Alternatif mengatasi keputihan dengan cara alami menurut Hembing dalam buku yang ditulisnya adalah: 15 lembar daun sirih dicuci dan direbus dengan 2 liter air hingga mendidih, hangat-hangat airnya digunakan untuk mencuci vagina beberapa kali sehari.15 gram kulit delima kering + 10 gram sambiloto kering + 20 gram kunyit (diiris-iris), dicuci bersih lalu direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, airnya diminum 2 kali sehari.
Gangguan Menstruasi. Menstruasi merupakan pendarahan bulanan yang berasal dari pelapis rahim melalui vagina pada wanita yang seksual dewasa dan tidak hamil. Lamanya pendarahan menstruasi rata-rata berlangsung antara 3-5 hari dengan siklus rata-rata 28 hari. Dalam kondisi normal, menstruasi tidak menyebabkan gangguan yang cukup berarti.
Namun pada sebagian wanita, menstruasi terkadang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, bahkan menjadi sangat menyiksa karena rasa sakit yang luar biasa (dymenorrhoea).
Terlambat haid atau menstruasi yang tidak teratur juga patut diwaspadai karena itu berarti telah terjadi abnormalitas pada siklus menstruasi.Rasa nyeri yang timbul selama menstruasi dapat disebabkan oleh berbagai faktor di antaranya faktor ketidakseimbangan hormon, yaitu terjadinya peningkatan sekresi hormon prostaglandin yang dapat menyebabkan kontraksi uterus yang berlebihan.
Menstruasi yang tidak teratur dapat disebabkan karena adanya gangguan hormon ataupun faktor psikis, seperti stress, depresi, dan lain-lain yang dapat mempengaruhi kerja hormon.
Alternatif mengatasi gangguan menstruasi dengan cara alami menurut Hembing dalam buku yang ditulisnya adalah: 30 gram temu lawak (diiris-iris)+ 15 gram bunga mawar merah + 15 gram daun dewa + 10 gram umbi teki kering, semua dicuci bersih dan direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, airnya diminum 2 kali sehari.
sumber: http://www.dechacare.com/Mengatasi-Keputihan-dan-Gangguan-Menstruasi-Secara-Alami-I425.html
Label: keputihan, menstruasi, alami.
Ada banyak gangguan kesehatan yang khas dialami oleh perempuan, antara lain adalah keputihan dan gangguan menstruasi. Untuk mengatasinya juga sudah banyak obat - obatan yang disediakan oleh berbagai produsen obat. Tapi jika anda tertarik mencoba dengan cara alami, mungkin alternatif berikut ini bisa anda coba.
Keputihan. Pada kondisi yang normal, vagina dapat mengeluarkan cairan yang berasal dari rahim. Umumnya cairan yang keluar sedikit, jernih, dan tidak berbau. Jika cairan (bukan darah) yang keluar dari vagina berlebihan, keadaan tersebut disebut keputihan.
Selama kehamilan, menjelang menstruasi, pada saat ovulasi, dan akibat rangsangan seksual, vagina cenderung lebih banyak mengeluarkan cairan, gejala tersebut masih termasuk normal. Namun apabila cairan yang keluar berlebihan, terkadang menimbulkan rasa gatal, dan bau tidak sedap maka perlu diwaspadai.
Penyebab keputihan antara lain: infeksi oleh mikroorganisme (jamur Candida albicans, bakteri Neisseria gonorrhoea, parasit Trichomonas vaginalis), gangguan keseimbangan hormon, stres dan kelelahan kronis, peradangan alat kelamin, benda asing dalam vagina, atau merupakan gejala adanya penyakit dalam organ kandungan seperti kanker rahim, dan sebagainya.
Alternatif mengatasi keputihan dengan cara alami menurut Hembing dalam buku yang ditulisnya adalah: 15 lembar daun sirih dicuci dan direbus dengan 2 liter air hingga mendidih, hangat-hangat airnya digunakan untuk mencuci vagina beberapa kali sehari.15 gram kulit delima kering + 10 gram sambiloto kering + 20 gram kunyit (diiris-iris), dicuci bersih lalu direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, airnya diminum 2 kali sehari.
Gangguan Menstruasi. Menstruasi merupakan pendarahan bulanan yang berasal dari pelapis rahim melalui vagina pada wanita yang seksual dewasa dan tidak hamil. Lamanya pendarahan menstruasi rata-rata berlangsung antara 3-5 hari dengan siklus rata-rata 28 hari. Dalam kondisi normal, menstruasi tidak menyebabkan gangguan yang cukup berarti.
Namun pada sebagian wanita, menstruasi terkadang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, bahkan menjadi sangat menyiksa karena rasa sakit yang luar biasa (dymenorrhoea).
Terlambat haid atau menstruasi yang tidak teratur juga patut diwaspadai karena itu berarti telah terjadi abnormalitas pada siklus menstruasi.Rasa nyeri yang timbul selama menstruasi dapat disebabkan oleh berbagai faktor di antaranya faktor ketidakseimbangan hormon, yaitu terjadinya peningkatan sekresi hormon prostaglandin yang dapat menyebabkan kontraksi uterus yang berlebihan.
Menstruasi yang tidak teratur dapat disebabkan karena adanya gangguan hormon ataupun faktor psikis, seperti stress, depresi, dan lain-lain yang dapat mempengaruhi kerja hormon.
Alternatif mengatasi gangguan menstruasi dengan cara alami menurut Hembing dalam buku yang ditulisnya adalah: 30 gram temu lawak (diiris-iris)+ 15 gram bunga mawar merah + 15 gram daun dewa + 10 gram umbi teki kering, semua dicuci bersih dan direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, airnya diminum 2 kali sehari.
sumber: http://www.dechacare.com/Mengatasi-Keputihan-dan-Gangguan-Menstruasi-Secara-Alami-I425.html
Minggu, 24 Oktober 2010
Proses Dasar dalam Kelompok
Proses Dasar dalam Kelompok
A. Overview proses dasar dalam kelompok
Macam kelompok sosial
Sekolah merupakan salah satu contoh kelompok sosial
Menurut Robert Bierstedt, kelompok memiliki banyak jenis dan dibedakan berdasarkan ada tidaknya organisasi, hubungan sosial antara kelompok, dan kesadaran jenis. Bierstedt kemudian membagi kelompok menjadi empat macam:
Kelompok statistik, yaitu kelompok yang bukan organisasi, tidak memiliki hubungan sosial dan kesadaran jenis di antaranya. Contoh: Kelompok penduduk usia 10-15 tahun di sebuah kecamatan.
Kelompok kemasyarakatan, yaitu kelompk yang memiliki persamaan tetapi tidak mempunyai organisasi dan hubungan sosial di antara anggotanya.
Kelompok sosial, yaitu kelompok yang anggotanya memiliki kesadaran jenis dan berhubungan satu dengan yang lainnya, tetapi tidak terukat dalam ikatan organisasi. Contoh: Kelompok pertemuan, kerabat.
Kelompok asosiasi, yaitu kelompok yang anggotanya mempunyai kesadaran jenis dan ada persamaan kepentingan pribadi maupun kepentingan bersama. Dalam asosiasi, para anggotanya melakukan hubungan sosial, kontak dan komunikasi, serta memiliki ikatan organisasi formal. Contoh: Negara, sekolah.
Faktor pembentuk
Bergabung dengan sebuah kelompok merupakan sesuatu yang murni dari diri sendiri atau juga secara kebetulan. Misalnya, seseorang terlahir dalam keluarga tertentu. Namun, ada juga yang merupakan sebuah pilihan. Dua faktor utama yang tampaknya mengarahkan pilihan tersebut adalah kedekatan dan kesamaan.
Kedekatan
Pengaruh tingkat kedekatan, atau kedekatan geografis, terhadap keterlibatan seseorang dalam sebuah kelompok tidak bisa diukur. Kita membentuk kelompok bermain dengan orang-orang di sekitar kita. Kita bergabung dengan kelompok kegiatan sosial lokal. Kelompok tersusun atas individu-individu yang saling berinteraksi. Semakin dekat jarak geografis antara dua orang, semakin mungkin mereka saling melihat, berbicara, dan bersosialisasi. Singkatnya, kedekatan fisik meningkatkan peluang interaksi dan bentuk kegiatan bersama yang memungkinkan terbentuknya kelompok sosial. Jadi, kedekatan menumbuhkan interaksi, yang memainkan peranan penting terhadap terbentuknya kelompok pertemanan.
Kesamaan
Pembentukan kelompok sosial tidak hanya tergantung pada kedekatan fisik, tetapi juga kesamaan di antara anggota-anggotanya. Sudah menjadi kebiasaan, orang leih suka berhubungan dengan orang yang memiliki kesamaan dengan dirinya. Kesamaan yang dimaksud adalah kesamaan minat, kepercayaan, nilai, usia, tingkat intelejensi, atau karakter-karakter personal lain. Kesamaan juga merupakan faktor utama dalam memilih calon pasangan untuk membentuk kelompok sosial yang disebut keluarga.
Pembentukan norma kelompok
Perilaku kelompok, sebagaimana semua perilaku sosial, sangat dipengaruhi oleh norma-norma yang berlaku dalam kelompok itu. Sebagaimana dalam dunia sosial pada umumnya, kegiatan dalam kelompok tidak muncul secara acak. Setiap kelompok memiliki suatu pandangan tentang perilaku mana yang dianggap pantas untuk dijalankan para anggotanya, dan norma-norma ini mengarahkan interaksi kelompok.
Norma muncul melalui proses interaksi yang perlahan-lahan di antara anggota kelompok. Pada saat seseorang berprilaku tertentu pihak lain menilai kepantasasn atau ketidakpantasan perilaku tersebut, atau menyarankan perilaku alternatif (langsung atau tidak langsung). Norma terbetnuk dari proses akumulatif interaksi kelompok. Jadi, ketika seseorang masuk ke dalam sebuah kelompok, perlahan-lahan akan terbentuk norma, yaitu norma kelompok.
STRUKTUR KELOMPOK
ADA 6 STRUKTUR KELOMPOK:
1..KEPEMIMPINAN FORMAL
2. PERAN
3. NORMA
4. STATUS
5. KOMPOSISI
6 .KEPADUAN
PROSES KELOMPOK
Proses yang berlanjut didalam
kelompok kerja:
1. Pola komunikasi yang digunakan oleh anggota untuk pertukaran informasi
2. Proses keputusan kelompok
3. Prilaku pemimpin
4. Dinamika kekuasaan
5. Interaksi konflik
Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Kelompok_sosial
http://www.scribd.com/doc/19558958/Model-Prilaku-Kelompok
B. Forming: Menjadi sebuah kelompok
Pembentukan kelompok ditinjau dari pandangan sebagai berikut :
psikoanalisis
Pandangan Freud tentang manusia pada dasarnya pesimistik, deterministic, mekanistik, dan reduksionistik. Menururt Freud, manusia dideterminasi oleh kekuatan-kekuatan irasional, motivas-motivasi tak sadar, kebutuhan-kebutuhan dan dorongan-dorongan biologis dan naluriah, dan oleh peristiwa-peristiwa psikoseksual yang terjadi selama lima tahun pertama kehidupan.
Manusia dipandang sebagai sistem energi yang kompleks yang memiliki energi psikis yang diperoleh dari apa yang kita makan dan perilaku manusia ditentukan oleh dorongan-dorongan yang irrasional dan tidak disadari.
Freud juga menekankan pada naluri-naluri. Segenap naluri bersifat bawaan dan biologis. Freud menekankan pada naluri-naluri seksual dan impuls-impuls agresif. Ia melihat tingkah laku sebagai dideterminasi oleh hasrat memperoleh kesenangan dan menghindari kesakitan. Manusia memiliki naluri-naluri kehidupan maupun kematian. Menurut Freud, tujuan segenap kehidupan adalah kematian, kehidupan tidak lain adalah jalan melingkar kearah kematian.
a. Menurut pandangan psikoanalisis, pribadi sehat/ normal adalah:
1. Bila struktur kepribadian berfungsi seimbang pada setiap tahap perkembangan psikoseksual.
2. Pribadi yang sadar karena akan memotivasi orang tersebut untuk bisa menemukan pilihan yang tepat.
b. Sedangkan pribadi sakit/ bermasalah memiliki karakteristik sebagai berikut:
1. Ketidakmampuan untuk memilih kepercayaan pada diri sendiri atau orang lain, merasa takut untuk mencintai, dan menciptakan hubungan yang akrab dan estimasi diri yang rendah.
2. Ketidakmampuan untuk mengenali dan melontarkan rasa permusuhan, amat berang dan benci, pengingkaran adanya kekuatan diri sebagai pribadi dan adanya rasa mandiri.
3. Ketidakmampuan untuk sepenuhnya menerima adanya seksualitas dan gairah yang dimiliki, susahnya menerima dirinya sendiri sebagai laki-laki atau perempuan dan rasa takut akan seksualitas.
4. Tingkah laku bermasalah disebabkan oleh kekacauan dalam berfungsinya individu yang bersumber pada dinamika yang tidak efektif antara id, ego, dan super ego. proses belajar yang tidak benar pada masa kanak-kanak.
Pengaturaan kelompok, bahwa pembentukan kelompok terjadi secara heterogen, artinya anggota tidak terbatas pada jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, etnik, sosial budaya, namun terbatas pada masalah yang sama atau hampir sama. Anggota kelompok dipilih berdasarkan pada konseling individual, yang di situ klien masih memiliki fleksibilitas ego secukupnya. Ini memungkinkan mereka untuk saling berinteraksi secara aktif dan mempermudah terjadinya tritmen kelompok.
1. Kelompok terdiri dari 5-6 orang
2. Anggota kelompok terdiri dari individu yang memiliki masalah hampir sama.
3. Merupakan terapi individu dalam kelompok yang mempunyai orientasi analitik.
4. Perwujudan dinamika kelompok adalah keterlibatan anggota dalam diskusi kelompok, hal ini sengaja dimanfaatkan dan diarahkan untuk tujuan konseling kelompok agar mampu memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan pribadi anggota yang terlibat di dalamnya.
5. Pemimpin mencari terjadinya perubahan tingkah laku menyimpang dalam kelompok dengan menjelaskan proses kelompok setiap kali para anggota memberi respon.
6. Mengarahkan tranferensi dan resistensi kelompok untuk memperoleh dasar perubahan kepribadian anggota.
Psikoanalisa dapat dikatakan sebagai aliran psikologi yang paling dikenal meskipun mungkin tidak dipahami seluruhnya. Namun psikoanalisa juga merupakan aliran psikologi yang unik, tidak sama seperti aliran lainnya. Aliran ini juga yang paling banyak pengaruhnya pada bidang lain di luar psikologi, melalui pemikiran Freud.
Psikoanalisis sampai saaat ini dianggap sebagai salah satu gerakan revolusioner di bidang psikologi yang dimulai dari satu metode penyembuhan penderita sakit mental, hingga menjelma menjadi sebuah konsepsi baru tentang manusia. Hipotesis pokok psikoanalisis menyatakan bahwa tingkah laku manusia sebagian besar ditentukan oleh motif-motif tak sadar, sehingga Freud dijuluki sebagai bapak penjelajah dan pembuat peta ketidaksadaran manusia.
Psikoanalisis adalah cabang ilmu yang dikembangkan oleh Sigmund Freud dan para pengikutnya, sebagai studi fungsi dan perilaku psikologis manusia. Psikoanalisis memiliki tiga penerapan:
1) suatu metoda penelitian dari pikiran
2) suatu ilmu pengetahuan sistematis mengenai perilaku manusia
3) suatu metoda perlakuan terhadap penyakit psikologis atau emosional.
Sumber: http://bariyyah06.blogspot.com/2009/03/konseling-kelompok-psikoanalisis.html
http://wijdan-fauzan.blogspot.com/2009/10/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html
Sosiobiologi
Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan dalam sepanjang sejarahnya telah terbukti mampu membedah dan menganalisis kejadian atau fenomena sosial yang hadir dalam kehidupan masyarakat kita. Hal ini ditandai dengan keberhasilan sosiologi sebagai cabang ilmu, yang tampil ditengah-tengah persaingan pengaruh antara psikologi dan filsafat untuk membedah fenomena sosial. Meski demikian, tak dapat dipungkiri bahwa sosiologi belum seutuhnya mampu melepaskan pengaruh dengan dua cabang ilmu yang telah disebutkan sebelumnya (Ritzer, 2004).
Dalam tugas sebelumnya telah diuraikan, bahwa syarat terpenting dari ilmu pengetahuan adalah mampu membuka atau mempertanyakan realitas yang ada (ontologi) dan mengetahui mengapa realitas itu terjadi (epistimologi). Dengan mempertanyakan kejadian atau fenomena sosial (ontologi) dan mengetahui mengapa fenomena sosial tersebut terjadi (epistimologi), maka sosiologi telah membuktikan dirinya sebagai ilmu pengetahuan sebagaimana cabang ilmu pengetahuan lainnya.
Sebagai ilmu pengetahuan, tentunya sosiologi mempunyai seperangkat teori untuk membuka tabir atas realitas sosial yang terjadi dan memepertanyakan mengapa realitas sosial itu terjadi. Beragam teori pun hadir dengan latar belakang paradigma yang berbeda-beda. Dalam kaitannya dengan itu, kita mengenal beragam teori dalam sosiologi, seperti: teori fungsionalisme struktural, teori konflik, teori interaksionisme simbolik, teori tindakan sosial, dan lain-lain.
Pembentukan teori berawal dari fenomena sebagai gejala atau kejadian yang ditangkap oleh indera manusia, kemudian diabstraksi dengan konsep-konsep. Konsep ialah istilah atau simbol-simbol yang mengandung pengertian singkat dari fenomena. Dikarenakan konsep merupakan simbol-simbol yang nampak dari suatu fenomena, maka ketika konsep tersebut semakin mendasar akan melahirkan apa yang dinamakan variabel. Variabel sendiri dapat diartikan suatu sifat atau jumlah yang mempunyai nilai kategorial, baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Jadi variabel akan berkembang seiring dengan kompleksitas konsep yang dipakai untuk mengetahui fenomena yang hadir.
Untuk menganalisis fenomena atau kejadian sosial, seringkali kita mencoba menghubungkan antara satu konsep dengan konsep lainnya. Keterhubungan antar konsep (relation consept) yang didukung dengan data-data empirik disebut fakta. Tentunya fakta tidak berdiri sendiri, melainkan mempunyai jalinan dengan fakta-fakta yang lainnya. Jalinan fakta inilah yang disebut dengan teori. Atau dengan kata lain teori adalah seperangkat konsep, defenisi, dan proposisi-proposisi yang berhubungan satu sama lain, yang menunjukkan fenomena secara sistematis, dan bertujuan untuk menjelaskan (explanation) dan meramalkan (prediction) fenomen-fenomena.
Tipe teori sosiologi dapat dibedakan ke dalam 4 bagian, yakni:
(1). Mikro-deduktif, yaitu tipe teori sosiologi yang mengkaji berbagai pola pikir dan perilaku yang muncul dalam kelompok-kelompok yang relatif berskala kecil dimana prediksi dan eksplanasinya berangkat dari hukum-hukum atau teori sebelumnya. Dalam tipe ini, satuan analisisnya adalah individu dan kelompok sosial.
(2). Mikro-induktif, yaitu tipe teori sosiologi yang mengkaji berbagai pola pikir dan perilaku yang muncul dalam kelompok-kelompok yang relatif berskala kecil dimana prediksi dan eksplanasinya berangkat dari fakta sosial (emperisme). Adapun tipe analisisnya adalah individu dan kelompok sosial;
(3). Makro-deduktif, yaitu tipe teori sosiologi yang mengkaji berbagai pola sosial berskala besar dimana eksplanasi dan prediksinya berangkat dari hukum-hukum atau teori sebelumnya. Satuan analisis dari tipe teori ini adalah masyarakat sebagai sistem sosial dan dapat pula organisasi sosial; dan
(4). Makro-induktif, yaitu tipe teori sosiologi yang mengkaji berbagai pola sosial berskala besar dimana eksplanasi dan prediksinya berangkat dari fakta sosial (emperisme). Satuan analisisnya adalah masyarakat atau sistem sosial.
Dengan demikian, beragam teori sosiologi yang ada dapat dimasukkan ke dalam empat pembagian teori yang telah disebutkan sebelumnya. Atau dengan kata lain, terdapat empat sel dalam matriks yang akan diisi sesuai dengan pembagian tipe teori sosiologi yang telah disebutkan sebelumnya. Perkembangan teori sosiologi hingga kini banyak tergolong ke dalam tipe teori makro-induktif dan mikro-induktif dibandingkan dengan teori makro-deduktif dan mikro-deduktif. Bukti ini semakin menunjukkan bahwa sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang berangkat dari fakta sosial (empirisme) yang berbeda jauh dengan psikologi sosial dan filsafat sebagai ilmu pengetahuan.
Sumber: http://sofyansjaf.staff.ipb.ac.id/2010/06/09/teori-dan-ragam-tipe-teori-sosiologi/
Proses pertukaran sosial
Keteraturan sosial terbentuk karena ada proses sosial yang dinamakan konformitas, yaitu bentuk interaksi sosial yang di dalamnya seseorang berperilaku terhadap yang lain sesuai dengan harapan kelompok. Sejak lahir seorang anak diajarkan oleh orangtuanya untuk berperilaku sebagaimana jenis kelamin yang dimiliki. Bayi perempuan dan bayi laki-laki diperlakukan secara berbeda, diberi pakaian dengan bentuk dan warna yang berbeda, diberi mainan yang berbeda, dst. Proses pembelajaran demikian dalam studi sosiologi disebut sosialisasi.
Sosialisasi merupakan konsep penting dalam sosiologi, sebab seperti diakatakan Mead, bahwa diri manusia berkembang secara bertahap (preparatory, play stage, game stage, dan generalized other) melalui interaksi dengan anggota masyarakat yang lain. EH Sutherland menyatakan bahwa manusia menjadi jahat atau baik diperoleh memalaui proses belajar.
Sosialisasi berlangsung melalui interaksi sosial seorang individu atau kelompok dengan individu atau kelompok lain, baik yang berlangsung secara equaliter maupun otoriter, secara formal maupun nonformal, secara disadari maupun tidak disadari, di kelompok primer maupun sekundernya. Namun, untuk dapat berinteraksi dan berpartisipasi secara baik dalam kelompok atau masyarakatnya, individu juga harus melakukan sosialisasi. Individu harus mempelajari simbol-simbol dan cara hidup (cara berfikir, berperasaan, dan bertindak) yang berlaku dalam masyarakatnya sehingga ia menjadi wajar atau tidak aneh dan dapat diterima oleh warga lain dalam masyarakatnya.
Agen-agen atau media sosialisasi yang penting antara lain, (1) keluarga, (2) teman sepermainan, (3) lingkungan sekolah, (4) lingkungan kerja, dan (5) media massa. Di lingkungan keluarga peran para significant other (orang penting yang bermakna bagi seseorang), seperti ayah, ibu, kakak, baby sitter, pembantu rumah tangga, dll sangat penting. Kemandirian dan keterampilan sosial lainnya yang sangat penting bagi perkembangan seorang anak, dapat diperoleh melalui pergaulannya dengan teman sepermainan. Di samping mengajarkan tentang keterampilan membaca, menulis, berhitung, cara berfikir kritis dan analistis, rasional dan objektif, lingkungan pendidikan/sekolah juga mengajarkan aturan-aturan tentang kemandirian, prestasi, universalisme, dan spesivisitas.
Peran media massa sebagai agen sosialisasi tidak diragukan lagi. Dari beberapa penelitian ditemukan fakta bahwa sebagian besar waktu anak-anak dan remaja di beberapa kota dihabiskan untuk menonton telivisi, bermain game online, chating, dan berinteraksi antar-sesama melalui blog (web log) seperti face book dan friendster. Ahli media massa menyatakan bahwa media is the message. Homogenisasi (proses menjadi semakin serupanya struktur dan trend berbagai masyarakat dari berbagai belahan bumi) yang merupakan trend global kurang lebih merupakan hasil dari berperannya media massa yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi, khususnya televisi dan internet.
Meskipun sosialisasi telah berlangsung sejak seseorang dilahirkan atau menjadi warga baru suatu masyarakat, tetapi tidak semua orang dapat berhasil dalam proses sosialisasi. Dengan kata lain, tidak semua orang mampu hidup dengan cara-cara yang sesuai dengan harapan sebagaian besar warga masyarakat. Meskipun para anggota masyarakat cenderung konformis, tetapi ada sedikit orang yang perilakunya berbeda atau menyimpang dari kebiasaan-kebiasaan sebagian besar anggota masyarakat. Bentuknya bermacam-macam, mulai dari perilaku yang sekedar aneh, lucu, nyentrik, masih merupakan individual peculiarities, belum lazim karena terlalu maju, sampai dengan perilaku yang benar-benar merusak tatanan sosia, bahkan jahat (crime).
Kepada sebagian kecil warga masyarakat yang berperilaku berbeda atau menyimpang inilah peran mekanisme dari lembaga-lembaga pengendalian sosial, baik yang formal maupun informal, baik melalui cara-cara yang bersifat persuasif ataupun kurasif, preventif maupun kuratif. Pengendalian sosial menurut Durkheim akan merupakan kekuatan yang berasal dari luar individu yang memaksanya untuk bertindak, berperasaan, dan berfikir sebagaimana fakta sosial, melalui diberlakukannya sanksi-sanksi (fisik, ekonomi, maupun mental) baik yang bersifat positif maupun negatif.
Dengan kata lain, keteraturan sosial akan tercipta apabila: (1) dalam struktur sosial terdapat sistem nilai dan norma sosial yang jelas sebagai salah satu unsurnya; jika tidak demikian akan menimbulkan anomie, (2) individu atau kelompok dalam masyarakat mengetahui dan memahami nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku (peran sosialisasi), (3) individu atau kelompok menyesuaikan tindakan-tindakannya dengan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku (internalisasi dan enkulturasi), dan (4) berfungsinya sistem pengendalian sosial (social control).
Sumber: http://www.infodiknas.com/memahami-keteraturan-sosial-melalui-pembelajaran-sosiologi/
Perspektif pertukaran sosial
Tokoh-tokoh yang mengembangkan teori pertukaran sosial antara lain adalah psikolog John Thibaut dan Harlod Kelley (1959), sosiolog George Homans (1961), Richard Emerson (1962), dan Peter Blau (1964). Berdasarkan teori ini, kita masuk ke dalam hubungan pertukaran dengan orang lain karena dari padanya kita memperoleh imbalan. Dengan kata lain hubungan pertukaran dengan orang lain akan menghasilkan suatu imbalan bagi kita. Seperti halnya teori pembelajaran sosial, teori pertukaran sosial pun melihat antara perilaku dengan lingkungan terdapat hubungan yang saling mempengaruhi (reciprocal). Karena lingkungan kita umumnya terdiri atas orang-orang lain, maka kita dan orang-orang lain tersebut dipandang mempunyai perilaku yang saling mempengaruhi Dalam hubungan tersebut terdapat unsur imbalan (reward), pengorbanan (cost) dan keuntungan (profit). Imbalan merupakan segala hal yang diperloleh melalui adanya pengorbanan, pengorbanan merupakan semua hal yang dihindarkan, dan keuntungan adalah imbalan dikurangi oleh pengorbanan. Jadi perilaku sosial terdiri atas pertukaran paling sedikit antar dua orang berdasarkan perhitungan untung-rugi. Misalnya, pola-pola perilaku di tempat kerja, percintaan, perkawinan, persahabatan - hanya akan langgeng manakala kalau semua pihak yang terlibat merasa teruntungkan. Jadi perilaku seseorang dimunculkan karena berdasarkan perhitungannya, akan menguntungkan bagi dirinya, demikian pula sebaliknya jika merugikan maka perilaku tersebut tidak ditampilkan.
Berdasarkan keyakinan tersebut Homans dalam bukunya “Elementary Forms of Social Behavior, 1974 mengeluarkan beberapa proposisi dan salah satunya berbunyi :”Semua tindakan yang dilakukan oleh seseorang, makin sering satu bentuk tindakan tertentu memperoleh imbalan, makin cenderung orang tersebut menampilkan tindakan tertentu tadi “. Proposisi ini secara eksplisit menjelaskan bahwa satu tindakan tertentu akan berulang dilakukan jika ada imbalannya. Proposisi lain yang juga memperkuat proposisi tersebut berbunyi : “Makin tinggi nilai hasil suatu perbuatan bagi seseorang, makin besar pula kemungkinan perbuatan tersebut diulanginya kembali”. Bagi Homans, prinsip dasar pertukaran sosial adalah “distributive justice” - aturan yang mengatakan bahwa sebuah imbalan harus sebanding dengan investasi. Proposisi yang terkenal sehubungan dengan prinsip tersebut berbunyi ” seseorang dalam hubungan pertukaran dengan orang lain akan mengharapkan imbalan yang diterima oleh setiap pihak sebanding dengan pengorbanan yang telah dikeluarkannya - makin tingghi pengorbanan, makin tinggi imbalannya - dan keuntungan yang diterima oleh setiap pihak harus sebanding dengan investasinya - makin tinggi investasi, makin tinggi keuntungan”.
Inti dari teori pembelajaran sosial dan pertukaran sosial adalah perilaku sosial seseorang hanya bisa dijelaskan oleh sesuatu yang bisa diamati, bukan oleh proses mentalistik (black-box). Semua teori yang dipengaruhi oleh perspektif ini menekankan hubungan langsung antara perilaku yang teramati dengan lingkungan.
Sumber: http://lapiyu.blogdetik.com/2009/02/14/perspektif-dalam-psikologi-sosial/
C. Storming: Konflik dalam Kelompok
a) 5 tahap perkembangan konflik dalam kelompok, meliputi:
Disagreement
perlu segera diindentifikasi disagreementnya:
• apakah benar-benar ada atau sekedar kesalahpahaman
• apakah perlu segera ditangani atau terselesaikan sendiri
• jika benar-benar ada dan menyangkut beberapa faktor situasional
minor
Konfrontasi
“Konfrontasi Bukanlah Tempat Untuk Saling Berdebat Mencari Kebenaran, Tapi Tempat Untuk Saling Berendah Hati Mencari Kedamaian.” -Djajendra
Salah satu cara penyelesaian konflik adalah melalui konfrontasi. Konfrontasi dalam konflik artinya setiap pihak yang berkonflik mau berdialog atau berbicara langsung untuk mencari solusi yang bisa menghapus konflik. Konfrontasi harus dilakukan dengan cara-cara yang santun dan saling menghormati. Konfrontasi harus bertujuan untuk menyusun kembali secara bersama-sama benang kusut penyebab konflik. Semua pihak yang berkonflik harus saling mendengar, saling berbicara, saling memaafkan, dan mulai membuat komitmen baru untuk mengakhiri semua konflik dengan perasaan ikhlas.
Eskalasi
pada tahap ini, anggota kelompok menjadi semakin kasar, suka
memaksa, mengancam, sampai pada kekerasan fisik → timbul mosi tidak percaya (distrust), frustasi dan negatif reciprocity.
Proses eskalasi konflik adalah kompleks dan tidak dapat diprediksi. Isu-isu baru dan pihak yang terlibat dalam konflik dan muncul, pertarungan dapat menjadi pilihan taktik dan tujuan. Konflik sekunder dan spiral, kemudian memperburuk situasi.
Deeskalasi
berkurang atau menurunnya konflik anggota mulai sadar waktu dan energi yang terbuang sia-sia dengan berdebat. Tahap perubahan itu dimulai dari perbedaan yang merupakan bagian dari seluruh perkembangan sosial, berkembang melalui bibit-bibit kontradiksi yang mungkin tampak atau bersifat laten, naik lagi melalui proses polarisasi dimana salng pertentangan antar para pihak mulai tampak dan puncaknya adalah pecahnya kekerasan langsung (dirct violence) ataupun perang.
Resolusi
Pendekatan yang paling baik dalam memecahkan konflik adalah KOLABORASI, masalah terpecahkan secara penuh kedua pihak tidak ada yang dirugikan.
Model konflik resolusi : PURE
1. Preparation (persiapan) dengan cara:
* Menceritakan diri anda dengan benar dan jujur
* Memahami pihak lain
2. Understanding (pemahaman)
* Mendengarkan certita mereka (orang lain)
-Dapatkah anda membantu saya memahami keprihatinan saya terhadap anda?
-Penghormatan merupakan bekal untuk didengar
* Menceritaka cerita diri sendiri
-Ceritakan apa yang menganggu anda, gunakan pesan “saya”
-Ekspresi pesan anda tanpa menyerang atau menyalahkan.
3. Resolution
* Menemukan solusi
-Bagaimana kita dapat memecahkan masalah
-Mencari pendapat dan pecahkan masalah
* Menyetujui solusi
-Mana yang sesuai dengan kita, anda dan saya?
-Apakah sudah win-win (kedua belah pihak sama-sama puas, tidak ada yang dirugikan maupun diuntungkan).
4. Ending (penyelesaian)
* Menyetujui tindak lanjut
-Apakah anda yakin dapat kita lakukan?
-Tulis dan tindaklanjuti
*Jabat tangan
-Terimakasih dan mohon maaf.
Sumber: http://menotimika.wordpress.com/2007/07/20/resolusi-konflik/
http://kecerdasanmotivasi.wordpress.com/2010/08/29/manajemen-konflik-konfrontasi- tidak-berarti-melawan/
http://wmc-iainws.com/detail_artikel.php?id=1
b) Penyebab Konflik
Faktor penyebab terjadinya konflik menurut Watershed Compaing adalah:
• Needs – adalah hal-hal yang penting bagi kesejahteraan kita.
• Perceptions – Penginterpretasian kenyataan dengan cara yang berbeda
• Power – Bagaimana orang membuat dan menggunakan kekuasaan
• Values – prinsip atau kepercayaan yang dengan itu kita mempertimbangkan sesuatu
• Feelings and emotions – terlibatnya emosi, pengabaian emosi, atau perbedaan emosi.
Sedangkan Delimunthe (2003) mengidentifikasi penyebab terjadinya konflik dalam tiga kategori, yaitu karateristik individual, beberapa kondisi umum yang muncul diantara orang-orang dan group, serta desain dan struktur organisasi.
Karakteristik Individual
Berikut ini merupakan perbedaan individual antar orang-orang yang mungkin dapat melibatkan seseorang dalam konflik.
• Nilai sikap dan Kepercayaan (Values, Attitude, and Baliefs)
• Kebutuhan dan Kepribadian (Needs and Personality)
• Perbedaan Persepsi (Persptual Differences)
Faktor Situasi
Kondisi umum yang memungkinkan memicu konflik pada suatu organisasi diantaranya:
• Kesempatan dan Kebutuhan Barinteraksi (Opportunity and Need to Interact)
• Kebutuhan untuk Berkonsensus (Need for Consensus)
• Ketergantungan satu pihak kepada Pihak lain (Dependency of One Party to Another)
• Perbedaan Status (Status Differences)
• Rintangan Komunikasi (Communication Barriers)
Faktor Struktur Organisasi
Faktor ini terkait dengan batas-batas tanggung jawab dan Jurisdiksi yang tidak jelas (Ambiguous responsibilites and Jurisdictions)
enurut Anoraga (dalam Saputro, 2003) suatu konflik dapat terjadi karena perbendaan pendapat, salah paham, ada pihak yang dirugikan, dan perasaan sensitif.
1. Perbedaan pendapat
Suatu konflik yang terjadi karena pebedaan pendapat dimana masing-masing pihak merasa dirinya benar, tidak ada yang mau
mengakui kesalahan, dan apabila perbedaan pendapat tersebut amat tajam maka dapat menimbulkan rasa kurang enak, ketegangan dan sebagainya.
2. Salah paham
Salah paham merupakan salah satu hal yang dapat menimbulkan konflik. Misalnya tindakan dari seseorang yang tujuan sebenarnya baik tetapi diterima sebaliknya oleh individu yang lain.
3. Ada pihak yang dirugikan
Tindakan salah satu pihak mungkin dianggap merugikan yang lain atau masing-masing pihak merasa dirugikan pihak lain sehingga seseorang yang dirugikan merasa kurang enak, kurang senang atau bahkan membenci.
4. Perasaan sensitif
Seseorang yang terlalu perasa sehingga sering menyalah artikan tindakan orang lain. Contoh, mungkin tindakan seseorang wajar, tetapi oleh pihak lain dianggap merugikan.
Baron & Byrne (dalam Kusnarwatiningsih, 2007) mengemukakan konflik disebabkan antara lain oleh perebutan sumber daya, pembalasan dendam, atribusi dan kesalahan dalam berkomunikasi. Sedangkan Soetopo (2001) juga mengemukakan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi timbulnya konflik, antara lain: (1) ciri umum dari pihak-pihak yang terlibat dalam konflik; (2) hubungan pihak-pihak yang mengalami konflik sebelum terjadi konflik; (3) sifat masalah yang menimbulkan konflik; (4) lingkungan sosial tempat konflik terjadi; (5) kepentingan pihak-pihak yang terlibat dalam konflik; (6) strategi yang biasa digunakan pihak-pihak yang mengalami konflik; (7) konsekuensi konflik terhadap pihak yang mengalami konflik dan terhadap pihak lain; dan (8) tingkat kematangan pihak-pihak yang berkonflik. Ada enam kategori penting dari kondisi-kondisi pemula (antecedent conditions) yang menjadi penyebab konflik, yaitu: (1) persaingan terhadap sumber-sumber (competition for resources), (2) ketergantungan pekerjaan (task interdependence), (3) kekaburan bidang tugas (jurisdictional ambiguity), (4) problem status (status problem), (5) rintangan komunikasi (communication barriers), dan (6) sifat-sifat individu (individual traits) (Robbins, Walton & Dutton dalam Wexley & Yukl, 1988).
Schmuck (dalam Soetopo dan Supriyanto, 1999) mengemukakan bahwa kategori sumber-sumber konflik ada empat, yaitu (1) adanya perbedaan fungsi dalam organisasi, (2) adanya pertentangan kekuatan antar orang dan subsistem, (3) adanya perbedaan peranan, dan (4) adanya tekanan yang dipaksakan dari luar kepada organisasi.
Sedangkan Handoko (1998) menyatakan bahwa sumber-sumber konflik adalah sebagai berikut.
1. Komunikasi: salah pengertian yang berkenaan dengan kalimat, bahasa yang sulit dimengerti, atau informasi yang mendua dan
tidak lengkap, serta gaya individu manajer yang tidak konsisten.
2. Struktur: pertarungan kekuasaan antar departemen dengan kepentingan-kepentingan atau sistem penilaian yang bertentangan, persaingan untuk memperebutkan sumber-sumber daya yang terbatas, atau saling ketergantungan dua atau lebih kelompok-kelompok kegiatan kerja untuk mencapai tujuan mereka.
3. Pribadi: ketidaksesuaian tujuan atau nilai-nilai sosial pribadi karyawan dengan perilaku yang diperankan pada jabatan mereka,
dan perbedaan dalam nilai-nilai atau persepsi.
sumber: http://lutfifauzan.wordpress.com/2009/10/20/98/
http://www.crayonpedia.org/mw/BAB_6_KONFLIK_SOSIAL
c) Nilai-nilai Konflik
Sasse (1981) mengajukan istilah yang bersinonim maknanya dengan nama conflict style, yaitu cara orang bersikap ketika menghadapi pertentangan. Conflict style ini memiliki kaitan dengan kepribadian. Maka orang yang berbeda akan menggunakan conflict style yang berbeda pada saat mengalami konflik dengan orang lain. Sedangkan Rubin (dalam Farida, 1996) menyatakan bahwa konflik timbul dalam berbagai situasi sosial, baik terjadi dalam diri seseorang individu, antar individu, kelompok, organisasi maupun antar negara. Ada banyak kemungkinan menghadapi konflik yang dikenal dengan istilah manajemen konflik. Konflik yang terjadi pada manusia ada berbagai macam ragamnya, bentuknya, dan jenisnya. Soetopo (1999) mengklasifikasikan jenis konflik, dipandang dari segi materinya menjadi empat, yaitu:
1. Konflik tujuan
Konflik tujuan terjadi jika ada dua tujuan atau yang kompetitif bahkan yang kontradiktif.
2. Konflik peranan
Konflik peranan timbul karena manusia memiliki lebih dari satu peranan dan tiap peranan tidak selalu memiliki kepentingan yang
sama.
3. Konflik nilai
Konflik nilai dapat muncul karena pada dasarnya nilai yang dimiliki setiap individu dalam organisasi tidak sama, sehingga konflik
dapat terjadi antar individu, individu dengan kelompok, kelompok dengan organisasi.
4. Konflik kebijakan
Konflik kebijakan dapat terjadi karena ada ketidaksetujuan individu atau kelompok terhadap perbedaan kebijakan yang dikemuka- kan oleh satu pihak dan kebijakan lainnya.
Konflik dipandang destruktif dan disfungsional bagi individu yang terlibat apabila:
1. Konflik terjadi dalam frekuensi yang tinggi dan menyita sebagian besar kesempatan individu untuk berinteraksi. Ini menandakan bahwa problem tidak diselesaikan secara kuat. Sebaliknya, konflik yang konstruktif terjadi dalam frekuensi yang wajar dan masih memungkinkan individu-individunya berinteraksi secara harmonis.
2. Konflik diekspresikan dalam bentuk agresi seperti ancaman atau paksaan dan terjadi pembesaran konflik baik pembesaran masalah yang menjadi isu konflik maupun peningkatan jumlah individu yang terlibat. Dalam konflik yang konstruktif isu akan tetap terfokus dan dirundingkan melalui proses pemecahan masalah yang saling menguntungkan.
3. Konflik berakhir dengan terputusnya interaksi antara pihak-pihak yang terlibat. Dalam konflik yang konstruktif, kelangsungan hubungan antara pihak-pihak yang terlibat akan tetap terjaga. Sedangkan Handoko (1984) membagi konflik menjadi 5 jenis yaitu: (1) konflik dari dalam individu, (2) konflik antar individu dalam organisasi yang sama, (3) konflik antar individu dalam kelompok, (4) konflik antara kelompok dalam organisasi, (5) konflik antar organisasi.
Berbeda dengan pendapat diatas Mulyasa (2003) membagi konflik berdasarkan tingkatannya menjadi enam yaitu: (1) konflik intrapersonal, (2) konflik interpersonal, (3) konflik intragroup, (4) konflik intergroup, (5) konflik intraorganisasi, dan (6) konflik interorganisasi. Menurut Dahrendorf (1986), konflik dibedakan menjadi 4 macam: (1) konflik antara atau dalam peran sosial (intrapribadi), misalnya antara peranan-peranan dalam keluarga atau profesi (konflik peran (role); (2) konflik antara kelompok-kelompok sosial (antar keluarga, antar gank); (3) konflik kelompok terorganisir dan tidak terorganisir (polisi melawan massa); dan (4) konflik antar satuan nasional (perang saudara). Hasil dari sebuah konflik adalah sebagai berikut: (1) meningkatkan solidaritas sesama anggota kelompok (in-group) yang mengalami konflik dengan kelompok lain; (2) keretakan hubungan antar kelompok yang bertikai; (3) perubahan kepribadian pada individu, misalnya timbul nya rasa dendam, benci, saling curiga dan sebagainya; (4) kerusakan harta benda dan hilangnya jiwa manusia; dan (5) dominasi bahkan penaklukan salah satu pihak yang terlibat dalam konflik.
Para pakar teori konflik mengklaim bahwa pihak-pihak yang berkonflik dapat memghasilkan respon terhadap konflik menurut sebuah skema dua-dimensi; pengertian terhadap hasil tujuan kita dan pengertian terhadap hasil tujuan pihak lainnya. Skema ini akan menghasilkan hipotesa sebagai berikut.
1. Pengertian yang tinggi untuk hasil kedua belah pihak akan menghasilkan percobaan untuk mencari jalan keluar yang terbaik.
2. Pengertian yang tinggi untuk hasil kita sendiri hanya akan menghasilkan percobaan untuk "memenangkan" konflik.
3. Pengertian yang tinggi untuk hasil pihak lain hanya akan menghasilkan percobaan yang memberikan "kemenangan" konflik bagi pihak tersebut.
4. Tiada pengertian untuk kedua belah pihak akan menghasilkan percobaan untuk menghindari konflik.
Sumber: http://www.crayonpedia.org/mw/BAB_6_KONFLIK_SOSIAL
A. Overview proses dasar dalam kelompok
Macam kelompok sosial
Sekolah merupakan salah satu contoh kelompok sosial
Menurut Robert Bierstedt, kelompok memiliki banyak jenis dan dibedakan berdasarkan ada tidaknya organisasi, hubungan sosial antara kelompok, dan kesadaran jenis. Bierstedt kemudian membagi kelompok menjadi empat macam:
Kelompok statistik, yaitu kelompok yang bukan organisasi, tidak memiliki hubungan sosial dan kesadaran jenis di antaranya. Contoh: Kelompok penduduk usia 10-15 tahun di sebuah kecamatan.
Kelompok kemasyarakatan, yaitu kelompk yang memiliki persamaan tetapi tidak mempunyai organisasi dan hubungan sosial di antara anggotanya.
Kelompok sosial, yaitu kelompok yang anggotanya memiliki kesadaran jenis dan berhubungan satu dengan yang lainnya, tetapi tidak terukat dalam ikatan organisasi. Contoh: Kelompok pertemuan, kerabat.
Kelompok asosiasi, yaitu kelompok yang anggotanya mempunyai kesadaran jenis dan ada persamaan kepentingan pribadi maupun kepentingan bersama. Dalam asosiasi, para anggotanya melakukan hubungan sosial, kontak dan komunikasi, serta memiliki ikatan organisasi formal. Contoh: Negara, sekolah.
Faktor pembentuk
Bergabung dengan sebuah kelompok merupakan sesuatu yang murni dari diri sendiri atau juga secara kebetulan. Misalnya, seseorang terlahir dalam keluarga tertentu. Namun, ada juga yang merupakan sebuah pilihan. Dua faktor utama yang tampaknya mengarahkan pilihan tersebut adalah kedekatan dan kesamaan.
Kedekatan
Pengaruh tingkat kedekatan, atau kedekatan geografis, terhadap keterlibatan seseorang dalam sebuah kelompok tidak bisa diukur. Kita membentuk kelompok bermain dengan orang-orang di sekitar kita. Kita bergabung dengan kelompok kegiatan sosial lokal. Kelompok tersusun atas individu-individu yang saling berinteraksi. Semakin dekat jarak geografis antara dua orang, semakin mungkin mereka saling melihat, berbicara, dan bersosialisasi. Singkatnya, kedekatan fisik meningkatkan peluang interaksi dan bentuk kegiatan bersama yang memungkinkan terbentuknya kelompok sosial. Jadi, kedekatan menumbuhkan interaksi, yang memainkan peranan penting terhadap terbentuknya kelompok pertemanan.
Kesamaan
Pembentukan kelompok sosial tidak hanya tergantung pada kedekatan fisik, tetapi juga kesamaan di antara anggota-anggotanya. Sudah menjadi kebiasaan, orang leih suka berhubungan dengan orang yang memiliki kesamaan dengan dirinya. Kesamaan yang dimaksud adalah kesamaan minat, kepercayaan, nilai, usia, tingkat intelejensi, atau karakter-karakter personal lain. Kesamaan juga merupakan faktor utama dalam memilih calon pasangan untuk membentuk kelompok sosial yang disebut keluarga.
Pembentukan norma kelompok
Perilaku kelompok, sebagaimana semua perilaku sosial, sangat dipengaruhi oleh norma-norma yang berlaku dalam kelompok itu. Sebagaimana dalam dunia sosial pada umumnya, kegiatan dalam kelompok tidak muncul secara acak. Setiap kelompok memiliki suatu pandangan tentang perilaku mana yang dianggap pantas untuk dijalankan para anggotanya, dan norma-norma ini mengarahkan interaksi kelompok.
Norma muncul melalui proses interaksi yang perlahan-lahan di antara anggota kelompok. Pada saat seseorang berprilaku tertentu pihak lain menilai kepantasasn atau ketidakpantasan perilaku tersebut, atau menyarankan perilaku alternatif (langsung atau tidak langsung). Norma terbetnuk dari proses akumulatif interaksi kelompok. Jadi, ketika seseorang masuk ke dalam sebuah kelompok, perlahan-lahan akan terbentuk norma, yaitu norma kelompok.
STRUKTUR KELOMPOK
ADA 6 STRUKTUR KELOMPOK:
1..KEPEMIMPINAN FORMAL
2. PERAN
3. NORMA
4. STATUS
5. KOMPOSISI
6 .KEPADUAN
PROSES KELOMPOK
Proses yang berlanjut didalam
kelompok kerja:
1. Pola komunikasi yang digunakan oleh anggota untuk pertukaran informasi
2. Proses keputusan kelompok
3. Prilaku pemimpin
4. Dinamika kekuasaan
5. Interaksi konflik
Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Kelompok_sosial
http://www.scribd.com/doc/19558958/Model-Prilaku-Kelompok
B. Forming: Menjadi sebuah kelompok
Pembentukan kelompok ditinjau dari pandangan sebagai berikut :
psikoanalisis
Pandangan Freud tentang manusia pada dasarnya pesimistik, deterministic, mekanistik, dan reduksionistik. Menururt Freud, manusia dideterminasi oleh kekuatan-kekuatan irasional, motivas-motivasi tak sadar, kebutuhan-kebutuhan dan dorongan-dorongan biologis dan naluriah, dan oleh peristiwa-peristiwa psikoseksual yang terjadi selama lima tahun pertama kehidupan.
Manusia dipandang sebagai sistem energi yang kompleks yang memiliki energi psikis yang diperoleh dari apa yang kita makan dan perilaku manusia ditentukan oleh dorongan-dorongan yang irrasional dan tidak disadari.
Freud juga menekankan pada naluri-naluri. Segenap naluri bersifat bawaan dan biologis. Freud menekankan pada naluri-naluri seksual dan impuls-impuls agresif. Ia melihat tingkah laku sebagai dideterminasi oleh hasrat memperoleh kesenangan dan menghindari kesakitan. Manusia memiliki naluri-naluri kehidupan maupun kematian. Menurut Freud, tujuan segenap kehidupan adalah kematian, kehidupan tidak lain adalah jalan melingkar kearah kematian.
a. Menurut pandangan psikoanalisis, pribadi sehat/ normal adalah:
1. Bila struktur kepribadian berfungsi seimbang pada setiap tahap perkembangan psikoseksual.
2. Pribadi yang sadar karena akan memotivasi orang tersebut untuk bisa menemukan pilihan yang tepat.
b. Sedangkan pribadi sakit/ bermasalah memiliki karakteristik sebagai berikut:
1. Ketidakmampuan untuk memilih kepercayaan pada diri sendiri atau orang lain, merasa takut untuk mencintai, dan menciptakan hubungan yang akrab dan estimasi diri yang rendah.
2. Ketidakmampuan untuk mengenali dan melontarkan rasa permusuhan, amat berang dan benci, pengingkaran adanya kekuatan diri sebagai pribadi dan adanya rasa mandiri.
3. Ketidakmampuan untuk sepenuhnya menerima adanya seksualitas dan gairah yang dimiliki, susahnya menerima dirinya sendiri sebagai laki-laki atau perempuan dan rasa takut akan seksualitas.
4. Tingkah laku bermasalah disebabkan oleh kekacauan dalam berfungsinya individu yang bersumber pada dinamika yang tidak efektif antara id, ego, dan super ego. proses belajar yang tidak benar pada masa kanak-kanak.
Pengaturaan kelompok, bahwa pembentukan kelompok terjadi secara heterogen, artinya anggota tidak terbatas pada jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, etnik, sosial budaya, namun terbatas pada masalah yang sama atau hampir sama. Anggota kelompok dipilih berdasarkan pada konseling individual, yang di situ klien masih memiliki fleksibilitas ego secukupnya. Ini memungkinkan mereka untuk saling berinteraksi secara aktif dan mempermudah terjadinya tritmen kelompok.
1. Kelompok terdiri dari 5-6 orang
2. Anggota kelompok terdiri dari individu yang memiliki masalah hampir sama.
3. Merupakan terapi individu dalam kelompok yang mempunyai orientasi analitik.
4. Perwujudan dinamika kelompok adalah keterlibatan anggota dalam diskusi kelompok, hal ini sengaja dimanfaatkan dan diarahkan untuk tujuan konseling kelompok agar mampu memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan pribadi anggota yang terlibat di dalamnya.
5. Pemimpin mencari terjadinya perubahan tingkah laku menyimpang dalam kelompok dengan menjelaskan proses kelompok setiap kali para anggota memberi respon.
6. Mengarahkan tranferensi dan resistensi kelompok untuk memperoleh dasar perubahan kepribadian anggota.
Psikoanalisa dapat dikatakan sebagai aliran psikologi yang paling dikenal meskipun mungkin tidak dipahami seluruhnya. Namun psikoanalisa juga merupakan aliran psikologi yang unik, tidak sama seperti aliran lainnya. Aliran ini juga yang paling banyak pengaruhnya pada bidang lain di luar psikologi, melalui pemikiran Freud.
Psikoanalisis sampai saaat ini dianggap sebagai salah satu gerakan revolusioner di bidang psikologi yang dimulai dari satu metode penyembuhan penderita sakit mental, hingga menjelma menjadi sebuah konsepsi baru tentang manusia. Hipotesis pokok psikoanalisis menyatakan bahwa tingkah laku manusia sebagian besar ditentukan oleh motif-motif tak sadar, sehingga Freud dijuluki sebagai bapak penjelajah dan pembuat peta ketidaksadaran manusia.
Psikoanalisis adalah cabang ilmu yang dikembangkan oleh Sigmund Freud dan para pengikutnya, sebagai studi fungsi dan perilaku psikologis manusia. Psikoanalisis memiliki tiga penerapan:
1) suatu metoda penelitian dari pikiran
2) suatu ilmu pengetahuan sistematis mengenai perilaku manusia
3) suatu metoda perlakuan terhadap penyakit psikologis atau emosional.
Sumber: http://bariyyah06.blogspot.com/2009/03/konseling-kelompok-psikoanalisis.html
http://wijdan-fauzan.blogspot.com/2009/10/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html
Sosiobiologi
Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan dalam sepanjang sejarahnya telah terbukti mampu membedah dan menganalisis kejadian atau fenomena sosial yang hadir dalam kehidupan masyarakat kita. Hal ini ditandai dengan keberhasilan sosiologi sebagai cabang ilmu, yang tampil ditengah-tengah persaingan pengaruh antara psikologi dan filsafat untuk membedah fenomena sosial. Meski demikian, tak dapat dipungkiri bahwa sosiologi belum seutuhnya mampu melepaskan pengaruh dengan dua cabang ilmu yang telah disebutkan sebelumnya (Ritzer, 2004).
Dalam tugas sebelumnya telah diuraikan, bahwa syarat terpenting dari ilmu pengetahuan adalah mampu membuka atau mempertanyakan realitas yang ada (ontologi) dan mengetahui mengapa realitas itu terjadi (epistimologi). Dengan mempertanyakan kejadian atau fenomena sosial (ontologi) dan mengetahui mengapa fenomena sosial tersebut terjadi (epistimologi), maka sosiologi telah membuktikan dirinya sebagai ilmu pengetahuan sebagaimana cabang ilmu pengetahuan lainnya.
Sebagai ilmu pengetahuan, tentunya sosiologi mempunyai seperangkat teori untuk membuka tabir atas realitas sosial yang terjadi dan memepertanyakan mengapa realitas sosial itu terjadi. Beragam teori pun hadir dengan latar belakang paradigma yang berbeda-beda. Dalam kaitannya dengan itu, kita mengenal beragam teori dalam sosiologi, seperti: teori fungsionalisme struktural, teori konflik, teori interaksionisme simbolik, teori tindakan sosial, dan lain-lain.
Pembentukan teori berawal dari fenomena sebagai gejala atau kejadian yang ditangkap oleh indera manusia, kemudian diabstraksi dengan konsep-konsep. Konsep ialah istilah atau simbol-simbol yang mengandung pengertian singkat dari fenomena. Dikarenakan konsep merupakan simbol-simbol yang nampak dari suatu fenomena, maka ketika konsep tersebut semakin mendasar akan melahirkan apa yang dinamakan variabel. Variabel sendiri dapat diartikan suatu sifat atau jumlah yang mempunyai nilai kategorial, baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Jadi variabel akan berkembang seiring dengan kompleksitas konsep yang dipakai untuk mengetahui fenomena yang hadir.
Untuk menganalisis fenomena atau kejadian sosial, seringkali kita mencoba menghubungkan antara satu konsep dengan konsep lainnya. Keterhubungan antar konsep (relation consept) yang didukung dengan data-data empirik disebut fakta. Tentunya fakta tidak berdiri sendiri, melainkan mempunyai jalinan dengan fakta-fakta yang lainnya. Jalinan fakta inilah yang disebut dengan teori. Atau dengan kata lain teori adalah seperangkat konsep, defenisi, dan proposisi-proposisi yang berhubungan satu sama lain, yang menunjukkan fenomena secara sistematis, dan bertujuan untuk menjelaskan (explanation) dan meramalkan (prediction) fenomen-fenomena.
Tipe teori sosiologi dapat dibedakan ke dalam 4 bagian, yakni:
(1). Mikro-deduktif, yaitu tipe teori sosiologi yang mengkaji berbagai pola pikir dan perilaku yang muncul dalam kelompok-kelompok yang relatif berskala kecil dimana prediksi dan eksplanasinya berangkat dari hukum-hukum atau teori sebelumnya. Dalam tipe ini, satuan analisisnya adalah individu dan kelompok sosial.
(2). Mikro-induktif, yaitu tipe teori sosiologi yang mengkaji berbagai pola pikir dan perilaku yang muncul dalam kelompok-kelompok yang relatif berskala kecil dimana prediksi dan eksplanasinya berangkat dari fakta sosial (emperisme). Adapun tipe analisisnya adalah individu dan kelompok sosial;
(3). Makro-deduktif, yaitu tipe teori sosiologi yang mengkaji berbagai pola sosial berskala besar dimana eksplanasi dan prediksinya berangkat dari hukum-hukum atau teori sebelumnya. Satuan analisis dari tipe teori ini adalah masyarakat sebagai sistem sosial dan dapat pula organisasi sosial; dan
(4). Makro-induktif, yaitu tipe teori sosiologi yang mengkaji berbagai pola sosial berskala besar dimana eksplanasi dan prediksinya berangkat dari fakta sosial (emperisme). Satuan analisisnya adalah masyarakat atau sistem sosial.
Dengan demikian, beragam teori sosiologi yang ada dapat dimasukkan ke dalam empat pembagian teori yang telah disebutkan sebelumnya. Atau dengan kata lain, terdapat empat sel dalam matriks yang akan diisi sesuai dengan pembagian tipe teori sosiologi yang telah disebutkan sebelumnya. Perkembangan teori sosiologi hingga kini banyak tergolong ke dalam tipe teori makro-induktif dan mikro-induktif dibandingkan dengan teori makro-deduktif dan mikro-deduktif. Bukti ini semakin menunjukkan bahwa sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang berangkat dari fakta sosial (empirisme) yang berbeda jauh dengan psikologi sosial dan filsafat sebagai ilmu pengetahuan.
Sumber: http://sofyansjaf.staff.ipb.ac.id/2010/06/09/teori-dan-ragam-tipe-teori-sosiologi/
Proses pertukaran sosial
Keteraturan sosial terbentuk karena ada proses sosial yang dinamakan konformitas, yaitu bentuk interaksi sosial yang di dalamnya seseorang berperilaku terhadap yang lain sesuai dengan harapan kelompok. Sejak lahir seorang anak diajarkan oleh orangtuanya untuk berperilaku sebagaimana jenis kelamin yang dimiliki. Bayi perempuan dan bayi laki-laki diperlakukan secara berbeda, diberi pakaian dengan bentuk dan warna yang berbeda, diberi mainan yang berbeda, dst. Proses pembelajaran demikian dalam studi sosiologi disebut sosialisasi.
Sosialisasi merupakan konsep penting dalam sosiologi, sebab seperti diakatakan Mead, bahwa diri manusia berkembang secara bertahap (preparatory, play stage, game stage, dan generalized other) melalui interaksi dengan anggota masyarakat yang lain. EH Sutherland menyatakan bahwa manusia menjadi jahat atau baik diperoleh memalaui proses belajar.
Sosialisasi berlangsung melalui interaksi sosial seorang individu atau kelompok dengan individu atau kelompok lain, baik yang berlangsung secara equaliter maupun otoriter, secara formal maupun nonformal, secara disadari maupun tidak disadari, di kelompok primer maupun sekundernya. Namun, untuk dapat berinteraksi dan berpartisipasi secara baik dalam kelompok atau masyarakatnya, individu juga harus melakukan sosialisasi. Individu harus mempelajari simbol-simbol dan cara hidup (cara berfikir, berperasaan, dan bertindak) yang berlaku dalam masyarakatnya sehingga ia menjadi wajar atau tidak aneh dan dapat diterima oleh warga lain dalam masyarakatnya.
Agen-agen atau media sosialisasi yang penting antara lain, (1) keluarga, (2) teman sepermainan, (3) lingkungan sekolah, (4) lingkungan kerja, dan (5) media massa. Di lingkungan keluarga peran para significant other (orang penting yang bermakna bagi seseorang), seperti ayah, ibu, kakak, baby sitter, pembantu rumah tangga, dll sangat penting. Kemandirian dan keterampilan sosial lainnya yang sangat penting bagi perkembangan seorang anak, dapat diperoleh melalui pergaulannya dengan teman sepermainan. Di samping mengajarkan tentang keterampilan membaca, menulis, berhitung, cara berfikir kritis dan analistis, rasional dan objektif, lingkungan pendidikan/sekolah juga mengajarkan aturan-aturan tentang kemandirian, prestasi, universalisme, dan spesivisitas.
Peran media massa sebagai agen sosialisasi tidak diragukan lagi. Dari beberapa penelitian ditemukan fakta bahwa sebagian besar waktu anak-anak dan remaja di beberapa kota dihabiskan untuk menonton telivisi, bermain game online, chating, dan berinteraksi antar-sesama melalui blog (web log) seperti face book dan friendster. Ahli media massa menyatakan bahwa media is the message. Homogenisasi (proses menjadi semakin serupanya struktur dan trend berbagai masyarakat dari berbagai belahan bumi) yang merupakan trend global kurang lebih merupakan hasil dari berperannya media massa yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi, khususnya televisi dan internet.
Meskipun sosialisasi telah berlangsung sejak seseorang dilahirkan atau menjadi warga baru suatu masyarakat, tetapi tidak semua orang dapat berhasil dalam proses sosialisasi. Dengan kata lain, tidak semua orang mampu hidup dengan cara-cara yang sesuai dengan harapan sebagaian besar warga masyarakat. Meskipun para anggota masyarakat cenderung konformis, tetapi ada sedikit orang yang perilakunya berbeda atau menyimpang dari kebiasaan-kebiasaan sebagian besar anggota masyarakat. Bentuknya bermacam-macam, mulai dari perilaku yang sekedar aneh, lucu, nyentrik, masih merupakan individual peculiarities, belum lazim karena terlalu maju, sampai dengan perilaku yang benar-benar merusak tatanan sosia, bahkan jahat (crime).
Kepada sebagian kecil warga masyarakat yang berperilaku berbeda atau menyimpang inilah peran mekanisme dari lembaga-lembaga pengendalian sosial, baik yang formal maupun informal, baik melalui cara-cara yang bersifat persuasif ataupun kurasif, preventif maupun kuratif. Pengendalian sosial menurut Durkheim akan merupakan kekuatan yang berasal dari luar individu yang memaksanya untuk bertindak, berperasaan, dan berfikir sebagaimana fakta sosial, melalui diberlakukannya sanksi-sanksi (fisik, ekonomi, maupun mental) baik yang bersifat positif maupun negatif.
Dengan kata lain, keteraturan sosial akan tercipta apabila: (1) dalam struktur sosial terdapat sistem nilai dan norma sosial yang jelas sebagai salah satu unsurnya; jika tidak demikian akan menimbulkan anomie, (2) individu atau kelompok dalam masyarakat mengetahui dan memahami nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku (peran sosialisasi), (3) individu atau kelompok menyesuaikan tindakan-tindakannya dengan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku (internalisasi dan enkulturasi), dan (4) berfungsinya sistem pengendalian sosial (social control).
Sumber: http://www.infodiknas.com/memahami-keteraturan-sosial-melalui-pembelajaran-sosiologi/
Perspektif pertukaran sosial
Tokoh-tokoh yang mengembangkan teori pertukaran sosial antara lain adalah psikolog John Thibaut dan Harlod Kelley (1959), sosiolog George Homans (1961), Richard Emerson (1962), dan Peter Blau (1964). Berdasarkan teori ini, kita masuk ke dalam hubungan pertukaran dengan orang lain karena dari padanya kita memperoleh imbalan. Dengan kata lain hubungan pertukaran dengan orang lain akan menghasilkan suatu imbalan bagi kita. Seperti halnya teori pembelajaran sosial, teori pertukaran sosial pun melihat antara perilaku dengan lingkungan terdapat hubungan yang saling mempengaruhi (reciprocal). Karena lingkungan kita umumnya terdiri atas orang-orang lain, maka kita dan orang-orang lain tersebut dipandang mempunyai perilaku yang saling mempengaruhi Dalam hubungan tersebut terdapat unsur imbalan (reward), pengorbanan (cost) dan keuntungan (profit). Imbalan merupakan segala hal yang diperloleh melalui adanya pengorbanan, pengorbanan merupakan semua hal yang dihindarkan, dan keuntungan adalah imbalan dikurangi oleh pengorbanan. Jadi perilaku sosial terdiri atas pertukaran paling sedikit antar dua orang berdasarkan perhitungan untung-rugi. Misalnya, pola-pola perilaku di tempat kerja, percintaan, perkawinan, persahabatan - hanya akan langgeng manakala kalau semua pihak yang terlibat merasa teruntungkan. Jadi perilaku seseorang dimunculkan karena berdasarkan perhitungannya, akan menguntungkan bagi dirinya, demikian pula sebaliknya jika merugikan maka perilaku tersebut tidak ditampilkan.
Berdasarkan keyakinan tersebut Homans dalam bukunya “Elementary Forms of Social Behavior, 1974 mengeluarkan beberapa proposisi dan salah satunya berbunyi :”Semua tindakan yang dilakukan oleh seseorang, makin sering satu bentuk tindakan tertentu memperoleh imbalan, makin cenderung orang tersebut menampilkan tindakan tertentu tadi “. Proposisi ini secara eksplisit menjelaskan bahwa satu tindakan tertentu akan berulang dilakukan jika ada imbalannya. Proposisi lain yang juga memperkuat proposisi tersebut berbunyi : “Makin tinggi nilai hasil suatu perbuatan bagi seseorang, makin besar pula kemungkinan perbuatan tersebut diulanginya kembali”. Bagi Homans, prinsip dasar pertukaran sosial adalah “distributive justice” - aturan yang mengatakan bahwa sebuah imbalan harus sebanding dengan investasi. Proposisi yang terkenal sehubungan dengan prinsip tersebut berbunyi ” seseorang dalam hubungan pertukaran dengan orang lain akan mengharapkan imbalan yang diterima oleh setiap pihak sebanding dengan pengorbanan yang telah dikeluarkannya - makin tingghi pengorbanan, makin tinggi imbalannya - dan keuntungan yang diterima oleh setiap pihak harus sebanding dengan investasinya - makin tinggi investasi, makin tinggi keuntungan”.
Inti dari teori pembelajaran sosial dan pertukaran sosial adalah perilaku sosial seseorang hanya bisa dijelaskan oleh sesuatu yang bisa diamati, bukan oleh proses mentalistik (black-box). Semua teori yang dipengaruhi oleh perspektif ini menekankan hubungan langsung antara perilaku yang teramati dengan lingkungan.
Sumber: http://lapiyu.blogdetik.com/2009/02/14/perspektif-dalam-psikologi-sosial/
C. Storming: Konflik dalam Kelompok
a) 5 tahap perkembangan konflik dalam kelompok, meliputi:
Disagreement
perlu segera diindentifikasi disagreementnya:
• apakah benar-benar ada atau sekedar kesalahpahaman
• apakah perlu segera ditangani atau terselesaikan sendiri
• jika benar-benar ada dan menyangkut beberapa faktor situasional
minor
Konfrontasi
“Konfrontasi Bukanlah Tempat Untuk Saling Berdebat Mencari Kebenaran, Tapi Tempat Untuk Saling Berendah Hati Mencari Kedamaian.” -Djajendra
Salah satu cara penyelesaian konflik adalah melalui konfrontasi. Konfrontasi dalam konflik artinya setiap pihak yang berkonflik mau berdialog atau berbicara langsung untuk mencari solusi yang bisa menghapus konflik. Konfrontasi harus dilakukan dengan cara-cara yang santun dan saling menghormati. Konfrontasi harus bertujuan untuk menyusun kembali secara bersama-sama benang kusut penyebab konflik. Semua pihak yang berkonflik harus saling mendengar, saling berbicara, saling memaafkan, dan mulai membuat komitmen baru untuk mengakhiri semua konflik dengan perasaan ikhlas.
Eskalasi
pada tahap ini, anggota kelompok menjadi semakin kasar, suka
memaksa, mengancam, sampai pada kekerasan fisik → timbul mosi tidak percaya (distrust), frustasi dan negatif reciprocity.
Proses eskalasi konflik adalah kompleks dan tidak dapat diprediksi. Isu-isu baru dan pihak yang terlibat dalam konflik dan muncul, pertarungan dapat menjadi pilihan taktik dan tujuan. Konflik sekunder dan spiral, kemudian memperburuk situasi.
Deeskalasi
berkurang atau menurunnya konflik anggota mulai sadar waktu dan energi yang terbuang sia-sia dengan berdebat. Tahap perubahan itu dimulai dari perbedaan yang merupakan bagian dari seluruh perkembangan sosial, berkembang melalui bibit-bibit kontradiksi yang mungkin tampak atau bersifat laten, naik lagi melalui proses polarisasi dimana salng pertentangan antar para pihak mulai tampak dan puncaknya adalah pecahnya kekerasan langsung (dirct violence) ataupun perang.
Resolusi
Pendekatan yang paling baik dalam memecahkan konflik adalah KOLABORASI, masalah terpecahkan secara penuh kedua pihak tidak ada yang dirugikan.
Model konflik resolusi : PURE
1. Preparation (persiapan) dengan cara:
* Menceritakan diri anda dengan benar dan jujur
* Memahami pihak lain
2. Understanding (pemahaman)
* Mendengarkan certita mereka (orang lain)
-Dapatkah anda membantu saya memahami keprihatinan saya terhadap anda?
-Penghormatan merupakan bekal untuk didengar
* Menceritaka cerita diri sendiri
-Ceritakan apa yang menganggu anda, gunakan pesan “saya”
-Ekspresi pesan anda tanpa menyerang atau menyalahkan.
3. Resolution
* Menemukan solusi
-Bagaimana kita dapat memecahkan masalah
-Mencari pendapat dan pecahkan masalah
* Menyetujui solusi
-Mana yang sesuai dengan kita, anda dan saya?
-Apakah sudah win-win (kedua belah pihak sama-sama puas, tidak ada yang dirugikan maupun diuntungkan).
4. Ending (penyelesaian)
* Menyetujui tindak lanjut
-Apakah anda yakin dapat kita lakukan?
-Tulis dan tindaklanjuti
*Jabat tangan
-Terimakasih dan mohon maaf.
Sumber: http://menotimika.wordpress.com/2007/07/20/resolusi-konflik/
http://kecerdasanmotivasi.wordpress.com/2010/08/29/manajemen-konflik-konfrontasi- tidak-berarti-melawan/
http://wmc-iainws.com/detail_artikel.php?id=1
b) Penyebab Konflik
Faktor penyebab terjadinya konflik menurut Watershed Compaing adalah:
• Needs – adalah hal-hal yang penting bagi kesejahteraan kita.
• Perceptions – Penginterpretasian kenyataan dengan cara yang berbeda
• Power – Bagaimana orang membuat dan menggunakan kekuasaan
• Values – prinsip atau kepercayaan yang dengan itu kita mempertimbangkan sesuatu
• Feelings and emotions – terlibatnya emosi, pengabaian emosi, atau perbedaan emosi.
Sedangkan Delimunthe (2003) mengidentifikasi penyebab terjadinya konflik dalam tiga kategori, yaitu karateristik individual, beberapa kondisi umum yang muncul diantara orang-orang dan group, serta desain dan struktur organisasi.
Karakteristik Individual
Berikut ini merupakan perbedaan individual antar orang-orang yang mungkin dapat melibatkan seseorang dalam konflik.
• Nilai sikap dan Kepercayaan (Values, Attitude, and Baliefs)
• Kebutuhan dan Kepribadian (Needs and Personality)
• Perbedaan Persepsi (Persptual Differences)
Faktor Situasi
Kondisi umum yang memungkinkan memicu konflik pada suatu organisasi diantaranya:
• Kesempatan dan Kebutuhan Barinteraksi (Opportunity and Need to Interact)
• Kebutuhan untuk Berkonsensus (Need for Consensus)
• Ketergantungan satu pihak kepada Pihak lain (Dependency of One Party to Another)
• Perbedaan Status (Status Differences)
• Rintangan Komunikasi (Communication Barriers)
Faktor Struktur Organisasi
Faktor ini terkait dengan batas-batas tanggung jawab dan Jurisdiksi yang tidak jelas (Ambiguous responsibilites and Jurisdictions)
enurut Anoraga (dalam Saputro, 2003) suatu konflik dapat terjadi karena perbendaan pendapat, salah paham, ada pihak yang dirugikan, dan perasaan sensitif.
1. Perbedaan pendapat
Suatu konflik yang terjadi karena pebedaan pendapat dimana masing-masing pihak merasa dirinya benar, tidak ada yang mau
mengakui kesalahan, dan apabila perbedaan pendapat tersebut amat tajam maka dapat menimbulkan rasa kurang enak, ketegangan dan sebagainya.
2. Salah paham
Salah paham merupakan salah satu hal yang dapat menimbulkan konflik. Misalnya tindakan dari seseorang yang tujuan sebenarnya baik tetapi diterima sebaliknya oleh individu yang lain.
3. Ada pihak yang dirugikan
Tindakan salah satu pihak mungkin dianggap merugikan yang lain atau masing-masing pihak merasa dirugikan pihak lain sehingga seseorang yang dirugikan merasa kurang enak, kurang senang atau bahkan membenci.
4. Perasaan sensitif
Seseorang yang terlalu perasa sehingga sering menyalah artikan tindakan orang lain. Contoh, mungkin tindakan seseorang wajar, tetapi oleh pihak lain dianggap merugikan.
Baron & Byrne (dalam Kusnarwatiningsih, 2007) mengemukakan konflik disebabkan antara lain oleh perebutan sumber daya, pembalasan dendam, atribusi dan kesalahan dalam berkomunikasi. Sedangkan Soetopo (2001) juga mengemukakan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi timbulnya konflik, antara lain: (1) ciri umum dari pihak-pihak yang terlibat dalam konflik; (2) hubungan pihak-pihak yang mengalami konflik sebelum terjadi konflik; (3) sifat masalah yang menimbulkan konflik; (4) lingkungan sosial tempat konflik terjadi; (5) kepentingan pihak-pihak yang terlibat dalam konflik; (6) strategi yang biasa digunakan pihak-pihak yang mengalami konflik; (7) konsekuensi konflik terhadap pihak yang mengalami konflik dan terhadap pihak lain; dan (8) tingkat kematangan pihak-pihak yang berkonflik. Ada enam kategori penting dari kondisi-kondisi pemula (antecedent conditions) yang menjadi penyebab konflik, yaitu: (1) persaingan terhadap sumber-sumber (competition for resources), (2) ketergantungan pekerjaan (task interdependence), (3) kekaburan bidang tugas (jurisdictional ambiguity), (4) problem status (status problem), (5) rintangan komunikasi (communication barriers), dan (6) sifat-sifat individu (individual traits) (Robbins, Walton & Dutton dalam Wexley & Yukl, 1988).
Schmuck (dalam Soetopo dan Supriyanto, 1999) mengemukakan bahwa kategori sumber-sumber konflik ada empat, yaitu (1) adanya perbedaan fungsi dalam organisasi, (2) adanya pertentangan kekuatan antar orang dan subsistem, (3) adanya perbedaan peranan, dan (4) adanya tekanan yang dipaksakan dari luar kepada organisasi.
Sedangkan Handoko (1998) menyatakan bahwa sumber-sumber konflik adalah sebagai berikut.
1. Komunikasi: salah pengertian yang berkenaan dengan kalimat, bahasa yang sulit dimengerti, atau informasi yang mendua dan
tidak lengkap, serta gaya individu manajer yang tidak konsisten.
2. Struktur: pertarungan kekuasaan antar departemen dengan kepentingan-kepentingan atau sistem penilaian yang bertentangan, persaingan untuk memperebutkan sumber-sumber daya yang terbatas, atau saling ketergantungan dua atau lebih kelompok-kelompok kegiatan kerja untuk mencapai tujuan mereka.
3. Pribadi: ketidaksesuaian tujuan atau nilai-nilai sosial pribadi karyawan dengan perilaku yang diperankan pada jabatan mereka,
dan perbedaan dalam nilai-nilai atau persepsi.
sumber: http://lutfifauzan.wordpress.com/2009/10/20/98/
http://www.crayonpedia.org/mw/BAB_6_KONFLIK_SOSIAL
c) Nilai-nilai Konflik
Sasse (1981) mengajukan istilah yang bersinonim maknanya dengan nama conflict style, yaitu cara orang bersikap ketika menghadapi pertentangan. Conflict style ini memiliki kaitan dengan kepribadian. Maka orang yang berbeda akan menggunakan conflict style yang berbeda pada saat mengalami konflik dengan orang lain. Sedangkan Rubin (dalam Farida, 1996) menyatakan bahwa konflik timbul dalam berbagai situasi sosial, baik terjadi dalam diri seseorang individu, antar individu, kelompok, organisasi maupun antar negara. Ada banyak kemungkinan menghadapi konflik yang dikenal dengan istilah manajemen konflik. Konflik yang terjadi pada manusia ada berbagai macam ragamnya, bentuknya, dan jenisnya. Soetopo (1999) mengklasifikasikan jenis konflik, dipandang dari segi materinya menjadi empat, yaitu:
1. Konflik tujuan
Konflik tujuan terjadi jika ada dua tujuan atau yang kompetitif bahkan yang kontradiktif.
2. Konflik peranan
Konflik peranan timbul karena manusia memiliki lebih dari satu peranan dan tiap peranan tidak selalu memiliki kepentingan yang
sama.
3. Konflik nilai
Konflik nilai dapat muncul karena pada dasarnya nilai yang dimiliki setiap individu dalam organisasi tidak sama, sehingga konflik
dapat terjadi antar individu, individu dengan kelompok, kelompok dengan organisasi.
4. Konflik kebijakan
Konflik kebijakan dapat terjadi karena ada ketidaksetujuan individu atau kelompok terhadap perbedaan kebijakan yang dikemuka- kan oleh satu pihak dan kebijakan lainnya.
Konflik dipandang destruktif dan disfungsional bagi individu yang terlibat apabila:
1. Konflik terjadi dalam frekuensi yang tinggi dan menyita sebagian besar kesempatan individu untuk berinteraksi. Ini menandakan bahwa problem tidak diselesaikan secara kuat. Sebaliknya, konflik yang konstruktif terjadi dalam frekuensi yang wajar dan masih memungkinkan individu-individunya berinteraksi secara harmonis.
2. Konflik diekspresikan dalam bentuk agresi seperti ancaman atau paksaan dan terjadi pembesaran konflik baik pembesaran masalah yang menjadi isu konflik maupun peningkatan jumlah individu yang terlibat. Dalam konflik yang konstruktif isu akan tetap terfokus dan dirundingkan melalui proses pemecahan masalah yang saling menguntungkan.
3. Konflik berakhir dengan terputusnya interaksi antara pihak-pihak yang terlibat. Dalam konflik yang konstruktif, kelangsungan hubungan antara pihak-pihak yang terlibat akan tetap terjaga. Sedangkan Handoko (1984) membagi konflik menjadi 5 jenis yaitu: (1) konflik dari dalam individu, (2) konflik antar individu dalam organisasi yang sama, (3) konflik antar individu dalam kelompok, (4) konflik antara kelompok dalam organisasi, (5) konflik antar organisasi.
Berbeda dengan pendapat diatas Mulyasa (2003) membagi konflik berdasarkan tingkatannya menjadi enam yaitu: (1) konflik intrapersonal, (2) konflik interpersonal, (3) konflik intragroup, (4) konflik intergroup, (5) konflik intraorganisasi, dan (6) konflik interorganisasi. Menurut Dahrendorf (1986), konflik dibedakan menjadi 4 macam: (1) konflik antara atau dalam peran sosial (intrapribadi), misalnya antara peranan-peranan dalam keluarga atau profesi (konflik peran (role); (2) konflik antara kelompok-kelompok sosial (antar keluarga, antar gank); (3) konflik kelompok terorganisir dan tidak terorganisir (polisi melawan massa); dan (4) konflik antar satuan nasional (perang saudara). Hasil dari sebuah konflik adalah sebagai berikut: (1) meningkatkan solidaritas sesama anggota kelompok (in-group) yang mengalami konflik dengan kelompok lain; (2) keretakan hubungan antar kelompok yang bertikai; (3) perubahan kepribadian pada individu, misalnya timbul nya rasa dendam, benci, saling curiga dan sebagainya; (4) kerusakan harta benda dan hilangnya jiwa manusia; dan (5) dominasi bahkan penaklukan salah satu pihak yang terlibat dalam konflik.
Para pakar teori konflik mengklaim bahwa pihak-pihak yang berkonflik dapat memghasilkan respon terhadap konflik menurut sebuah skema dua-dimensi; pengertian terhadap hasil tujuan kita dan pengertian terhadap hasil tujuan pihak lainnya. Skema ini akan menghasilkan hipotesa sebagai berikut.
1. Pengertian yang tinggi untuk hasil kedua belah pihak akan menghasilkan percobaan untuk mencari jalan keluar yang terbaik.
2. Pengertian yang tinggi untuk hasil kita sendiri hanya akan menghasilkan percobaan untuk "memenangkan" konflik.
3. Pengertian yang tinggi untuk hasil pihak lain hanya akan menghasilkan percobaan yang memberikan "kemenangan" konflik bagi pihak tersebut.
4. Tiada pengertian untuk kedua belah pihak akan menghasilkan percobaan untuk menghindari konflik.
Sumber: http://www.crayonpedia.org/mw/BAB_6_KONFLIK_SOSIAL
Kamis, 21 Oktober 2010
E. Individu Dalam Massa
E. Individu Dalam Massa
Psikologi itu memiliki obyek material yakni manusia, dalam hal ini perilaku manusia, baik sebagai individu maupun kelompok. Aspek perilaku yang diteliti dalam psikologi itu kompleks, termasuk perilaku kerja dan perilaku aksi massa.
Hal ini perlu dikatakan sebab, di sekitar individu dan masyarakat ada medan stimulus yang sangat kuat dan kompleks, dan proses pemberian rangsangan itu terjadi melalui berbagai media perantara, termasuk organ indra manusia itu.
Jika kita berbicara mengenai psikologi massa, maka sebetulnya kita menjadikan massa sebagai suatu medan di mana proses-proses stimulus rangsangan tadi terjadi. Dalam hal itu, kemampuan mengidentifikasi bentuk perilaku massa adalah sesuatu yang penting.
Psikologi adalah ilmu tentang perilaku dan proses mental. Massa dapat diartikan sebagai bentuk kolektivisme (kebersamaan). Oleh karena itu psikologi massa akan berhubungan perilaku yang dilakukan secara bersama-sama oleh sekelompok massa. Fenomena kebersamaan ini diistilahkan pula sebagai Perilaku Kolektif (Collective Behavior).
Dalam perilaku kolektif, seseorang atau sekelompok orang ingin melakukan perubahan sosial dalam kelompoknya, institusinya, masyarakatnya. Tindakan kelompok ini ada yang diorganisir, dan ada juga tindakan yang tidak diorganisir. Tindakan yang terorganisir inilah yang kemudian banyak dikenal orang sebagai gerakan social (Social Movement).
Perilaku kolektif yang berupa gerakan sosial, seringkali muncul ketika dalam interaksi sosial itu terjadi situasi yang tidak terstruktur, ambigious (ketaksaan/ membingungkan), dan tidak stabil.
Reicher & Potter (1985) mengidentifikasi adanya lima tipe kesalahan mendasar dalam psikologi tentang kerumunan (perilaku massa) di masa lalu dan masa kini. Kesalahan-kesalahan itu, meliputi yaitu:
(1) abstraksi tentang episode kerumunan bersumber dari konflik antar-kelompok,
(2) kegagalan untuk menjelaskan proses dinamikanya,
(3) terlalu dibesar-besarkannya anonimitas keanggotaannya,
(4) kegagalan memahami motif anggota kerumunan, dan
(5) selalu menekankan pada aspek negatif dari kerumunan.
Reicher (1987), Reicher & Potter (1985) selama ini melihat adanya dua bentuk bias dalam memandang teori kerumunan (crowds) yaitu bias politik dan bias perspektif. Bias politik terjadi karena teori kerumunan disusun sebagai usaha mempertahankan tatanan sosial dari mob dan tindakan kerumunan selalu dipandang sebagai konflik sosial. Sementara itu bias perspektif terjadi karena para ahli hanya berperan sebagai orang luar (outsider) yang hanya mengamati masalah tersebut. Akibatnya, terjadi kesalahan dalam memandang tindakan kerumunan secara objektif.
Kondisi Psikologis Individu Dalam Massa
Menurut Gustave Le Bon, massa itu mempunyai sifat-sifat psikologis tersendiri. Orang yang tergabung dalam suatu massa akan berbuat sesuatu, yang perbuatan tersebut tidak akan diperbuat bila individu itu tidak tergabung dalam suatu massa. Sehingga massa itu seakan-akan mempunyai daya melarutkan individu dalam suatu massa, melarutkan individu dalam jiwa massa. Seperti yang dikemukakan oleh Durkheim bahwa adnaya individual mind dancollective mind, yang berbeda satu dengan yang lain. Menurut Gustave Le Bon dalam massa itu terdapat apa yang dinamakan hukum mental unity atau law mental unity, yaitu bahwa massa adalah kesatuan mind, kesatuan jiwa.
Menurut Allport, sekalipun kurang dapat menyetujui tentang collective mind tetapi dapat memahami tentang pemikiran adanya kesamaan (conformity), tidak hanya dalam hal berpikir dan kepercayaan, tetapi juga dalam hal perasaan (feeling) dan dalam perbuatan yang tampak (overt behaviour).
Setiap kelompok masyarakat mempunyai standar dan nilai yang berbeda. contoh, standar 'apakah seseorang itu baik atau tidak' di sekolah dengan di kelompok sepermainan tentu berbeda. Di sekolah, misalnya, seseorang disebut baik apabila nilai ulangannya di atas tujuh atau tidak pernah terlambat masuk sekolah. Sementara di kelompok sepermainan, seseorang disebut baik apabila solider dengan teman atau saling membantu. Perbedaan standar dan nilai pun tidak terlepas dari tipe sosialisasi yang ada. Ada dua tipe sosialisasi. Kedua tipe sosialisasi tersebut adalah sebagai berikut.
Formal
Sosialisasi tipe ini terjadi melalui lembaga-lembaga yang berwenang menurut ketentuan yang berlaku dalam negara, seperti pendidikan di sekolah dan pendidikan militer.
Informal
Sosialisasi tipe ini terdapat di masyarakat atau dalam pergaulan yang bersifat kekeluargaan, seperti antara teman, sahabat, sesama anggota klub, dan kelompok-kelompok sosial yang ada di dalam masyarakat.
Baik sosialisasi formal maupun sosialisasi informal tetap mengarah kepada pertumbuhan pribadi anak agar sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku di lingkungannya. Dalam lingkungan formal seperti di sekolah, seorang siswa bergaul dengan teman sekolahnya dan berinteraksi dengan guru dan karyawan sekolahnya. Dalam interaksi tersebut, ia mengalami proses sosialisasi. dengan adanya proses soialisasi tersebut, siswa akan disadarkan tentang peranan apa yang harus ia lakukan. Siswa juga diharapkan mempunyai kesadaran dalam dirinya untuk menilai dirinya sendiri. Misalnya, apakah saya ini termasuk anak yang baik dan disukai teman atau tidak? Apakah perliaku saya sudah pantas atau tidak?
Meskipun proses sosialisasi dipisahkan secara formal dan informal, namun hasilnya sangat suluit untuk dipisah-pisahkan karena individu biasanya mendapat sosialisasi formal dan informal sekaligus.
Proses sosialisasi akan berjalan lancar apabila pesan-pesan yang disampaikan oleh agen-agen sosialisasi itu tidak bertentangan atau selayaknya saling mendukung satu sama lain. Akan tetapi, di masyarakat, sosialisasi dijalani oleh individu dalam situasi konflik pribadi karena dikacaukan oleh agen sosialisasi yang berlainan.
Keluarga (kinship)
Bagi keluarga inti (nuclear family) agen sosialisasi meliputi ayah, ibu, saudara kandung, dan saudara angkat yang belum menikah dan tinggal secara bersama-sama dalam suatu rumah. Sedangkan pada masyarakat yang menganut sistem kekerabatan diperluas (extended family), agen sosialisasinya menjadi lebih luas karena dalam satu rumah dapat saja terdiri atas beberapa keluarga yang meliputi kakek, nenek, paman, dan bibi di samping anggota keluarga inti. Pada masyarakat perkotaan yang telah padat penduduknya, sosialisasi dilakukan oleh orang-orabng yang berada diluar anggota kerabat biologis seorang anak. Kadangkala terdapat agen sosialisasi yang merupakan anggota kerabat sosiologisnya, misalnya pengasuh bayi (baby sitter). menurut Gertrudge Jaeger peranan para agen sosialisasi dalam sistem keluarga pada tahap awal sangat besar karena anak sepenuhnya berada dalam ligkugan keluarganya terutama orang tuanya sendiri.
Teman pergaulan
Teman pergaulan (sering juga disebut teman bermain) pertama kali didapatkan manusia ketika ia mampu berpergian ke luar rumah. Pada awalnya, teman bermain dimaksudkan sebagai kelompok yang bersifat rekreatif, namun dapat pula memberikan pengaruh dalam proses sosialisasi setelah keluarga. Puncak pengaruh teman bermain adalah pada masa remaja. Kelompok bermain lebih banyak berperan dalam membentuk kepribadian seorang individu.
Berbeda dengan proses sosialisasi dalam keluarga yang melibatkan hubungan tidak sederajat (berbeda usia, pengalaman, dan peranan), sosialisasi dalam kelompok bermain dilakukan dengan cara mempelajari pola interaksi dengan orang-orang yang sederajat dengan dirinya. Oleh sebab itu, dalam kelompok bermain, anak dapat mempelajari peraturan yang mengatur peranan orang-orang yang kedudukannya sederajat dan juga mempelajari nilai-nilai keadilan.
Lembaga pendidikan formal (sekolah)
Media massa merupakan salah satu agen sosialisasi yang paling berpengaruh
Menurut Dreeben, dalam lembaga pendidikan formal seseorang belajar membaca, menulis, dan berhitung. Aspek lain yang juga dipelajari adalah aturan-aturan mengenai kemandirian (independence), prestasi (achievement), universalisme, dan kekhasan (specificity). Di lingkungan rumah seorang anak mengharapkan bantuan dari orang tuanya dalam melaksanakan berbagai pekerjaan, tetapi di sekolah sebagian besar tugas sekolah harus dilakukan sendiri dengan penuh rasa tanggung jawab.
Media massa
Yang termasuk kelompok media massa di sini adalah media cetak (surat kabar, majalah, tabloid), media elektronik (radio, televisi, video, film). Besarnya pengaruh media sangat tergantung pada kualitas dan frekuensi pesan yang disampaikan.
Contoh:
Penayangan acara SmackDown! di televisi diyakini telah menyebabkan penyimpangan perilaku anak-anak dalam beberapa kasus.
Iklan produk-produk tertentu telah meningkatkan pola konsumsi atau bahkan gaya hidup masyarakat pada umumnya.
Gelombang besar pornografi, baik dari internet maupun media cetak atau tv, didahului dengan gelombang game eletronik dan segmen-segmen tertentu dari media TV (horor, kekerasan, ketaklogisan, dan seterusnya) diyakini telah mengakibatkan kecanduan massal, penurunan kecerdasan, menghilangnya perhatian/kepekaan sosial, dan dampak buruk lainnya.
Agen-agen lain
Selain keluarga, sekolah, kelompok bermain dan media massa, sosialisasi juga dilakukan oleh institusi agama, tetangga, organisasi rekreasional, masyarakat, dan lingkungan pekerjaan. Semuanya membantu seseorang membentuk pandangannya sendiri tentang dunianya dan membuat presepsi mengenai tindakan-tindakan yang pantas dan tidak pantas dilakukan. Dalam beberapa kasus, pengaruh-pengaruh agen-agen ini sangat besar.
Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Sosialisasi
Psikologi itu memiliki obyek material yakni manusia, dalam hal ini perilaku manusia, baik sebagai individu maupun kelompok. Aspek perilaku yang diteliti dalam psikologi itu kompleks, termasuk perilaku kerja dan perilaku aksi massa.
Hal ini perlu dikatakan sebab, di sekitar individu dan masyarakat ada medan stimulus yang sangat kuat dan kompleks, dan proses pemberian rangsangan itu terjadi melalui berbagai media perantara, termasuk organ indra manusia itu.
Jika kita berbicara mengenai psikologi massa, maka sebetulnya kita menjadikan massa sebagai suatu medan di mana proses-proses stimulus rangsangan tadi terjadi. Dalam hal itu, kemampuan mengidentifikasi bentuk perilaku massa adalah sesuatu yang penting.
Psikologi adalah ilmu tentang perilaku dan proses mental. Massa dapat diartikan sebagai bentuk kolektivisme (kebersamaan). Oleh karena itu psikologi massa akan berhubungan perilaku yang dilakukan secara bersama-sama oleh sekelompok massa. Fenomena kebersamaan ini diistilahkan pula sebagai Perilaku Kolektif (Collective Behavior).
Dalam perilaku kolektif, seseorang atau sekelompok orang ingin melakukan perubahan sosial dalam kelompoknya, institusinya, masyarakatnya. Tindakan kelompok ini ada yang diorganisir, dan ada juga tindakan yang tidak diorganisir. Tindakan yang terorganisir inilah yang kemudian banyak dikenal orang sebagai gerakan social (Social Movement).
Perilaku kolektif yang berupa gerakan sosial, seringkali muncul ketika dalam interaksi sosial itu terjadi situasi yang tidak terstruktur, ambigious (ketaksaan/ membingungkan), dan tidak stabil.
Reicher & Potter (1985) mengidentifikasi adanya lima tipe kesalahan mendasar dalam psikologi tentang kerumunan (perilaku massa) di masa lalu dan masa kini. Kesalahan-kesalahan itu, meliputi yaitu:
(1) abstraksi tentang episode kerumunan bersumber dari konflik antar-kelompok,
(2) kegagalan untuk menjelaskan proses dinamikanya,
(3) terlalu dibesar-besarkannya anonimitas keanggotaannya,
(4) kegagalan memahami motif anggota kerumunan, dan
(5) selalu menekankan pada aspek negatif dari kerumunan.
Reicher (1987), Reicher & Potter (1985) selama ini melihat adanya dua bentuk bias dalam memandang teori kerumunan (crowds) yaitu bias politik dan bias perspektif. Bias politik terjadi karena teori kerumunan disusun sebagai usaha mempertahankan tatanan sosial dari mob dan tindakan kerumunan selalu dipandang sebagai konflik sosial. Sementara itu bias perspektif terjadi karena para ahli hanya berperan sebagai orang luar (outsider) yang hanya mengamati masalah tersebut. Akibatnya, terjadi kesalahan dalam memandang tindakan kerumunan secara objektif.
Kondisi Psikologis Individu Dalam Massa
Menurut Gustave Le Bon, massa itu mempunyai sifat-sifat psikologis tersendiri. Orang yang tergabung dalam suatu massa akan berbuat sesuatu, yang perbuatan tersebut tidak akan diperbuat bila individu itu tidak tergabung dalam suatu massa. Sehingga massa itu seakan-akan mempunyai daya melarutkan individu dalam suatu massa, melarutkan individu dalam jiwa massa. Seperti yang dikemukakan oleh Durkheim bahwa adnaya individual mind dancollective mind, yang berbeda satu dengan yang lain. Menurut Gustave Le Bon dalam massa itu terdapat apa yang dinamakan hukum mental unity atau law mental unity, yaitu bahwa massa adalah kesatuan mind, kesatuan jiwa.
Menurut Allport, sekalipun kurang dapat menyetujui tentang collective mind tetapi dapat memahami tentang pemikiran adanya kesamaan (conformity), tidak hanya dalam hal berpikir dan kepercayaan, tetapi juga dalam hal perasaan (feeling) dan dalam perbuatan yang tampak (overt behaviour).
Setiap kelompok masyarakat mempunyai standar dan nilai yang berbeda. contoh, standar 'apakah seseorang itu baik atau tidak' di sekolah dengan di kelompok sepermainan tentu berbeda. Di sekolah, misalnya, seseorang disebut baik apabila nilai ulangannya di atas tujuh atau tidak pernah terlambat masuk sekolah. Sementara di kelompok sepermainan, seseorang disebut baik apabila solider dengan teman atau saling membantu. Perbedaan standar dan nilai pun tidak terlepas dari tipe sosialisasi yang ada. Ada dua tipe sosialisasi. Kedua tipe sosialisasi tersebut adalah sebagai berikut.
Formal
Sosialisasi tipe ini terjadi melalui lembaga-lembaga yang berwenang menurut ketentuan yang berlaku dalam negara, seperti pendidikan di sekolah dan pendidikan militer.
Informal
Sosialisasi tipe ini terdapat di masyarakat atau dalam pergaulan yang bersifat kekeluargaan, seperti antara teman, sahabat, sesama anggota klub, dan kelompok-kelompok sosial yang ada di dalam masyarakat.
Baik sosialisasi formal maupun sosialisasi informal tetap mengarah kepada pertumbuhan pribadi anak agar sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku di lingkungannya. Dalam lingkungan formal seperti di sekolah, seorang siswa bergaul dengan teman sekolahnya dan berinteraksi dengan guru dan karyawan sekolahnya. Dalam interaksi tersebut, ia mengalami proses sosialisasi. dengan adanya proses soialisasi tersebut, siswa akan disadarkan tentang peranan apa yang harus ia lakukan. Siswa juga diharapkan mempunyai kesadaran dalam dirinya untuk menilai dirinya sendiri. Misalnya, apakah saya ini termasuk anak yang baik dan disukai teman atau tidak? Apakah perliaku saya sudah pantas atau tidak?
Meskipun proses sosialisasi dipisahkan secara formal dan informal, namun hasilnya sangat suluit untuk dipisah-pisahkan karena individu biasanya mendapat sosialisasi formal dan informal sekaligus.
Proses sosialisasi akan berjalan lancar apabila pesan-pesan yang disampaikan oleh agen-agen sosialisasi itu tidak bertentangan atau selayaknya saling mendukung satu sama lain. Akan tetapi, di masyarakat, sosialisasi dijalani oleh individu dalam situasi konflik pribadi karena dikacaukan oleh agen sosialisasi yang berlainan.
Keluarga (kinship)
Bagi keluarga inti (nuclear family) agen sosialisasi meliputi ayah, ibu, saudara kandung, dan saudara angkat yang belum menikah dan tinggal secara bersama-sama dalam suatu rumah. Sedangkan pada masyarakat yang menganut sistem kekerabatan diperluas (extended family), agen sosialisasinya menjadi lebih luas karena dalam satu rumah dapat saja terdiri atas beberapa keluarga yang meliputi kakek, nenek, paman, dan bibi di samping anggota keluarga inti. Pada masyarakat perkotaan yang telah padat penduduknya, sosialisasi dilakukan oleh orang-orabng yang berada diluar anggota kerabat biologis seorang anak. Kadangkala terdapat agen sosialisasi yang merupakan anggota kerabat sosiologisnya, misalnya pengasuh bayi (baby sitter). menurut Gertrudge Jaeger peranan para agen sosialisasi dalam sistem keluarga pada tahap awal sangat besar karena anak sepenuhnya berada dalam ligkugan keluarganya terutama orang tuanya sendiri.
Teman pergaulan
Teman pergaulan (sering juga disebut teman bermain) pertama kali didapatkan manusia ketika ia mampu berpergian ke luar rumah. Pada awalnya, teman bermain dimaksudkan sebagai kelompok yang bersifat rekreatif, namun dapat pula memberikan pengaruh dalam proses sosialisasi setelah keluarga. Puncak pengaruh teman bermain adalah pada masa remaja. Kelompok bermain lebih banyak berperan dalam membentuk kepribadian seorang individu.
Berbeda dengan proses sosialisasi dalam keluarga yang melibatkan hubungan tidak sederajat (berbeda usia, pengalaman, dan peranan), sosialisasi dalam kelompok bermain dilakukan dengan cara mempelajari pola interaksi dengan orang-orang yang sederajat dengan dirinya. Oleh sebab itu, dalam kelompok bermain, anak dapat mempelajari peraturan yang mengatur peranan orang-orang yang kedudukannya sederajat dan juga mempelajari nilai-nilai keadilan.
Lembaga pendidikan formal (sekolah)
Media massa merupakan salah satu agen sosialisasi yang paling berpengaruh
Menurut Dreeben, dalam lembaga pendidikan formal seseorang belajar membaca, menulis, dan berhitung. Aspek lain yang juga dipelajari adalah aturan-aturan mengenai kemandirian (independence), prestasi (achievement), universalisme, dan kekhasan (specificity). Di lingkungan rumah seorang anak mengharapkan bantuan dari orang tuanya dalam melaksanakan berbagai pekerjaan, tetapi di sekolah sebagian besar tugas sekolah harus dilakukan sendiri dengan penuh rasa tanggung jawab.
Media massa
Yang termasuk kelompok media massa di sini adalah media cetak (surat kabar, majalah, tabloid), media elektronik (radio, televisi, video, film). Besarnya pengaruh media sangat tergantung pada kualitas dan frekuensi pesan yang disampaikan.
Contoh:
Penayangan acara SmackDown! di televisi diyakini telah menyebabkan penyimpangan perilaku anak-anak dalam beberapa kasus.
Iklan produk-produk tertentu telah meningkatkan pola konsumsi atau bahkan gaya hidup masyarakat pada umumnya.
Gelombang besar pornografi, baik dari internet maupun media cetak atau tv, didahului dengan gelombang game eletronik dan segmen-segmen tertentu dari media TV (horor, kekerasan, ketaklogisan, dan seterusnya) diyakini telah mengakibatkan kecanduan massal, penurunan kecerdasan, menghilangnya perhatian/kepekaan sosial, dan dampak buruk lainnya.
Agen-agen lain
Selain keluarga, sekolah, kelompok bermain dan media massa, sosialisasi juga dilakukan oleh institusi agama, tetangga, organisasi rekreasional, masyarakat, dan lingkungan pekerjaan. Semuanya membantu seseorang membentuk pandangannya sendiri tentang dunianya dan membuat presepsi mengenai tindakan-tindakan yang pantas dan tidak pantas dilakukan. Dalam beberapa kasus, pengaruh-pengaruh agen-agen ini sangat besar.
Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Sosialisasi
D. Jenis, Penyebab, dan Dinamika Gerakan Massa
D. Jenis, Penyebab, dan Dinamika Gerakan Massa
Psikologi massa mempelajari mengenai perilaku kelompok, dimana anggota kelompok merasa nyaman dengan anggota lain ketika melakukan pekerjaan bersama-sama. Individu memang cenderung merasa nyaman ketika melakukan hal bersama-sama karena mereka merasakan ada pihak lain yang turut terlibat dan merasakan hal yang sama. Selain itu jika mengerjakan suatu pekerjaan dalam kelompok maka pekerjaan tersebut akan lebih cepat selesai, mereka bisa saling tolong-menolong serta dapat saling berbagi (sharing) antar anggota kelompok.
Dalam sebuah kelompok, biasanya ada seseorang atau pihak yang berperan sebagai pemimpin. Keberhasilan kelompok sangat tergantung pada bagaimana pemimpinnya. Crowd Pschology (bagian dari psikologi sosial) menyatakan bahwa individu bisa saja mendapat kekuasaan untuk memimpin dengan berlaku kolektif. Jadi untuk menjadi seorang pemimpin tidak hanya untuk orang yang memiliki jiwa kepemimpinan saja, akan tetapi seorang pemimpin dapat terbentuk akibat mengikuti pola tertentu dalam kelompok.
1. Gerakan Massa Progresif
→ merombak norma lama, membentuk norma baru
2. Gerakan Massa Status Quo
→ mempertahankan norma lama (konservatif)
3. Gerakan Massa Reaksioner
→ orang yang bersikap untung-untungan
→ lebih lunak/fleksibel, tidak tegas yang penting golongannya tidak dirugikan
Penyebab Gerakan Massa
Salah satu pandangan berpendapat bahwa manusia itu merupakan individu yang mempunyai dorongan-dorongan atau keinginan-keinginan yang pada prinsipnya membutuhkan pemuasan atau pemenuhan. Tetapi dalam kenyataannya tidak semua dorongan atau keinginan itu dapat dilaksanakan secara baik. Dorongan atau keinginan yang tidak memperoleh pelepasan, terdorong dan tersimpan dalam alam bawah sadar, yang pada suatu ketika akan muncul kembali diatas sadar bila keadaan memungkinkan.
Salah satu pendapat yang dikemukakan oelh Freud bahwa struktur pribadi manusia terdiri dari 3 bagian, yaitu das es atau the id, yaitu berupa dorongandorongan yang pada dasarnya dorongan-dorongan tersebut membutuhkan pemenuhan, ingin muncul dan ingin keluar. Yang kedua adalah das ich atau the ego, yang merupakan sensor untuk menyesuaikan dengan keadaan sekitarnya terutama dengan norma-norma. Yang ketiga, yaitu das uber ich atau the super ego, merupakan kata hati yang berhubungan dengan moral baik buruk.
Dalam kehidupan bermasyarakat adanya norma-norma tertentu yang merupakan pedoman-pedoman yang membatsi gerak atau perilaku anggota masyarakat. Dengan adanya norma-norma itu sebagai anggota masyarakat yang baik tidak dapat berbuat seenaknya. Ini berarti bahwa norma-norma itu berfungsi menyesuaikan dengan keadaan lingkungan, yaitu menyesuaikan dengan norma-norma yang ada dalam masyarakat.
Atas dasar uraian diatas dapat dikemukakan salah satu analisis mengenai perbuatan massa adalah berdasarkan atas faktor psikologis yang mendasarinya, yaitu orang bertindak dalam massa atas dorongan-dorongan yang muncul dari bawah sadar yang semula ditekannya. Karena itu bila banyak hal ditekan merupakan suatu pertanda yang kurang baik, sebab pada suatu waktu dapat muncul dipermukaan bila keadaannya memungkinkan, slah satu bentuk adalah dalam massa.
Proses Dinamika Gerakan Massa
1.Pemusatan perhatian
2. Penciptaan suasana kebersamaan
3.Pusat rasa kagum dan perasaan berada pada suatu massa
4.Pemimpin membayar massa kemana aktivitas akan massa akan dituju
KONDISI-KONDISI PEMBENTUK PERILAKU MASSA
Neil Smelser mengidentifikasi beberapa kondisi yang memungkinkan munculnya perilaku kolektif , diantaranya:
1. Structural conduciveness: beberapa struktur sosial yang memungkinkan munculnya perilaku kolektif, seperti: pasar, tempat umum, tempat peribadatan, mall, dst
2. Structural Strain: yaitu munculnya ketegangan dlam masyarakat yang muncul secara tersturktur. Misalnya: antar pendukng kontestan pilkada.
3. Generalized Beliefs : share interpretation of event
4. Precipitating Factors: ada kejadian pemicu (triggering incidence). Misal ada pencurian, ada kecelakaan
5. Mobilization for Actions: adanya mobilisasi massa. Misalmya : aksi buruh, rapat umum suatu ormas
6. Failure of Social Control – akibat agen yang ditugaskan melakukan kontrol sosial tidak berjalan dengan baik.
sumber: http://aswantd.wordpress.com/2010/05/03/psikologi-massa/
Psikologi massa mempelajari mengenai perilaku kelompok, dimana anggota kelompok merasa nyaman dengan anggota lain ketika melakukan pekerjaan bersama-sama. Individu memang cenderung merasa nyaman ketika melakukan hal bersama-sama karena mereka merasakan ada pihak lain yang turut terlibat dan merasakan hal yang sama. Selain itu jika mengerjakan suatu pekerjaan dalam kelompok maka pekerjaan tersebut akan lebih cepat selesai, mereka bisa saling tolong-menolong serta dapat saling berbagi (sharing) antar anggota kelompok.
Dalam sebuah kelompok, biasanya ada seseorang atau pihak yang berperan sebagai pemimpin. Keberhasilan kelompok sangat tergantung pada bagaimana pemimpinnya. Crowd Pschology (bagian dari psikologi sosial) menyatakan bahwa individu bisa saja mendapat kekuasaan untuk memimpin dengan berlaku kolektif. Jadi untuk menjadi seorang pemimpin tidak hanya untuk orang yang memiliki jiwa kepemimpinan saja, akan tetapi seorang pemimpin dapat terbentuk akibat mengikuti pola tertentu dalam kelompok.
1. Gerakan Massa Progresif
→ merombak norma lama, membentuk norma baru
2. Gerakan Massa Status Quo
→ mempertahankan norma lama (konservatif)
3. Gerakan Massa Reaksioner
→ orang yang bersikap untung-untungan
→ lebih lunak/fleksibel, tidak tegas yang penting golongannya tidak dirugikan
Penyebab Gerakan Massa
Salah satu pandangan berpendapat bahwa manusia itu merupakan individu yang mempunyai dorongan-dorongan atau keinginan-keinginan yang pada prinsipnya membutuhkan pemuasan atau pemenuhan. Tetapi dalam kenyataannya tidak semua dorongan atau keinginan itu dapat dilaksanakan secara baik. Dorongan atau keinginan yang tidak memperoleh pelepasan, terdorong dan tersimpan dalam alam bawah sadar, yang pada suatu ketika akan muncul kembali diatas sadar bila keadaan memungkinkan.
Salah satu pendapat yang dikemukakan oelh Freud bahwa struktur pribadi manusia terdiri dari 3 bagian, yaitu das es atau the id, yaitu berupa dorongandorongan yang pada dasarnya dorongan-dorongan tersebut membutuhkan pemenuhan, ingin muncul dan ingin keluar. Yang kedua adalah das ich atau the ego, yang merupakan sensor untuk menyesuaikan dengan keadaan sekitarnya terutama dengan norma-norma. Yang ketiga, yaitu das uber ich atau the super ego, merupakan kata hati yang berhubungan dengan moral baik buruk.
Dalam kehidupan bermasyarakat adanya norma-norma tertentu yang merupakan pedoman-pedoman yang membatsi gerak atau perilaku anggota masyarakat. Dengan adanya norma-norma itu sebagai anggota masyarakat yang baik tidak dapat berbuat seenaknya. Ini berarti bahwa norma-norma itu berfungsi menyesuaikan dengan keadaan lingkungan, yaitu menyesuaikan dengan norma-norma yang ada dalam masyarakat.
Atas dasar uraian diatas dapat dikemukakan salah satu analisis mengenai perbuatan massa adalah berdasarkan atas faktor psikologis yang mendasarinya, yaitu orang bertindak dalam massa atas dorongan-dorongan yang muncul dari bawah sadar yang semula ditekannya. Karena itu bila banyak hal ditekan merupakan suatu pertanda yang kurang baik, sebab pada suatu waktu dapat muncul dipermukaan bila keadaannya memungkinkan, slah satu bentuk adalah dalam massa.
Proses Dinamika Gerakan Massa
1.Pemusatan perhatian
2. Penciptaan suasana kebersamaan
3.Pusat rasa kagum dan perasaan berada pada suatu massa
4.Pemimpin membayar massa kemana aktivitas akan massa akan dituju
KONDISI-KONDISI PEMBENTUK PERILAKU MASSA
Neil Smelser mengidentifikasi beberapa kondisi yang memungkinkan munculnya perilaku kolektif , diantaranya:
1. Structural conduciveness: beberapa struktur sosial yang memungkinkan munculnya perilaku kolektif, seperti: pasar, tempat umum, tempat peribadatan, mall, dst
2. Structural Strain: yaitu munculnya ketegangan dlam masyarakat yang muncul secara tersturktur. Misalnya: antar pendukng kontestan pilkada.
3. Generalized Beliefs : share interpretation of event
4. Precipitating Factors: ada kejadian pemicu (triggering incidence). Misal ada pencurian, ada kecelakaan
5. Mobilization for Actions: adanya mobilisasi massa. Misalmya : aksi buruh, rapat umum suatu ormas
6. Failure of Social Control – akibat agen yang ditugaskan melakukan kontrol sosial tidak berjalan dengan baik.
sumber: http://aswantd.wordpress.com/2010/05/03/psikologi-massa/
C. Massa Aktif dan Massa Pasif
C. Massa Aktif dan Massa Pasif
Massa menurut Park dan Burgess (Lih. Lindzey, 1959) membedakan antara massa aktif dan massa pasif, massa aktif disebut mob, sedangkan massa pasif disebut audience. Dalam mob telah ada tindakan-tindakan nyata misalnya dimontrasi, perkelahian massal dan sebagianya. Sedangkan pada tindakan yang nyata, misal orang-orang yang berkumpul untuk menjadi mob, sebaliknya mob dapat berubah menjadi audience.
1. Massa aktif yang disebut dengan mob terbentuk karena telah adanya tindakan-tindakan nyata, misalnya demonstrasi, perkelahian massal, dsb
Menurut Mc Laughlin, paling tidak ada 3 kondisi yang melatarbelakangi,yaitu:
- adanya problem yang cukup serius
- upaya penyelesaian problem yang tertunda
- adanya keyakinan dalam kelompok massa bahwa problem harus diselesaikan
a.Faktor-faktor yang menyebabkan massa aktif :
- perasaan tidak puas
→ bertukar pikiran → ide baru → perbuatan yang selalu diulang → jika sudah matang ‘massa’
- tekanan jiwa masyarakat
→ memuncak dan meledak
2. Massa pasif yang disebut dengan audience adalah kumpulan orangorang yang belum melakukan tindakan nyata, misalnya orang-orang berkumpul untuk mendengarkan ceramah, menonton sepakbola, dll
http://www.mizan-poenya.co.cc/2010/08/makalah-psikologi-sosial.html
Massa menurut Park dan Burgess (Lih. Lindzey, 1959) membedakan antara massa aktif dan massa pasif, massa aktif disebut mob, sedangkan massa pasif disebut audience. Dalam mob telah ada tindakan-tindakan nyata misalnya dimontrasi, perkelahian massal dan sebagianya. Sedangkan pada tindakan yang nyata, misal orang-orang yang berkumpul untuk menjadi mob, sebaliknya mob dapat berubah menjadi audience.
1. Massa aktif yang disebut dengan mob terbentuk karena telah adanya tindakan-tindakan nyata, misalnya demonstrasi, perkelahian massal, dsb
Menurut Mc Laughlin, paling tidak ada 3 kondisi yang melatarbelakangi,yaitu:
- adanya problem yang cukup serius
- upaya penyelesaian problem yang tertunda
- adanya keyakinan dalam kelompok massa bahwa problem harus diselesaikan
a.Faktor-faktor yang menyebabkan massa aktif :
- perasaan tidak puas
→ bertukar pikiran → ide baru → perbuatan yang selalu diulang → jika sudah matang ‘massa’
- tekanan jiwa masyarakat
→ memuncak dan meledak
2. Massa pasif yang disebut dengan audience adalah kumpulan orangorang yang belum melakukan tindakan nyata, misalnya orang-orang berkumpul untuk mendengarkan ceramah, menonton sepakbola, dll
http://www.mizan-poenya.co.cc/2010/08/makalah-psikologi-sosial.html
B. Massa Abstrak dan Massa Aktif
B. Massa Abstrak dan Massa Aktif
Massa adalah sekumpulan banyak orang (ratusan/ribuan) yang
berkumpul dalam suatu kegiatan yang bersifat sementara.
Massa Abstrak dan Massa Kongkrit (Mennicke, 1948)
1. Massa Abstrak adalah sekumpulan orang-orang yang sama sekali belum
terikat satu kesatuan, norma, motif dan tujuan.
Alasan timbul :
• ada kejadian menarik
• individu mendapat ancaman
• kebutuhan tidak terpenuhi
2. Massa Kongkrit adalah massa yang mempunyai ciri-ciri:
Ciri-ciri:
• adanya kesatuan mind dan sikap
• adanya ikatan batin dan persamaan norma
• ada struktur yang jelas
• bersifat dinamis dan emosional, sifat massa jelas
Antara masssa abstrak dan massa kongkrit kadang-kadang mempunyai
hubungan, dalam arti bahwa masa abstrak dapat berkembang atau berubah
menjadi massa yang kongkrit dan sebaliknya masa kongkrit dapat berubah
menjadi massa abstrak. Tetapi ada kalanya masa abstrak bubar tanpa adanya
bekas.
Massa Aktif dan Massa Pasif (Park dan Burges)
1. Massa aktif yang disebut dengan mob terbentuk karena telah adanya
tindakan-tindakan nyata, misalnya demonstrasi, perkelahian massal, dsb
Menurut Mc Laughlin, paling tidak ada 3 kondisi yang melatarbelakangi,
yaitu:
• adanya problem yang cukup serius
• upaya penyelesaian problem yang tertunda
• adanya keyakinan dalam kelompok massa bahwa problem harus
diselesaikan
Faktor-faktor yang menyebabkan massa aktif :
• perasaan tidak puas
→ bertukar pikiran → ide baru → perbuatan yang selalu diulang →
jika sudah matang ‘massa’
• tekanan jiwa masyarakat
→ memuncak dan meledak
2. Massa pasif yang disebut dengan audience adalah kumpulan orangorang
yang belum melakukan tindakan nyata, misalnya orang-orang
berkumpul untuk mendengarkan ceramah, menonton sepakbola, dll
sumber: http://harismasterpsikology.wordpress.com/2010/10/17/massa/
Massa adalah sekumpulan banyak orang (ratusan/ribuan) yang
berkumpul dalam suatu kegiatan yang bersifat sementara.
Massa Abstrak dan Massa Kongkrit (Mennicke, 1948)
1. Massa Abstrak adalah sekumpulan orang-orang yang sama sekali belum
terikat satu kesatuan, norma, motif dan tujuan.
Alasan timbul :
• ada kejadian menarik
• individu mendapat ancaman
• kebutuhan tidak terpenuhi
2. Massa Kongkrit adalah massa yang mempunyai ciri-ciri:
Ciri-ciri:
• adanya kesatuan mind dan sikap
• adanya ikatan batin dan persamaan norma
• ada struktur yang jelas
• bersifat dinamis dan emosional, sifat massa jelas
Antara masssa abstrak dan massa kongkrit kadang-kadang mempunyai
hubungan, dalam arti bahwa masa abstrak dapat berkembang atau berubah
menjadi massa yang kongkrit dan sebaliknya masa kongkrit dapat berubah
menjadi massa abstrak. Tetapi ada kalanya masa abstrak bubar tanpa adanya
bekas.
Massa Aktif dan Massa Pasif (Park dan Burges)
1. Massa aktif yang disebut dengan mob terbentuk karena telah adanya
tindakan-tindakan nyata, misalnya demonstrasi, perkelahian massal, dsb
Menurut Mc Laughlin, paling tidak ada 3 kondisi yang melatarbelakangi,
yaitu:
• adanya problem yang cukup serius
• upaya penyelesaian problem yang tertunda
• adanya keyakinan dalam kelompok massa bahwa problem harus
diselesaikan
Faktor-faktor yang menyebabkan massa aktif :
• perasaan tidak puas
→ bertukar pikiran → ide baru → perbuatan yang selalu diulang →
jika sudah matang ‘massa’
• tekanan jiwa masyarakat
→ memuncak dan meledak
2. Massa pasif yang disebut dengan audience adalah kumpulan orangorang
yang belum melakukan tindakan nyata, misalnya orang-orang
berkumpul untuk mendengarkan ceramah, menonton sepakbola, dll
sumber: http://harismasterpsikology.wordpress.com/2010/10/17/massa/
A. Definisi psikologi massa
PSIKOLOGI MASSA
A. Definisi
: memahami danmenjelaskan pengertian massa
PENGERTIAN
Psikologi adalah ilmu tentang perilaku dan proses mental. Massa dapat diartikan sebagai bentuk kolektivisme (kebersamaan). Oleh karena itu psikologi massa akan berhubungan perilaku yang dilakukan secara bersama-sama oleh sekelompok massa. Fenomena kebersamaan ini diistilahkan pula sebagai Perilaku Kolektif (Collective Behavior)
Dalam perilaku kolektif, seseorang atau sekelompok orang ingin melakukan perubahan sosial dalam kelompoknya, institusinya, masyarakatnya. Tindakan kelompok ini ada yang diorganisir, dan ada juga tindakan yang tidak diorganisir. Tindakan yang terorganisir inilah yang kemudian banyak dikenal orang sebagai gerakan social (Social Movement).
Perilaku kolektif yang berupa gerakan sosial, seringkali muncul ketika dalam interaksi sosial itu terjadi situasi yang tidak terstruktur, ambigious (ketaksaan/ membingungkan), dan tidak stabil.
Reicher & Potter (1985) mengidentifikasi adanya lima tipe kesalahan mendasar dalam psikologi tentang kerumunan (perilaku massa) di masa lalu dan masa kini. Kesalahan-kesalahan itu, meliputi yaitu:
(1) abstraksi tentang episode kerumunan bersumber dari konflik antar-kelompok, (2) kegagalan untuk menjelaskan proses dinamikanya, (3) terlalu dibesar-besarkannya anonimitas keanggotaannya, (4) kegagalan memahami motif anggota kerumunan, dan (5) selalu menekankan pada aspek negatif dari kerumunan.
Reicher (1987), Reicher & Potter (1985) selama ini melihat adanya dua (2) bentuk bias dalam memandang teori kerumunan (crowds) yaitu bias politik dan bias perspektif. Bias politik terjadi karena teori kerumunan disusun sebagai usaha mempertahankan tatanan sosial dari mob dan tindakan kerumunan selalu dipandang sebagai konflik sosial. Sementara itu bias perspektif terjadi karena para ahli hanya berperan sebagai orang luar (outsider) yang hanya mengamati masalah tersebut. Akibatnya, terjadi kesalahan dalam memandang tindakan kerumunan secara objektif.
MACAM-MACAM BENTUK PERILAKU KOLEKTIF
A. CROWD (KERUMUNAN)
Secara deskriptif Milgram (1977) melihat kerumunan (crowd) sebagai 1.Sekelompok orang yang membentuk agregasi (kumpulan), 2.Jumlahnya semakin lama semakin meningkat, 3.Orang-orang ini mulai membuat suatu bentuk baru (seperti lingkaran), 4.Memiliki distribusi diri yang bergabung pada suatu saat dan tempat tertentu dengan lingkaran (boundary) yang semakin jelas, dan 5.Titik pusatnya permeable dan saling mendekat.
Ada beberapa bentuk kerumunan (Crowd) yang ada dalam masyarakat:
1.Temporary Crowd : orang yang berada pada situasi saling berdekatan di suatu tempat dan pada situasi sesaat
2.Casual Crowd : sekelompok orang yang berada di ujung jalan dan tidak memiliki maksud apa-apa
3.Conventional Crowd : audience yang sedang mendengarkan ceramah
4.Expressive Crowd: sekumpulan orang yang sedang nonton konser musik yang menari sambil sesekali ikut melantunkan lagu
5.Acting Crowd atau rioting crowd : sekelompok massa yang melakukan tindakan kekerasan
6.Solidaristic Crowd: kesatuan massa yang munculnya karena didasari oleh kesamaan ideologi
B.MOB :
Adalah kerumunanan (Crowds) yang emosional yang cenderung melakukan kekerasan/penyimpangan (violence) dan tindakan destruktif. Umumnya mereka melakukan tindakan melawan tatanan sosial yang ada secara langsung. Hal ini muncul karena adanya rasa ketidakpuasan, ketidakadilan, frustrasi, adanya perasaan dicederai oleh institusi yang telah mapan atau lebih tinggi. Bila mob ini dalam skala besar, maka bentuknya menjadi kerusuhan massa. Mereka melakukan pengrusakan fasilitas umum dan apapun yang dipandang menjadi sasaran kemarahanannya.
C. PANIC
Adalah bentuk perilaku kolektif yang tindakannya merupakan reaksi terhadap ancaman yang muncul di dalam kelompok tersebut. Biasanya berhubungan dengan kejadian-kejadian bencana (disaster). Tindakan reaksi massa ini cenderung terjadi pada awal suatu kejadian, dan hal ini tidak terjadi ketika mereka mulai tenang. Bentuk lebih parah dari kejadian panik ini adalah Histeria Massa. Pada histeria massa ini terjadi kecemasan yang berlebihan dalam masyarakat. misalnya munculnya isue tsunami, banjur.
D. RUMORS
Adalah suatu informasi yang tidak dapat dibuktikan, dan dikomunikasikan yang muncul dari satu orang kepada orang lain (isu sosial). Umumnya terjadi pada situasi dimana orang seringkali kekurangan informasi untuk membuat interpretasi yang lebih komprehensif. Media yang digunakan umumnya adalah telepon.
E. OPINI PUBLIC
Adalah sekelompok orang yang memiliki pendapat beda mengenai sesuatu hal dalam masyarakat. Dalam opini publik ini antara kelompok masyarakat terjadi perbedaan pandangan / perspektif. Konflik bisa sangat potensial terjadi pada masyarakat yang kurang memahami akan masalah yang menjadi interes dalam masayarakat tersebut. Contoh adalah adanya perbedaan pendangan antar masyarakat tentang hukuman mati, pemilu, penetapan undang-undang tertentu, dan sebagainya. Bentuknya biasanya berupa informasi yang beda, namun dalam kenyataannya bisa menjadi stimulator konflik dalam masyarakat.
F. PROPAGANDA
Adalah informasi atau pandangan yang sengaja digunakan untuk menyampaikan atau membentuk opini publik. Biasanya diberikan oleh sekelompok orang, organisasi, atau masyarakat yang ingin tercapai tujuannya. Media komunikasi banyak digunakan untuk melalukan propaganda ini. Kadangkala juga berupa pertemuan kelompok (crowds).Penampilan dari public figure kadang kala menjadi senjata yang ampuh untuk melakukan proraganda ini.
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU MASSA DENGAN AGRESI
Banyak pandangan yang menyatakan bahwa perilaku kolektif berkatian erat dengan tindakan agresi / kekerasan. Bahkan sejumlah studi banyak dilakukan untuk melihat pengaruh berkumpulnya orang dalam massa terhadap kekerasan yang ditimbulkannya. Pendekatan keamanan selama ini juga selalu memandang bahwa adanya kumpulan orang selalu disikapi sebagai bentuk potensi konflik, dan kadangkala tindakan antisipasi yang dilakukannya sangat berlebihan. Ciri penting yang harus dipahami petugas apakah kumpulan dapat mengakibatkan potensi konflik?1.Apakah terjadi kebangkitan emosi (arousal) massa yang sangat signifikan? Bila mereka sangat antusias dengan yel-yel dan gerakan yang menyinggung harga diri kelompok maka perlu dibutuhkan upaya kesabaran namun waspada.2. Apakah ada stimulator / pemicu dari lingkungan yang membahayakan? Alat agresi apakah muncul dalam kerumunan massa tu. Batu, pentungan, senjata tajam, dll, sangat mendorong munculnya kekerasan. 3.Apakah ada provokator yang terorganisir? Provokator selalu menyemangati para anggota kelompoknya untuk tetap melakukan tindakan demonstrasi. 4.Apakah situasinya panas atau hujan? Situasi panas dapat membuat situasi tidak nyaman, dan situasi ini dapat mudah menyulut kekerasan.5.Apakah munculnya sesaat atau bersifat kronis? Perilaku kolektif yang munculnya sesaat umumnya tidak menimbulkan agresi, terkecuali memang sudah ada konflik didalamnya. 6.Adakah keberpihakan dalam perilaku kolektif ?Konsep ini muncul dari adanya pemahamana bahwa bila ada dua kelompok atau lebih yang sedang berkompetisi, maka mereka akan saling berusaha untuk mengalahkan yang lain7.Adakah motif dasar yang melatarbelakangi munculnya perilaku kolektif?Perilaku kolektif akan menjadi sangat berbahaya apabila dalam kolektivitasnya itu dipicu oleh masalah kebutuhan pokok.8.Apakah ada organisasi yang mensponsori? Kekerasan akan semakin meningkat konstelasinya apabila ada dukungan sponsorship yang kuat, sehingga perilaku kolektif ini akan berlangsung lama. Oleh karena itu, kesiapan logistik yang cukup harus dilakukan dan dicarinya upaya strategi yang tepat untuk mengatasinya
TEORI-TEORI PERILAKU KOLEKTIF
Dalam tulisan ini, ada tiga teori yang seringkali digunakan untuk menjelaskan kejadian perilaku massa. 1.Social Contagion Theory (Teori Penularan sosial) menyatakan bahwa orang akan mudah tertular perilaku orang lain dalam situasi sosial massa. mereka melakukan tindakan meniru/imitasi. 2. Emergence Norm Theory: menyatakan bahwa perilaku didasari oleh norma kelompok, maka dalam perilaku kelompok ada norma sosial mereka yang akan ditonjolkannya. Bila norma ini dipandang sesuai dengan keyakinannya, dan berseberangan dengan nilai / norma aparat yang bertugas, maka konflik horizontal akan terjadi.3.Convergency Theory: menyatakan bahwa kerumunan massa akan terjadi pada suatu kejadian dimana ketika mereka berbagi (convergence) pemikiran dalam menginterpretasi suatu kejadian. Orang akan mengumpul bila mereka memiliki minat yang sama dan mereka akan terpanggil untuk berpartisipasi 4.Deindivuation Theory, menyatakan bahwa ketika orang dalam kerumunan, maka mereka akan ”mneghilangkan” jati dirinya, dan kemudian menyatu ke dalam jiwa massa.
BAGAIMANA CARA MENYIKAPI PERILAKU MASSA
1.Memahami bentuk perilaku kolektif
2.Memahami motif perilaku kolektif
3.Perencanaan penyelesaian yang matang
4.Kesiaan mental petugas
5.Pengendalian diri yang baik
6.Keberanian dalam bersikap
sumber: http://suryanto.blog.unair.ac.id/2008/12/03/memahami-psikologi-massa-dan-penanganannya/
A. Definisi
: memahami danmenjelaskan pengertian massa
PENGERTIAN
Psikologi adalah ilmu tentang perilaku dan proses mental. Massa dapat diartikan sebagai bentuk kolektivisme (kebersamaan). Oleh karena itu psikologi massa akan berhubungan perilaku yang dilakukan secara bersama-sama oleh sekelompok massa. Fenomena kebersamaan ini diistilahkan pula sebagai Perilaku Kolektif (Collective Behavior)
Dalam perilaku kolektif, seseorang atau sekelompok orang ingin melakukan perubahan sosial dalam kelompoknya, institusinya, masyarakatnya. Tindakan kelompok ini ada yang diorganisir, dan ada juga tindakan yang tidak diorganisir. Tindakan yang terorganisir inilah yang kemudian banyak dikenal orang sebagai gerakan social (Social Movement).
Perilaku kolektif yang berupa gerakan sosial, seringkali muncul ketika dalam interaksi sosial itu terjadi situasi yang tidak terstruktur, ambigious (ketaksaan/ membingungkan), dan tidak stabil.
Reicher & Potter (1985) mengidentifikasi adanya lima tipe kesalahan mendasar dalam psikologi tentang kerumunan (perilaku massa) di masa lalu dan masa kini. Kesalahan-kesalahan itu, meliputi yaitu:
(1) abstraksi tentang episode kerumunan bersumber dari konflik antar-kelompok, (2) kegagalan untuk menjelaskan proses dinamikanya, (3) terlalu dibesar-besarkannya anonimitas keanggotaannya, (4) kegagalan memahami motif anggota kerumunan, dan (5) selalu menekankan pada aspek negatif dari kerumunan.
Reicher (1987), Reicher & Potter (1985) selama ini melihat adanya dua (2) bentuk bias dalam memandang teori kerumunan (crowds) yaitu bias politik dan bias perspektif. Bias politik terjadi karena teori kerumunan disusun sebagai usaha mempertahankan tatanan sosial dari mob dan tindakan kerumunan selalu dipandang sebagai konflik sosial. Sementara itu bias perspektif terjadi karena para ahli hanya berperan sebagai orang luar (outsider) yang hanya mengamati masalah tersebut. Akibatnya, terjadi kesalahan dalam memandang tindakan kerumunan secara objektif.
MACAM-MACAM BENTUK PERILAKU KOLEKTIF
A. CROWD (KERUMUNAN)
Secara deskriptif Milgram (1977) melihat kerumunan (crowd) sebagai 1.Sekelompok orang yang membentuk agregasi (kumpulan), 2.Jumlahnya semakin lama semakin meningkat, 3.Orang-orang ini mulai membuat suatu bentuk baru (seperti lingkaran), 4.Memiliki distribusi diri yang bergabung pada suatu saat dan tempat tertentu dengan lingkaran (boundary) yang semakin jelas, dan 5.Titik pusatnya permeable dan saling mendekat.
Ada beberapa bentuk kerumunan (Crowd) yang ada dalam masyarakat:
1.Temporary Crowd : orang yang berada pada situasi saling berdekatan di suatu tempat dan pada situasi sesaat
2.Casual Crowd : sekelompok orang yang berada di ujung jalan dan tidak memiliki maksud apa-apa
3.Conventional Crowd : audience yang sedang mendengarkan ceramah
4.Expressive Crowd: sekumpulan orang yang sedang nonton konser musik yang menari sambil sesekali ikut melantunkan lagu
5.Acting Crowd atau rioting crowd : sekelompok massa yang melakukan tindakan kekerasan
6.Solidaristic Crowd: kesatuan massa yang munculnya karena didasari oleh kesamaan ideologi
B.MOB :
Adalah kerumunanan (Crowds) yang emosional yang cenderung melakukan kekerasan/penyimpangan (violence) dan tindakan destruktif. Umumnya mereka melakukan tindakan melawan tatanan sosial yang ada secara langsung. Hal ini muncul karena adanya rasa ketidakpuasan, ketidakadilan, frustrasi, adanya perasaan dicederai oleh institusi yang telah mapan atau lebih tinggi. Bila mob ini dalam skala besar, maka bentuknya menjadi kerusuhan massa. Mereka melakukan pengrusakan fasilitas umum dan apapun yang dipandang menjadi sasaran kemarahanannya.
C. PANIC
Adalah bentuk perilaku kolektif yang tindakannya merupakan reaksi terhadap ancaman yang muncul di dalam kelompok tersebut. Biasanya berhubungan dengan kejadian-kejadian bencana (disaster). Tindakan reaksi massa ini cenderung terjadi pada awal suatu kejadian, dan hal ini tidak terjadi ketika mereka mulai tenang. Bentuk lebih parah dari kejadian panik ini adalah Histeria Massa. Pada histeria massa ini terjadi kecemasan yang berlebihan dalam masyarakat. misalnya munculnya isue tsunami, banjur.
D. RUMORS
Adalah suatu informasi yang tidak dapat dibuktikan, dan dikomunikasikan yang muncul dari satu orang kepada orang lain (isu sosial). Umumnya terjadi pada situasi dimana orang seringkali kekurangan informasi untuk membuat interpretasi yang lebih komprehensif. Media yang digunakan umumnya adalah telepon.
E. OPINI PUBLIC
Adalah sekelompok orang yang memiliki pendapat beda mengenai sesuatu hal dalam masyarakat. Dalam opini publik ini antara kelompok masyarakat terjadi perbedaan pandangan / perspektif. Konflik bisa sangat potensial terjadi pada masyarakat yang kurang memahami akan masalah yang menjadi interes dalam masayarakat tersebut. Contoh adalah adanya perbedaan pendangan antar masyarakat tentang hukuman mati, pemilu, penetapan undang-undang tertentu, dan sebagainya. Bentuknya biasanya berupa informasi yang beda, namun dalam kenyataannya bisa menjadi stimulator konflik dalam masyarakat.
F. PROPAGANDA
Adalah informasi atau pandangan yang sengaja digunakan untuk menyampaikan atau membentuk opini publik. Biasanya diberikan oleh sekelompok orang, organisasi, atau masyarakat yang ingin tercapai tujuannya. Media komunikasi banyak digunakan untuk melalukan propaganda ini. Kadangkala juga berupa pertemuan kelompok (crowds).Penampilan dari public figure kadang kala menjadi senjata yang ampuh untuk melakukan proraganda ini.
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU MASSA DENGAN AGRESI
Banyak pandangan yang menyatakan bahwa perilaku kolektif berkatian erat dengan tindakan agresi / kekerasan. Bahkan sejumlah studi banyak dilakukan untuk melihat pengaruh berkumpulnya orang dalam massa terhadap kekerasan yang ditimbulkannya. Pendekatan keamanan selama ini juga selalu memandang bahwa adanya kumpulan orang selalu disikapi sebagai bentuk potensi konflik, dan kadangkala tindakan antisipasi yang dilakukannya sangat berlebihan. Ciri penting yang harus dipahami petugas apakah kumpulan dapat mengakibatkan potensi konflik?1.Apakah terjadi kebangkitan emosi (arousal) massa yang sangat signifikan? Bila mereka sangat antusias dengan yel-yel dan gerakan yang menyinggung harga diri kelompok maka perlu dibutuhkan upaya kesabaran namun waspada.2. Apakah ada stimulator / pemicu dari lingkungan yang membahayakan? Alat agresi apakah muncul dalam kerumunan massa tu. Batu, pentungan, senjata tajam, dll, sangat mendorong munculnya kekerasan. 3.Apakah ada provokator yang terorganisir? Provokator selalu menyemangati para anggota kelompoknya untuk tetap melakukan tindakan demonstrasi. 4.Apakah situasinya panas atau hujan? Situasi panas dapat membuat situasi tidak nyaman, dan situasi ini dapat mudah menyulut kekerasan.5.Apakah munculnya sesaat atau bersifat kronis? Perilaku kolektif yang munculnya sesaat umumnya tidak menimbulkan agresi, terkecuali memang sudah ada konflik didalamnya. 6.Adakah keberpihakan dalam perilaku kolektif ?Konsep ini muncul dari adanya pemahamana bahwa bila ada dua kelompok atau lebih yang sedang berkompetisi, maka mereka akan saling berusaha untuk mengalahkan yang lain7.Adakah motif dasar yang melatarbelakangi munculnya perilaku kolektif?Perilaku kolektif akan menjadi sangat berbahaya apabila dalam kolektivitasnya itu dipicu oleh masalah kebutuhan pokok.8.Apakah ada organisasi yang mensponsori? Kekerasan akan semakin meningkat konstelasinya apabila ada dukungan sponsorship yang kuat, sehingga perilaku kolektif ini akan berlangsung lama. Oleh karena itu, kesiapan logistik yang cukup harus dilakukan dan dicarinya upaya strategi yang tepat untuk mengatasinya
TEORI-TEORI PERILAKU KOLEKTIF
Dalam tulisan ini, ada tiga teori yang seringkali digunakan untuk menjelaskan kejadian perilaku massa. 1.Social Contagion Theory (Teori Penularan sosial) menyatakan bahwa orang akan mudah tertular perilaku orang lain dalam situasi sosial massa. mereka melakukan tindakan meniru/imitasi. 2. Emergence Norm Theory: menyatakan bahwa perilaku didasari oleh norma kelompok, maka dalam perilaku kelompok ada norma sosial mereka yang akan ditonjolkannya. Bila norma ini dipandang sesuai dengan keyakinannya, dan berseberangan dengan nilai / norma aparat yang bertugas, maka konflik horizontal akan terjadi.3.Convergency Theory: menyatakan bahwa kerumunan massa akan terjadi pada suatu kejadian dimana ketika mereka berbagi (convergence) pemikiran dalam menginterpretasi suatu kejadian. Orang akan mengumpul bila mereka memiliki minat yang sama dan mereka akan terpanggil untuk berpartisipasi 4.Deindivuation Theory, menyatakan bahwa ketika orang dalam kerumunan, maka mereka akan ”mneghilangkan” jati dirinya, dan kemudian menyatu ke dalam jiwa massa.
BAGAIMANA CARA MENYIKAPI PERILAKU MASSA
1.Memahami bentuk perilaku kolektif
2.Memahami motif perilaku kolektif
3.Perencanaan penyelesaian yang matang
4.Kesiaan mental petugas
5.Pengendalian diri yang baik
6.Keberanian dalam bersikap
sumber: http://suryanto.blog.unair.ac.id/2008/12/03/memahami-psikologi-massa-dan-penanganannya/
B. Jenis-jenis kelompok
B. Jenis-jenis kelompok
: memahami dan mampu menjelaskan definisi dan karakteristik khusus dari jenis kelompok berikut ini
1.Dyad
Suatu pertemuan antara dua orang, atau komunikasi antara dua orang dengan adanya umpan balik serta peran pembicara dan pendengar yang silih berganti dan kemudian menyatu, disebut sebagai komunikasi Dyadic (Dyad)
Dyad ini merupakan dasar setting komunikasi manusia dan muncul dalam berbagai
bentuk, yaitu:
1.Interaksi intim antara suami dan isteri, antara teman akrab, komunikasi antar anggota keluarga. Dalam hubungan ini terkandung keterikatan emosional. Ikatan inilah yang menentukan apa yang dibicarakan dan tidak dibicarakan, cara membicarakannya dan dimana dibicarakannya.
2.Percakapan sosial yang seringkali merupakan basa-basi. Dalam percakapan sosial kedua pihak berusaha membatasi diri (tidak emosional, cara berbahasa) supaya tidak tampak kasar dan tidak peka. Intinya adalah bahwa kedua pihak memperlihatkan sisi balik dan arena itu percakapan macam ini jarang mendalam, isi pembicaraan lebih bersifat umum.
3.Berbeda dengan dua bentuk yang telah disebutkan adalah interogasi yang bertujuan untuk memeras keterangan dari suatu sumber tertentu. Misalnya bila polisi menghadapi tersangka dan ingin mendapatkan keterangan dari tersangka. Berbeda sekali dengan bentuk komunikasi sosial yang memperhitungkan hubungan baik, karena yang menjadi tujuan adalah mendapatkan keterangan yang berharga.
4.Perkelahian juga merupakan suatu bentuk komunikasi yang ditandai dengan adanya perasaan benar atau merasa dirugikan pada salah satu pihak. Juga pada bentuk komunikasi ini, tidak diperhatikan cara berkomunikasi, seringkali tidak ada pembicaraan, lebih melibatkan fisik (Catatan, pertengkaran termasuk bentuk komunikasi ini).
5.Debat merupakan bentuk komunikasi yang terikat aturan yang harus dipatuhi dua belah pihak, misalnya giliran berbicara, batasan waktu dan isi.
6.Interview merupakan bentuk komunikasi dengan adanya suatu “sharing” perspektif dan informasi, walaupun “sharing” disini berat sebelah, dalam arti kata, interviewer lebih banyak bertanya dan menentukan arah pembicaraan sedangkan interviewee lebih banyak memberi informasi.
sumber : unpad.ac.id
2.Kelompok kecil
SIFAT KOMUNIKASI KELOMPOK KECIL
Komunikasi kelompok kecil terjadi ketika tiga orang atau lebih bertatap muka, biasanya dibawah pengarahan seorang pemimpin untuk mencapai tujuan atau sasaran bersama dan mempengaruhi satu sama lain. Inti dari definisi ini adalah bahwa masyarakat berinteraksi, mereka saling bergantung, dan saling mempengaruhi.
KELOMPOK BERKOMUNIKASI MELALUI TATAP MUKA
Komunikasi kelompok kecil yang efektif menghendaki Anda untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui tatap muka. Interaksi yang berarti dapat berlangsung jika komunikasi melibatkan hal berbicara dan mendengar dalam lingkungan yang umum. Melalui pengenalan teknologi baru-komputer, mesin fax, telekonferensi, dan bentuk komunikasi cepat lainnya-masyarakat semakin terbiasa berkomunikasi dan menyokong hubungan tanpa kehadiran fisik orang lain. Bagaimanpun, komunikasi kelompok yang terbaik terjadi bila orang-orang dapat segera menanggapi komunikasi verbal dan nonverbal orang lain secara pribadi.
KELOMPOK MEMILIKI SEDIKIT PARTISIPAN
Terdapat berbagai macam opini mengenai berapa banyak orang yang dibutuhkan untuk membangun sebuah kelompok kecil, tetapi umumnya berdasarkan parameter luar adalah 3 dan 12 orang.. Sedangkan ukuran sebagian lainnya ditentukan oleh tujuan kelompok. Jika tujuannya untuk mendorong input individu, diperlukan jumlah anggota yang lebih kecil. Jika anggota –anggota hendak ditampakkan ke dalam berbagai sudut pandang, sebaiknya dibentuk kelompok yang lebih besar. Keanggotaan suatu kelompok harus cukup besar sehingga terdapat semua fungsi yang berorientasi pada tugas dan manusia yang dibutuhkan dalam penyelesaian pekerjaan. Lima sampai tujuh orang partisipan biasanya merupakan ukuran yang cukup bagi sebuah kelompok kerja. Kelompok ini tidak terlalu kecil untuk membagi sebuah tugas dan juga tidak terlalu besar untuk mencegah interaksi bebas diantara para anggota.
Zarda (1982) mengatakan, “Seseorang pembentuk kelompok pengambil keputusan akan membatasi besarnya kelompok dengan baik karena memberi dan menerima merupakan hal yang lebih cepat dan lebih tersebar luas dalam kelompok kecil dibandingkan kelompok besar.” Jumlah anggota yang ganjil mungkin umumya lebih disukai sehingga pada saat pemungutan suara akan terdapat kelebihan suara. Ketidaksetujuan dalam suatu kelompok bukan merupakan sifat tidak sehat, melainkan kelebihan suara justru dapat mengatasi jalan buntu pada saat pemungutan suara diperlukan.
KELOMPOK BEKERJA DI BAWAH ARAHAN SEORANG PEMIMPIN
Kepemimpinan merupakan sebuah dimensi penting dari suatu studi kelompok kecil. Kelompok-kelompok kerja dapat berfungsi melalui kepemimpinan yang ditunjuk, kepemimpinan yang berdasarkan jabatan atau pangkat, atau kepemimpinan darurat. Hal yang pokok adalah tindakan kepemimpinan, atau tindakan bersama yang membantu kelompok-kelompok mencapai tujuannya, sangat diperlukan untuk kesehatan, efisiensi, dan efektivitas kelompok. Biasanya, hal yang lebih efisien dilakukan adalah memiliki orang yang telah ditunjuk sebelumnya sebagai pemimpin rapat, penyelenggara rapat, moderator, pemimpin, atau fasilitator kelompok. Apabila pihak berwenang yang lebih tinggi tidak menunjuk seorang pemimpin, sebaiknya mereka memilih seseorang untuk jabatan tersebut.
KELOMPOK MEMBAGI TUJUAN ATAU SASARAN BERSAMA
Untuk menjadi sebuah kelompok, para anggota harus membagi tujuan bersama. Untuk menjadi sebuah tim yang efektif, sebuah kelompok harus memiliki identitas bersama yang ditunjukkan oleh cita-cita atau tujuan bersama.
ANGGOTA KELOMPOK MEMILIKI PENGARUH ATAS SATU SAMA LAIN
Untuk menjadikan orang yang bersama-sama itu sebuah kelompok, setiap anggota harus terbuka terhadap pengaruh bersama-setiap orang dalam kelompok itu harus ikut serta dalam kegiatan mempengaruhi dan dipengaruhi. Semangat timbal balik ini merupakan hal penting bagi integritas suatu kelompok kecil. Perilaku setiap anggota ditentukan dan menentukan perilaku orang lain. Kehadiran seseorang dalam sebuah kelompok dapat berpengaruh sangat penting terhadap perilaku dan pemikiran anggota lain dan keseluruhan proses dalam kelompok tersebut. Beberapa orang memberikan kontribusi gagasan dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan; beberapa orang lainnya menjaga kelompok tetap terpusat pada tugas. Seorang anggota dapat memberikan kontribusi pada kelompoknya dengan menghentikan ketegangan, berurusan dengan konflik, berpegang pada jadwal, atau bertindak sebagai penyimpan catatan. Seorang pemimpin adalah seseorang yang mempengaruhi kelompok, tetapi tindakan kepemimpinannya membantu para anggota dalam mencapai tujuan mereka yang sangat diperlukan bagi kesejahteraan kelompok. Setiap anggota dapat dan harus mempengaruhi anggota-anggota lain dan keputusan kelompok.
Suatu faktor yang kritis dari partisipasi kelompok adalah bahwa setiap anggota harus bersikap terbuka dan mampu mengesampingkan ambisi pribadi, “menyembunyikan agenda”, dan menghindarkan perilaku lain yang dapat merusak kelompok dan hasil akhir tujuannya
Sumber: http://id.shvoong.com/business-management/management/1943051-komunikasi-dalam-kelompok-kecil/
3.Organisasi
Organisasi (Yunani: ργανον, organon - alat) adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah unt tujuan bersama.
Dalam ilmu-ilmu sosial, organisasi dipelajari oleh periset dari berbagai bidang ilmu, terutama sosiologi, ekonomi, ilmu politik, psikologi, dan manajemen.Kajian mengenai organisasi sering disebut studi organisasi (organizational studies), perilaku organisasi (organizational behaviour), atau analisa organisasi (organization analysis).
1.Definisi
Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok sama satu sama lain, dan ada pula yang berbeda. Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.
Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut.
Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama
James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama
Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih
Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti; pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran
Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus.Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup.Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur.
2.Partisipasi
Dalam berorganisasi setiap individu dapat berinteraksi dengan semua struktur yang terkait baik itu secara langsung maupun secara tidak langsung kepada organisasi yang mereka pilih.[6]. Agar dapat berinteraksi secara efektif setiap individu bisa berpartisipasi pada organisasi yang bersangkutan. Dengan berpartisipasi setiap individu dapat lebih mengetahui hal-hal apa saja yang harus dilakukan.
Pada dasarnya partisipasi didefinisikan sebagai keterlibatan mental atau pikiran dan emosi atau perasaan seseorang di dalam situasi kelompok yang mendorongnya untuk memberikan sumbangan kepada kelompok dalam usaha mencapai tujuan.
Keterlibatan aktif dalam berpartisipasi, bukan hanya berarti keterlibatan jasmaniah semata.Partisipasi dapat diartikan sebagai keterlibatan mental, pikiran, dan emosi atau perasaan seseorang dalam situasi kelompok yang mendorongnya untuk memberikan sumbangan kepada kelompok dalam usaha mencapai tujuan serta turut bertanggung jawab terhadap usaha yang bersangkutan.
1.Unsur-unsur
Menuruth Keith Davis ada tiga unsur penting partisipasi:
1.Unsur pertama, bahwa partisipasi atau keikutsertaan sesungguhnya merupakan suatu keterlibatan mental dan perasaan, lebih daripada semata-mata atau hanya keterlibatan secara jasmaniah.
2.Unsur kedua adalah kesediaan memberi sesuatu sumbangan kepada usaha mencapai tujuan kelompok. Ini berarti, bahwa terdapat rasa senang, kesukarelaan untuk membantu kelompok.
3.Unsur ketiga adalah unsur tanggung jawab. Unsur tersebut merupakan segi yang menonjol dari rasa menjadi anggota. Hal ini diakui sebagai anggota artinya ada rasa “sense of belongingness”.
2.Jenis-jenis
Keith Davis juga mengemukakan jenis-jenis partisipasi, yaitu sebagai berikut:
1.Pikiran (psychological participation)
2.Tenaga (physical partisipation)
3.Pikiran dan tenaga
4.Keahlian
5.Barang
6.Uang
3.Syarat-syarat
Agar suatu partisipasi dalam organisasi dapat berjalan dengan efektif, membutuhkan persyaratan-persyaratan yang mutlak yaitu .
Waktu. Untuk dapat berpatisipasi diperlukan waktu. Waktu yang dimaksudkan disini adalah untuk memahamai pesan yang disampaikan oleh pemimpin. Pesan tersebut mengandung informasi mengenai apa dan bagaimana serta mengapa diperlukan peran serta.
Bilamana dalam kegiatan partisipasi ini diperlukan dana perangsang, hendaknya dibatasi seperlunya agar tidak menimbulkan kesan “memanjakan”, yang akan menimbulkan efek negatif.
Subyek partisipasi hendaknya relevan atau berkaitan dengan organisasi dimana individu yang bersangkutan itu tergabung atau sesuatau yang menjadi perhatiannnya.
Partisipasi harus memiliki kemampuan untuk berpartisipasi, dalam arti kata yang bersangkutan memiliki luas lingkup pemikiran dan pengalaman yang sama dengan komunikator, dan kalupun belum ada, maka unsur-unsur itu ditumbuhkan oleh komunikator.
Partisipasi harus memiliki kemampuan untuk melakukan komunikasi timbal balik, misalnya menggunakan bahasa yang sama atau yang sama-sama dipahami, sehingga tercipta pertukaran pikiran yang efektif atau berhasil.
Para pihak yang bersangkutan bebas di dlam melaksanakan peran serta tersebut sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan.
Bila partisipasi diadakan untuk menentukan suatu kegiatan hendaknya didasarkan kepada kebebasan dalam kelompok, artinya tidak dilakukan pemaksaan atau penekanan yang dapat menimbulkan ketegangan atau gangguan dalam pikiran atau jiwa pihak-pihak yang bersangkutan. Hal ini didasarkan kepada prisnsip bahwa partisipasi adalah bersifat persuasif.
3. Bentuk-bentuk organisasi
1.Organisasi politik
2.Organisasi sosial
3.Organisasi mahasiswa
4.Organisasi olahraga
5.Organisasi sekolah
6.Organisasi negara
sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi
: memahami dan mampu menjelaskan definisi dan karakteristik khusus dari jenis kelompok berikut ini
1.Dyad
Suatu pertemuan antara dua orang, atau komunikasi antara dua orang dengan adanya umpan balik serta peran pembicara dan pendengar yang silih berganti dan kemudian menyatu, disebut sebagai komunikasi Dyadic (Dyad)
Dyad ini merupakan dasar setting komunikasi manusia dan muncul dalam berbagai
bentuk, yaitu:
1.Interaksi intim antara suami dan isteri, antara teman akrab, komunikasi antar anggota keluarga. Dalam hubungan ini terkandung keterikatan emosional. Ikatan inilah yang menentukan apa yang dibicarakan dan tidak dibicarakan, cara membicarakannya dan dimana dibicarakannya.
2.Percakapan sosial yang seringkali merupakan basa-basi. Dalam percakapan sosial kedua pihak berusaha membatasi diri (tidak emosional, cara berbahasa) supaya tidak tampak kasar dan tidak peka. Intinya adalah bahwa kedua pihak memperlihatkan sisi balik dan arena itu percakapan macam ini jarang mendalam, isi pembicaraan lebih bersifat umum.
3.Berbeda dengan dua bentuk yang telah disebutkan adalah interogasi yang bertujuan untuk memeras keterangan dari suatu sumber tertentu. Misalnya bila polisi menghadapi tersangka dan ingin mendapatkan keterangan dari tersangka. Berbeda sekali dengan bentuk komunikasi sosial yang memperhitungkan hubungan baik, karena yang menjadi tujuan adalah mendapatkan keterangan yang berharga.
4.Perkelahian juga merupakan suatu bentuk komunikasi yang ditandai dengan adanya perasaan benar atau merasa dirugikan pada salah satu pihak. Juga pada bentuk komunikasi ini, tidak diperhatikan cara berkomunikasi, seringkali tidak ada pembicaraan, lebih melibatkan fisik (Catatan, pertengkaran termasuk bentuk komunikasi ini).
5.Debat merupakan bentuk komunikasi yang terikat aturan yang harus dipatuhi dua belah pihak, misalnya giliran berbicara, batasan waktu dan isi.
6.Interview merupakan bentuk komunikasi dengan adanya suatu “sharing” perspektif dan informasi, walaupun “sharing” disini berat sebelah, dalam arti kata, interviewer lebih banyak bertanya dan menentukan arah pembicaraan sedangkan interviewee lebih banyak memberi informasi.
sumber : unpad.ac.id
2.Kelompok kecil
SIFAT KOMUNIKASI KELOMPOK KECIL
Komunikasi kelompok kecil terjadi ketika tiga orang atau lebih bertatap muka, biasanya dibawah pengarahan seorang pemimpin untuk mencapai tujuan atau sasaran bersama dan mempengaruhi satu sama lain. Inti dari definisi ini adalah bahwa masyarakat berinteraksi, mereka saling bergantung, dan saling mempengaruhi.
KELOMPOK BERKOMUNIKASI MELALUI TATAP MUKA
Komunikasi kelompok kecil yang efektif menghendaki Anda untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui tatap muka. Interaksi yang berarti dapat berlangsung jika komunikasi melibatkan hal berbicara dan mendengar dalam lingkungan yang umum. Melalui pengenalan teknologi baru-komputer, mesin fax, telekonferensi, dan bentuk komunikasi cepat lainnya-masyarakat semakin terbiasa berkomunikasi dan menyokong hubungan tanpa kehadiran fisik orang lain. Bagaimanpun, komunikasi kelompok yang terbaik terjadi bila orang-orang dapat segera menanggapi komunikasi verbal dan nonverbal orang lain secara pribadi.
KELOMPOK MEMILIKI SEDIKIT PARTISIPAN
Terdapat berbagai macam opini mengenai berapa banyak orang yang dibutuhkan untuk membangun sebuah kelompok kecil, tetapi umumnya berdasarkan parameter luar adalah 3 dan 12 orang.. Sedangkan ukuran sebagian lainnya ditentukan oleh tujuan kelompok. Jika tujuannya untuk mendorong input individu, diperlukan jumlah anggota yang lebih kecil. Jika anggota –anggota hendak ditampakkan ke dalam berbagai sudut pandang, sebaiknya dibentuk kelompok yang lebih besar. Keanggotaan suatu kelompok harus cukup besar sehingga terdapat semua fungsi yang berorientasi pada tugas dan manusia yang dibutuhkan dalam penyelesaian pekerjaan. Lima sampai tujuh orang partisipan biasanya merupakan ukuran yang cukup bagi sebuah kelompok kerja. Kelompok ini tidak terlalu kecil untuk membagi sebuah tugas dan juga tidak terlalu besar untuk mencegah interaksi bebas diantara para anggota.
Zarda (1982) mengatakan, “Seseorang pembentuk kelompok pengambil keputusan akan membatasi besarnya kelompok dengan baik karena memberi dan menerima merupakan hal yang lebih cepat dan lebih tersebar luas dalam kelompok kecil dibandingkan kelompok besar.” Jumlah anggota yang ganjil mungkin umumya lebih disukai sehingga pada saat pemungutan suara akan terdapat kelebihan suara. Ketidaksetujuan dalam suatu kelompok bukan merupakan sifat tidak sehat, melainkan kelebihan suara justru dapat mengatasi jalan buntu pada saat pemungutan suara diperlukan.
KELOMPOK BEKERJA DI BAWAH ARAHAN SEORANG PEMIMPIN
Kepemimpinan merupakan sebuah dimensi penting dari suatu studi kelompok kecil. Kelompok-kelompok kerja dapat berfungsi melalui kepemimpinan yang ditunjuk, kepemimpinan yang berdasarkan jabatan atau pangkat, atau kepemimpinan darurat. Hal yang pokok adalah tindakan kepemimpinan, atau tindakan bersama yang membantu kelompok-kelompok mencapai tujuannya, sangat diperlukan untuk kesehatan, efisiensi, dan efektivitas kelompok. Biasanya, hal yang lebih efisien dilakukan adalah memiliki orang yang telah ditunjuk sebelumnya sebagai pemimpin rapat, penyelenggara rapat, moderator, pemimpin, atau fasilitator kelompok. Apabila pihak berwenang yang lebih tinggi tidak menunjuk seorang pemimpin, sebaiknya mereka memilih seseorang untuk jabatan tersebut.
KELOMPOK MEMBAGI TUJUAN ATAU SASARAN BERSAMA
Untuk menjadi sebuah kelompok, para anggota harus membagi tujuan bersama. Untuk menjadi sebuah tim yang efektif, sebuah kelompok harus memiliki identitas bersama yang ditunjukkan oleh cita-cita atau tujuan bersama.
ANGGOTA KELOMPOK MEMILIKI PENGARUH ATAS SATU SAMA LAIN
Untuk menjadikan orang yang bersama-sama itu sebuah kelompok, setiap anggota harus terbuka terhadap pengaruh bersama-setiap orang dalam kelompok itu harus ikut serta dalam kegiatan mempengaruhi dan dipengaruhi. Semangat timbal balik ini merupakan hal penting bagi integritas suatu kelompok kecil. Perilaku setiap anggota ditentukan dan menentukan perilaku orang lain. Kehadiran seseorang dalam sebuah kelompok dapat berpengaruh sangat penting terhadap perilaku dan pemikiran anggota lain dan keseluruhan proses dalam kelompok tersebut. Beberapa orang memberikan kontribusi gagasan dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan; beberapa orang lainnya menjaga kelompok tetap terpusat pada tugas. Seorang anggota dapat memberikan kontribusi pada kelompoknya dengan menghentikan ketegangan, berurusan dengan konflik, berpegang pada jadwal, atau bertindak sebagai penyimpan catatan. Seorang pemimpin adalah seseorang yang mempengaruhi kelompok, tetapi tindakan kepemimpinannya membantu para anggota dalam mencapai tujuan mereka yang sangat diperlukan bagi kesejahteraan kelompok. Setiap anggota dapat dan harus mempengaruhi anggota-anggota lain dan keputusan kelompok.
Suatu faktor yang kritis dari partisipasi kelompok adalah bahwa setiap anggota harus bersikap terbuka dan mampu mengesampingkan ambisi pribadi, “menyembunyikan agenda”, dan menghindarkan perilaku lain yang dapat merusak kelompok dan hasil akhir tujuannya
Sumber: http://id.shvoong.com/business-management/management/1943051-komunikasi-dalam-kelompok-kecil/
3.Organisasi
Organisasi (Yunani: ργανον, organon - alat) adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah unt tujuan bersama.
Dalam ilmu-ilmu sosial, organisasi dipelajari oleh periset dari berbagai bidang ilmu, terutama sosiologi, ekonomi, ilmu politik, psikologi, dan manajemen.Kajian mengenai organisasi sering disebut studi organisasi (organizational studies), perilaku organisasi (organizational behaviour), atau analisa organisasi (organization analysis).
1.Definisi
Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok sama satu sama lain, dan ada pula yang berbeda. Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.
Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut.
Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama
James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama
Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih
Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti; pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran
Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus.Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup.Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur.
2.Partisipasi
Dalam berorganisasi setiap individu dapat berinteraksi dengan semua struktur yang terkait baik itu secara langsung maupun secara tidak langsung kepada organisasi yang mereka pilih.[6]. Agar dapat berinteraksi secara efektif setiap individu bisa berpartisipasi pada organisasi yang bersangkutan. Dengan berpartisipasi setiap individu dapat lebih mengetahui hal-hal apa saja yang harus dilakukan.
Pada dasarnya partisipasi didefinisikan sebagai keterlibatan mental atau pikiran dan emosi atau perasaan seseorang di dalam situasi kelompok yang mendorongnya untuk memberikan sumbangan kepada kelompok dalam usaha mencapai tujuan.
Keterlibatan aktif dalam berpartisipasi, bukan hanya berarti keterlibatan jasmaniah semata.Partisipasi dapat diartikan sebagai keterlibatan mental, pikiran, dan emosi atau perasaan seseorang dalam situasi kelompok yang mendorongnya untuk memberikan sumbangan kepada kelompok dalam usaha mencapai tujuan serta turut bertanggung jawab terhadap usaha yang bersangkutan.
1.Unsur-unsur
Menuruth Keith Davis ada tiga unsur penting partisipasi:
1.Unsur pertama, bahwa partisipasi atau keikutsertaan sesungguhnya merupakan suatu keterlibatan mental dan perasaan, lebih daripada semata-mata atau hanya keterlibatan secara jasmaniah.
2.Unsur kedua adalah kesediaan memberi sesuatu sumbangan kepada usaha mencapai tujuan kelompok. Ini berarti, bahwa terdapat rasa senang, kesukarelaan untuk membantu kelompok.
3.Unsur ketiga adalah unsur tanggung jawab. Unsur tersebut merupakan segi yang menonjol dari rasa menjadi anggota. Hal ini diakui sebagai anggota artinya ada rasa “sense of belongingness”.
2.Jenis-jenis
Keith Davis juga mengemukakan jenis-jenis partisipasi, yaitu sebagai berikut:
1.Pikiran (psychological participation)
2.Tenaga (physical partisipation)
3.Pikiran dan tenaga
4.Keahlian
5.Barang
6.Uang
3.Syarat-syarat
Agar suatu partisipasi dalam organisasi dapat berjalan dengan efektif, membutuhkan persyaratan-persyaratan yang mutlak yaitu .
Waktu. Untuk dapat berpatisipasi diperlukan waktu. Waktu yang dimaksudkan disini adalah untuk memahamai pesan yang disampaikan oleh pemimpin. Pesan tersebut mengandung informasi mengenai apa dan bagaimana serta mengapa diperlukan peran serta.
Bilamana dalam kegiatan partisipasi ini diperlukan dana perangsang, hendaknya dibatasi seperlunya agar tidak menimbulkan kesan “memanjakan”, yang akan menimbulkan efek negatif.
Subyek partisipasi hendaknya relevan atau berkaitan dengan organisasi dimana individu yang bersangkutan itu tergabung atau sesuatau yang menjadi perhatiannnya.
Partisipasi harus memiliki kemampuan untuk berpartisipasi, dalam arti kata yang bersangkutan memiliki luas lingkup pemikiran dan pengalaman yang sama dengan komunikator, dan kalupun belum ada, maka unsur-unsur itu ditumbuhkan oleh komunikator.
Partisipasi harus memiliki kemampuan untuk melakukan komunikasi timbal balik, misalnya menggunakan bahasa yang sama atau yang sama-sama dipahami, sehingga tercipta pertukaran pikiran yang efektif atau berhasil.
Para pihak yang bersangkutan bebas di dlam melaksanakan peran serta tersebut sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan.
Bila partisipasi diadakan untuk menentukan suatu kegiatan hendaknya didasarkan kepada kebebasan dalam kelompok, artinya tidak dilakukan pemaksaan atau penekanan yang dapat menimbulkan ketegangan atau gangguan dalam pikiran atau jiwa pihak-pihak yang bersangkutan. Hal ini didasarkan kepada prisnsip bahwa partisipasi adalah bersifat persuasif.
3. Bentuk-bentuk organisasi
1.Organisasi politik
2.Organisasi sosial
3.Organisasi mahasiswa
4.Organisasi olahraga
5.Organisasi sekolah
6.Organisasi negara
sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi
Langganan:
Postingan (Atom)
